Pertimbangan Rencana Penanaman Pada Usahatani Buah dan Sayuran Dengan Lahan Terbatas
KEWIRAUSAHAAN

Pertimbangan Rencana Penanaman Pada Usahatani Buah dan Sayuran Dengan Lahan Terbatas

4 weeks ago
169 views

Komoditas buah dan sayuran merupakan bahan pangan yang dibutuhkan sehari-hari. Permintaannya pun tidak pernah surut, bahkan mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Tapi, sebagai sebuah usahatani, usaha berkebun atau menanam buah dan sayuran tentunya melewati atau mengalami masa pasang-surut, untung-rugi, gagal-berhasil.

Penyusunan Rencana Sebelum Tanam Untuk Meminimalisir Kerugian

Untuk itu, sebagai usahatani, berkebun untuk tanaman buah dan sayuran perlu disusun atau dibuat rencana penanaman sebelumnya. Petani buah dan sayuran sendiri sebenarnya sudah biasa melakukan rencana penanaman sebelum memulai berkebun buah dan sayuran. 

Namun, rencana tersebut biasanya tidak dituangkan dalam bentuk tertulis. Itu menyebabkan banyak pertimbangan yang terlewati sehingga keputusan penanaman menjadi kurang komperhensif. Tapi, itu bukan faktor utama untung-rugi, atau gagal-berhasilnya usahatani buah dan sayuran.

Walau demikian, pembuatan atau menyusunan rencana sebelum tanam pada usahatani buah dan sayuran setidaknya untuk meminimalisir kerugian, dan sebagai penggambaran berbagai kemungkinan yang terjadi sehingga lebih siap menghadapinya.

Mengenal Faktor Utama yang Mempengaruhi Keuntungan dan Kerugian Usahatani

Sebelumnya, santer diberitakan ada petani di suatu daerah membuang hasil panennya disebabkan karena kenyataan pasar. Tidak mudah menjalankan usahatani. Secara umum, factor utama yang berpengaruh terhadap keuntungan dan kerugian usaha tani, diantaranya:

  1. Faktor alam. Yaitu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan panen. Bisa karena factor hama, musim dan cuaca yang tidak mendukung, seperti kekeringan, banjir, angin dan udara, factor ekologi dan lainnya.
  2. Faktor pasar. Yaitu faktor permintaan dan penawaran, serta kelancaran distribusi yang berpengaruh terhadap kenaikan atau penurunan harga.
  3. Faktor manajemen. Yaitu faktor pengolahan dan pengelolaan yang berpengaruh terhadap efisiensi, efektivitas dan produktivitas, seperti penggunaan pupuk dan obat, pengaturan tenaga kerja dan penggunaan mesin atau teknologi, dan lainnya.

Keuntungan dan keruguan usahatani buah dan sayuran pun tidak terlepas dari itu. Terlebih lagi, buah dan syauran merupakan tanaman yang membutuhkan perawatan khusus dan rutin. Sebagai produk perishable buah dan sayuran, setelah panen harus segera terjual.

Perencanaan Usahatani Buah dan Sayuran untuk Lahan Terbatas

Perencanaan sebelum tanam, bukan hanya diperlukan untuk usaha pertanian atau perkebunan skala estate, atau industri. Justru, pembuatan atau penyusunan rencana penanaman untuk usahatani dengan lahan terbatas akan membantu keberlanjutan usaha.

Lahan terbatas disini adalah lahan yang pengelolaannya masih dapat ditanggani secara perorangan, kelompok atau usaha. Tidak terpaku pada luas lahan, absolutnya bukan usaha industri baik dari sisi luas lahan maupun karakteristiknya.

Pembuatan perencanaan sebelum tanam pada usahatani buah dan sayuran berguna untuk menhindari kerugian yang terlalu dalam, sehingga tidak menguras modal untuk penanaman selanjutnya.

Dalam pembuatan perencanaan penanaman usahatani buah dan sayuran, yang terpenting adalah poin-poin yang menjadi pertimbangan pengambilan setiap keputusan. Untuk detailnya, merupakan penurunan dimana perlakuannya dapat berbeda sesuai dengan kondisi terkini, lokasi dan jenis sayuran atau buah yang ditanam.

Poin Utama Pertimbangan Rencana Penanaman Usahatani Buah dan Sayuran

Berdasarkan factor yang mempengaruhi keuntungan dan kerugian, berikut point-point yang menjadi pertimbangan rencana tanam untuk usahatani buah dan sayuran dengan lahan terbatas.

