Rilis Startup Agribisnis, 1 Ecommerce Berbasis Hidroponik & 2 Ecommerce Pasar Tradisional
RINTISAN

Rilis Startup Agribisnis, 1 Ecommerce Berbasis Hidroponik & 2 Ecommerce Pasar Tradisional

Share Li
3 months ago
414 views

Geliat startup agribisnis tahun 2019 mulai terasa. Awal bulan ini, setidaknya ada 3 rilis atau lounching startup agribisnis dari berbagai daerah. Ketiganya, mengusung model bisnis ecommetrce dengan basis produk dan diferensiasi masing-masing.

La Lettuce startup ecommerce sayur dan buah organik dari Bogor, OkeSayur dan Tumbas.in startup ecommerce yang mengakomodasi penjual di pasar tradisional, ketiganya menjadi pemacu tren digital di bidang pertanian di hulu maupun di hilir. Berikut Rangkuman tiga startup agribisnis itu.

La Lettuce

Berdiri tahun 2015. La Lettuce, startup ecommerce sayuran berbasis hidroponik tahun ini berencana melakukan ekspansi dengan mengembangkan aplikasi mobile. La Lettuce menyediakan produk sayuran dan buah organic. Saat ini penjualan La Lettuce melalui direct selling dan mengandalkan website.

Startup ecommerce organic yang areal penanamannya ada di kawasan Puncak, Bogor ini menanam 15 jenis sayuran dan 2 jenis buah. Sesudah berjalan lebih dari 3 tahun, La Lettuce mampu memenuhi pesanan 6 ribu pak per bulan. Penjualan direct selling offline dan website La Lettuce juga dengan bermitra dengan 10 mitra yang menjual kembali ke retail modern. 

Untuk penjualan langsung, lealui website, pengiriman barangnya La Lettuce beritra dengan Grab dan Go-Jek. Area pasar atau penjulana La Lettuce seputaran Jabodetabek. (Kontan)

Tumbas.in

Dalam Bahasa Jawa “tumbas” berarti beli, atau membeli. Kalau “tumasin, atau “tumbasen”, kurang lebih artinya belikan. Beda lagi dengan Tumbas.in, kalau ini adalah aplikasi yang menghubungkan penjual sayuran pasar tradisional dan pembeli. Tercatat Tumbas.in pada tahun 2018 sempat masik menjadi 20 finalis Pitch Deck The NextDev 2018 Talent Scouting, Semarang.

Menurut developernya yang asal Semarang, Jawa Tengah, aplikasi Timas.in dikembangkan dengan semangat membantu pedagang pasar dengan meningkatkan harga jual dan memperluas pasar.

Aplikasi berbasis android yang baru saja dirilis minggu kemarin ini, memfasilitasi pembeli yang tidak sempat ke pasar tradisional dengan kualitas produk yang segar, sudah di-sorting terlebih dahulu. Pengantaran pembelian online melalui aplikasi Tumbas.in ini maksimal 2 jam.

Produk yang dijual di aplikasi Tumas.in beragam meliputi bahan pokok, sembako, sayuran dan produk kebutuhan sehari-hari lainnya. Aplikasi yang dapat di unduh langsung di Google Play Store ini sudah beroperasi tetap untuk 2 pasar di Semarang, di Pasar Karangayu, dan Pasar Peterongan. (Berbagai Sumber)

OkeSayur

startup sayuran
Humas UGM/Ika; foto:Firsto

Aplikasi OkeSayur dikembangkan Nindi bersama dengan Fadlan Hawali, Alvin Novandi, Silvia, Muhammad Fuad Husein dari DTETI FT, dan Donatus Yoga (Sekolah Vokasi), serta Losyiana Luh Jingga (FISIPOL). Lewat aplikasi ini juga berhasil menghantarkan mereka meraih juara 1 kategori pengembangan bisnis teknologi informasi dan komunikasi pada kompetisi nasional Gemastik 2018 lalu.

OkeSayur merupakan aplikasi ecommerce pembelian sayur dan kebutuhan dapur lainnya yang produknya berasal dari pasar tradisional. 

OkeSayur dikembangkan dengan semangat bukan hanya untuk membantu masyarakat dalam berbelanja sayur dan kebutuhan dapur. Namun, juga turut menjaga kelestarian pasar-pasar tradisional

Bagi masyarakat yang menginginkan belanja di OkeSayur bisa mengunduh aplikasi ini yang sudah dirilis di playstore. Selain itu, juga dengan mengunjungi website okesayur.com dan chatting WhatsApp. 

Setiap pembeli bisa membayar belanjaan melalui sistem pembayaran transfer bank. Selain itu, juga dapat membayar langsung saat belanjaan tiba.

Nindi Kusuma Ningrum, Co-Founder OkeSayur mengungkapkan saat ini OkeSayur berencana memperluas jangkauan layanan pelanggan tidak hanya di wilayah Yogyakarta dan Klaten saja. Namun, juga akan menjangkau pasar lokal di daerah-daerah pinggiran yang mampu dijangkau konsumen di berbagai daerah. (Humas UGM/Ika; foto:Firsto)

 img feature: GenAagraris.ID
 
66 Shares
 
Update Lainnya
Kandungan dan Keunggulan Lima Sumber Pangan Alternatif Pengganti Nasi
Kandungan dan Keunggulan Lima Sumber Pangan Alternatif Pengganti Nasi
Sagu, sukun, umbi kayu, umbi jalar, merupakan pangan alternatif pengganti beras yang dapat dijadikan sebagai makanan pokok dengan kandungan nutrisi yang tinggi.
1 week ago
Potensi dan Tantangan Budidaya Buah Kurma Di Indonesia
Potensi dan Tantangan Budidaya Buah Kurma Di Indonesia
Budidaya buah kurma di Indonesia berhasil membuat kurma ini sebagai buah segar yang dapat dipanen pada umur 150 hari.
6 days ago
Mengenal Benih Unggul Kopi Robusta dari Pagar Alam
Mengenal Benih Unggul Kopi Robusta dari Pagar Alam
Kopi robusta pagar alam, varietas kopi unggulan dengan cita rasa, hasil panen, dan harga tinggi, serta bermanfaat bagi kesehatan.
6 days ago
Load more