Prospek Usahatani dan Proses Budidaya Horenso, Si Bayam Jepang
BUDIDAYA

Prospek Usahatani dan Proses Budidaya Horenso, Si Bayam Jepang

RuthMW
1 month ago
289 views

Beberapa tahun terakhir ini, bayam Jepang atau horenso menjadi salah satu komoditi dari subsektor hortikultura yang mulai banyak diminati oleh para petani.

Nilai Ekonomi Bayan Jepang

Petani pada umumnya tertarik dan berani untuk mulai budidaya, karena melihat potensi bayam Jepang yang menjadi sayuran ekslusif yang mulai berkembang mulai dari on farm maupun pada industri olahannya. Selain itu, bayam Jepang memiliki harga jual yang tinggi dengan harga berkali-kali lipat dari sayuran lokal.

Salah satu hal yang menjadikan bayam Jepang menjadi peluang besar bagi petani maupun industri olahan karena dapat dipasok ke restoran-restoran makanan Jepang yang mulai banyak menjamur di kota-kota besar terutama Jabodetabek.

Kandungan Gizi Bayam Jepang

Peluang yang bagus dari tanaman bayam Jepang ini, karena masyarakat yang mulai sadar akan kesehatan juga mengetahui kandungan gizi yang diperoleh ketika konsumsi bayam Jepang ini.

Diketahui, bayam Jepang mengandung vitamin dan mineral yang tinggi. Kandungan vitamin dari bayam Jepang diantaranya yaitu vitamin K, A, C, B1, B2, B6, asam folat, dan vitamin E. Sedangkan, mineral yang terkandung dalam tanaman bayam Jepang diantaranya yaitu: mangan, magnesium, besi, kalsium, kalium, tembaga, fosfor, dan seng.

Selain itu, menurut beberapa penelitian diketahui bahwa bayam Jepang juga mengandung Flavonoid yang berfungsi sebagai anti oksidan dan anti kanker. Kandungan gizi tersebutlah yang membuat masyarakat dengan gaya hidup sehat banyak mencari untuk mengkonsumsi bayam Jepang ini.

Budidaya Bayam Jepang atau Horenso

Oleh karena itu, banyak petani mulai mengembangkan bayam Jepang ini untuk dibudidayakan. Budidaya bayam Jepang atau horenso juga diketahui memiliki teknik yang sederhana.

Berikut penjabaran secara detail proses budidaya bayam Jepang yang dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

a. Pra-tanam

  1. Kegiatan diawali dengan sanitasi lahan sebelum dilakukan penggemburan tanah dengan kultivator, kemudian pemberian pupuk kandang (5 kg per meter), kapur (500 gram) per meter, dan NPK phonska (1 kg per meter).
  2. Setelah bahanbahan tersebut dicampurkan kegiatan selanjutnya pembuatan bedengan dengan panjang 10,5 cm, lebar 110 cm, tinggi 15 cm, serta jarak antar bedengan 35 cm, kemudian bedengan akan dipasangkan mulsa lalu pembuatan lubang tanam denga jarak 22 cm x 22 cm.

b. Penanaman

  1. Kegiatan ini dimulai dengan pemeraman benih kedalam tanah sedalam 20 cm selama 2 hari.
  2. Setelah benih berkecambah lalu disebar di meja semai.
  3. Kemudian, setelah 7 hari benih akan transplanting ke media berupa bekongan dari daun pisang selama 15 hari hingga bibit mulai tumbuh akar cukup banyak sehingga bibit mulai siap tanam.
  4. Kriteria bibit siap tanam adalah pada bibit sudah berumur kurang lebih 15 hari dan sudah memiliki 2-3 helai daun.

c. Pemeliharaan

Kegiatan pemeliharaan terdiri dari penyiraman, penyulaman, penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit, diantaranya:

