Potensi dan Tantangan Budidaya Buah Kurma Di Indonesia
BUDIDAYA

Potensi dan Tantangan Budidaya Buah Kurma Di Indonesia

RuthMW
5 months ago
453 views

Masyarakat Indonesia tentunya sudah sangat familiar dengan buah kurma, apalagi pada saat bulan Ramadhan. Buah kurma menjadi jenis makanan yang paling sering dicari, baik untuk konsumsi langsung, maupun dikreasikan dengan jenis makanan lain.

Mengenal Kurma

Buah kurma dapat dikonsumsi sehari-sehari karena mengandung nutrisi esensial yang baik bagi tubuh. Nilai nutrisi dalam 100 gram kurma kering mengandung energi sebesar 1.180 Kj (280 kcal), karbohidrat  sebesar 75 g, gula sebesar 8 g, lemak 0.4 g, protein 2.5 g, air 21 g, vitamin C 0.4 mg, dan magnesium sebesar 0.262 mg.

 

Beberapa dekade yang lalu, terdapat mitos, bahwa buah kurma hanya bisa dibudidayakan di daerah gurun Timur Tengah, sehingga Indonesia perlu mengimport buah kurma tersebut. Namun, dalam lebih dari satu dekade yang lalu, Thailand berhasil menjadi pionir untuk budidaya kurma secara kormesil di wilayah tropis. Kurma tropis menjadi komoditas yang bernilai tinggi dengan prospek pengembangan perkebunan kurma tropika yang sukses, layaknya Malaysia dan Thailand.

Kurma Tropis

Saat ini, buah kurma di Indonesia merupakan salah satu komoditas binaan Ditjen Hortikultura sesusai dengan Permentan Nomor 151/Kpts/PD.310/9/2006. Sebelumnya, ada baiknya kita mengenal secara singkat tanaman kurma ini. Tanaman kurma (Phoenix dactylifera) merupakan jenis tanaman yang berasal dari kelompok palem dan sering disebut dengan istilah “date palm”.

 

Tinggi tanaman kurma dapat mencapai 25 meter , tumbuh secara tunggal atau membentuk rumpun, dan memiliki daya adaptabilitas yang tinggi. Kemampuan tanaman kurma dengan daya adaptasi tinggi tersebut membuka peluang untuk melakukan lebih dalam pengembangan budidaya kurma di Indonesia. 

 

Sejak tahun 2006, penanaman tanaman kurma yang berasal dari Teluk Persia ini sudah dimulai dilakukan di Indonesia. Beberapa areal pertanaman kurma tropis yang dapat dibudidayakan dan berhasil panen yaitu di Sumatera Utara, Aceh, Riau, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

 

Bibit kurma tropis diperoleh dengan cara impor, karena belum ada produksi secara lokal untuk bibit kurma tropis dari sistem kultur jaringan di Indonesia. Saat ini, diketahui kurma sudah bisa dipanen di Indonesia, bahkan panen buah kurma di Indonesia berbeda dengan panen buah di negara asalnya.

Budidaya Kurma Di Indonesia

Budidaya buah kurma di Indonesia berhasil membuat kurma ini sebagai buah segar yang dapat dipanen pada umur 150 hari. Sedangkan, umumnya di negara asalnya, panen dilakukan pada umur 200 hari sehingga menjadi kurma dengan tekstur kering dan warna hitam atau coklat.

 

Dalam budidaya kurma, ada beberapa tahap yang dilakukan dengan menggunakan benih dari biji kurma diantaranya yaitu:

  1. Persiapan jenis biji yang memiliki nilai jual tinggi, seperti: kurma Ajwa.
  2. Membersihkan sisa-sisa daging buah yang menempel, yang bertujuan untuk memperoleh daya kecambah yang tinggi. Cara membersihkannya yaitu dengan mencuci menggunakan air dan pasir halus.
  3. Perendaman biji kurma selama 5 hari dengan menggunakan air bersih. Air bersih perlu diganti setiap hari selam 5 hari tersebut.
  4. Proses perkecambahan, yang dapat melalui dua metode yakni a) menyemai biji yang telah melewati langkah perendalam 5 hari sebelumnya; atau b) melapisi tissue basah pada bagian dasar wadah tempat biji kurma dikecambahkan.
  5. Pemindahan bibit
  6. Jarak tanam yang ideal yaitu 9 m x 9 m, agar buah yang dihasil tetap mendapatkan sinar matahari dan tidak terhalang dengan pohon kurma lainnya.
  7. Lubang Tanam dengan ukuran yaitu 1 m (lebar), 1 m (panjang), dan kedalam 60 cm, yang berfungsi sebagai tempat untuk campuran media tanam yang tepat dan memiliki unsur hara tinggi.

Aspek Budidaya Kurma Di Indonesia

Selain itu, perlu juga dipahami aspek-aspek dalam budidaya kurma, diantaranya yaitu pemuliaan kurma tropika, penyediaan bibit kurma tropika hasil kultur jaringan, regulasi importasi bibit kurma hasil kultur jaringan, kajian potensi hama dan strategi pengendaliannya.

 

Kemampuan budidaya sampai berhasil panen kurma di Indonesia menjadi tantangan, karena mempertimbangkan berbagai manfaat dalam aspek sosial-ekonomi dan ekologi alam untuk Indonesia.

img: googel.edit
1. http://hortikultura.pertanian.go.id/?p=2705
2. https://www.esl.fem.ipb.ac.id/berita/ipb-indonesia-mampu-produksi-kurma-sendiri
3. https://www.viva.co.id/berita/dunia/1149809-thailand-jadi-pionir-budidaya-kurma-tropis-ri-relatif-tertinggal
4. Mulia S, Ramadhani NF. 2017. Buah Kurma. https://www.academia.edu/35550946/-makalah_kurma.docx
66 Shares
 
Update Lainnya
Mengenal Jamur dan Jamur Shitake Sebagai Bahan Pangan Fungsional
Mengenal Jamur dan Jamur Shitake Sebagai Bahan Pangan Fungsional
Sebagai bahan pangan fungsional jamur memiliki fungsi obat. Pada jamur shitake, kahsiatnya diantaranya menghambat pertumbuhan kanker, obat penyakit jantung dan kencung manis, antivitus dan lainnya.
3 days ago
Mengenal Konsep Farm To Table Sebagai Solusi Pangan Terintegrasi
Mengenal Konsep Farm To Table Sebagai Solusi Pangan Terintegrasi
Teknologi digital turut menjadi trigger atas perkembangan berbagai pengaplikasian farm to table dengan berbagai model, dan di berbagai ranah usaha penyediaan makanan.
1 week ago
Cangkul, Bajak & Perkembangannya Sampai Pada Era Pertanian 4.0
Cangkul, Bajak & Perkembangannya Sampai Pada Era Pertanian 4.0
Pengembangan bajak sebagai perangkat pengolahan tanah kedepan mungkin akan ada bajak listrik.
1 week ago
Load more