1. Apa jenis tanaman buah dan sayuran yang akan ditanam?

Pertimbangannya diantaranya, kesesuaian lahan, termasuk ketersediaan air, iklim dan cuaca, permintaan pasar, dan biaya perawatan dan pengelolaan. 

Untuk permintaan pasar, buah atau sayuran yang pada saat akan menanam permintaanya banyak atau over demand, belum tentu pada masa panen berikutnya terjadi hal yang sama. Bisa jadi, untuk masa panen berikutnya harganya malah turun karena banyak yang menanam, sehingga terjadi over supply.

2. Berapa jenis tanaman buah dan sayuran yang akan ditanam dalam satu lahan?

Pada usahatani buah dan sayuran, untuk satu lahan biasanya ditanami minimal 2 jenis tanaman, dengan ditumpang-sarikan. Kesesuaian jenis tanaman, dan optimalisasi atau produktivitas tanaman utama menjadi pertumbangan utama dalam penentuanya.

3. Bagaimana dengan penjualan hasil panen buah dan sayuran nantinya?

Sebelum menanam jenis buah dan sayuran tertentu, akan lebih baik sudah mempunyai gambaran mengenai penjualan hasil panen. Ini lebih efektif direncanakan dengan me-list, atau mendata retailer, distributor, atau pasar bisnis baik yang sebelumnya sudah membeli hasil panen atau yang belum. 

Akan lebih aman jika sebelum penanaman, sudah menjalin kontrak kerja dengan beberapa pembeli hasil panen.

4. Berapa kebutuhan dan penggunaan jenis pupuknya?

Kebutuhan dan penggunaan jenis pupuk akan lebih baik jika ditentukan sebelumnya berdasarkan pertimbangan kualitas dan produktivitas yang dibutuhkan pasar dan pertimbangan iklim, cuaca, lahan dan agronomi lainnya. Turunan dari poin ini adalah jadwal pemupukan.

5. Berapa kebutuhan SDM dan bagaimana dengan penggunaan teknologi?

Untuk SDM dan penggunaan teknologi pertimbangannya adalah efisiensi dan efektivitas. Akan lebih baik jika sebelumnya tergambar berapa SDM yang dibutuhkan untuk 1 kali musim tanam, dan pertimbangan penggunaan teknologinya, penggunaan mesin dan sejenisnya. Turunan dari poin ini diantaranya jadwal perawatan tanaman.

Minimal Dapat Menjadi Pemikiran Preventif 

Pertimbangan-pertimbangan diatas selanjutnya menjadi dasar penyusunan rencana penanaman. Pada usahatani buah dan sayuran, itu selanjutnya menjadi gudie line, selama satu musim tanam. Akan lebih baik lagi jika poin-poin diatas sebagai dasar pembuatan atau penyusunan rencana tanam, dituangkan dalam sebuah rencana bisnis.

Kalaupun tidak, minimal dengan poin-poin diatas yang lebih merupakan pertanyaan, dapat memacu dan menjadi sebuah pemikiran preventif sebagai sebuah usaha yang dijalankan secara terencana. Dengan itu, diharapkan setidaknya berbagai keputusan yang diambil dalam usahatani buah dan sayuran dengan lahan terbatas dapat lebih efektif dan efisien.

img: GenAgraris.ID 
66 Shares
 
Update Lainnya
Teknik Budidaya Kacang Panjang Secara Tepat dan Efektif Untuk Meningkatkan Produktivitas
Teknik Budidaya Kacang Panjang Secara Tepat dan Efektif Untuk Meningkatkan Produktivitas
Kacang panjang merupakan salah satu tanaman perdu semusim yang mengandung protein (17,30 %), lemak (1,50%), karbohidrat (70%), vitamin A, B, C, dan mineral.
1 day ago
Potensi dan Tantangan Pengembangan Budidaya Persuteraan di Indonesia
Potensi dan Tantangan Pengembangan Budidaya Persuteraan di Indonesia
Ekspor komoditas dari ulat sutra dapat berupa kokon, benang dan barang jadi.
1 day ago
7 Teknologi yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Agribisnis Di Indonesia
7 Teknologi yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Agribisnis Di Indonesia
Nanoteknologi, 3D Printed Food, Indraja, Bioteknologi dan lainnya merupakan teknologi yang berpengaruh terhadap arah pola-pola pengembangan usaha agribisnis dan kompetensi usaha agribisnis.
5 days ago
Load more