  1. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari, dan untuk minggu selanjutnya di lakukan sehari sekali yaitu saat pagi hari.
  2. Penyulaman dilakukan pada umur 10 HST.
  3. Penyiangan dilakukan minimal 1 kali selama satu musim tanam.
  4. Pemupukan dilakukan dengan cara dikocor saat umur 7-12 HST dan 20 HST, menggunakan NPK Mutiara (16-16-16) dengan dosis 4 kg per 200 liter dan pupuk NPK merah dengan dosis 1 kg per 200 liter, sedangkan pupuk yang disemprot saat umur 15 HST, menggunakan pupuk daun sinon dengan dosis 3 gr per liter.
  5. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan insektisida prevaton (3 ml per liter) dilakukan pada 10 HST dan fungisida score (0,25 ml per liter) dilakukan pada 10 HST.

Kelima kegiatan pemeliharaan tersebut dilakukan secara berkala hingga waktu panen.

d. Panen

Umumnya, bayam Jepang dapat dilakukan pemanenan ketika berumur 30–35 HST. Cara yang dilakukan saat pemanen yaitu dengan memotong bagian pangkal batang tanaman dengan menggunakan pisau.

Bobot bayam Jepang saat usia siap panen rata-rata adalah 5 –10 gr tergantung tingkat pertumbuhan tanaman. Untuk dapat memanen bayam Jepang diperlukan waktu sekitar 1,5 – 2 bulan. Hasil panen bayam Jepang dapat langsung dijual ke pasar.

Pasar Bayam Jepang atau Horenso

horenso atau bayam jepang yang sudah di packing
Horenso atau bayam jepang yang sudah di packing. GenAgraris.ID

Pasar bayam jepang, atau horenso dapat disegmentasi menjadi dua, segmen pasar bisnis dan segmen pasar modern retail. Untuk segmen pasar bisnis, horenso dapat dipasarkan langsung ke restoran wetsern dan oriental. Untuk segmen pasar modern retail horenso dapat dipasarkan langsung ke retailer-retailer besar.

Secara demografi horenso merupakan sayuran untuk segmen pasar midle-up. Penjualan horenso atau bayam jepang pada pasar itu selain relatif stabil, harganya juga lumayan tinggi.

img feature: Horenso atau bayam jepang di salah satu farm di Puncak, Bogor. GenAgraris.ID
 
1. Ekaningtias D. 2011. Analisis Pendapatan dan Efisiensi Teknis Usahatani Bayam Jepang (Horenso) Kelompok Tani Agro Segar Kecamatan Pacet Kabupaten. Skripsi. IPB Press.
2. Febrianty E, Saty FM, Handayani S. Analisis USahatani Bayam Jepang (Spincacia oleracea Linn.) di Kelompok Tani RST Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Karya Ilmiah Mahasiswa [Agribisnis]. Politeknik Negeri Lampung.

 

66 Shares
 
Update Lainnya
Apakah Tumbuhan Mempunyai Kecerdasan?
Apakah Tumbuhan Mempunyai Kecerdasan?
Berbagai kajian dan penelitian terbaru menunjukan tumbuhan mempunyai kesadaran, bahkan kecerdasan, walau berbeda dengan organisme lainnya, seperti kelompok binatang.
3 days ago
5 Teknologi Untuk Mengatasi Ketersediaan & Pemanfaatan Air yang Efektif & Efisien
5 Teknologi Untuk Mengatasi Ketersediaan & Pemanfaatan Air yang Efektif & Efisien
Sebagai sumber daya vital, keberadaan dan ketersediaan air, dalam pengelolaannya dikembangkan berbagai teknologi, seperti teknologi hujan buatan, fog harvesting, irigasi pintar, dan ASRG.
5 days ago
Masa Depan Pertanian Indonesia Dalam Acara Smart & Digital Farming Conference 2019
Masa Depan Pertanian Indonesia Dalam Acara Smart & Digital Farming Conference 2019
"Smart & Digitalization Farming Conference Indonesia 2019" erhasil menyajikan gambaran dan pemahaman yang jelas menyangkut penerapan teknologi pertanian berbasis digital.
2 weeks ago
Load more