Pertanian 4.0, Menuju Era Baru Pertanian Digital
DIGITAL

Pertanian 4.0, Menuju Era Baru Pertanian Digital

2 days ago
5570 views

Agriculture 4.0 Feeding Next Generation atau Pertanian 4.0 merupakan kesepakatan tingkat tinggi negara-negara Eropa dalam bidang pertanian tentang arah industri pertanian kedepan.

Kesepakatan tersebut dihasilkan pada pertemuan tingkat tinggi negara-negara Eropa yang diselenggarakan oleh Agrolink Flanders dan KATANA. Agrolink Flanders adalah platform kolaborasi dari 18 lembaga pengembangan dan penelitian yang ada di Eropa. Sedangkan KATANA adalah program pendanaan stratup dan UKM yang bergerak dibidang Pangan, IT sektor berkembang lainnya dari Uni Eropa.

Pertanian 4.0

Jika ada Pertanian 4.0, berarti ada Pertanian 3.0 dan sebelumnya. Berbeda dari sebelumnya, Pertanian 4.0 dilatarbelakangi oleh tantangan besar sektor pertanian dalam hal ketahanan dan ketersediaan pangan, yang dipengaruhi oleh faktor perubahan iklim, kelangkaan air, kebutuhan energi dan ketersediaan lahan.

Agenda utama Pertanian 4.0 adalah transformasi digital di sektor pertanian, pengembangan dan pemanfaatan teknologi digital di bidang pertanian, yang mengerucut pada pertanian pintar (smart farming), pertanian terukur (precision farming) dan bioteknologi (gene editing).

Pertanian Digital Dalam Konsepsi Pertanian 4.0

Pertanian 4.0 tidak hanya mempengaruhi produsen, tetapi juga membawa konsumen lebih dekat ke petani atau perusahaan pertanian. Salah satu kegunaan pertanian digital adalah dapat mengetahui suatu produk dihasilkan dari proses yang berkelanjutan atau tidak. Setiap kegiatan pertanian terekam, menghasilkan data dan informasi yang dapat digunakan untuk menudukung aktivitas-aktivitas pertanian lainya.

Proses pertanian di lahan pertanian digital mencakup berbagai bidang seperti peternakan (robot pemerahan, pemantauan kesehatan hewan digital, dll.), perkebunan (robot lapangan), pemeliharaan mesin pertanian otomatis dan robot pemanen yang dijalankan secara otomatis.

Konsekwensi Pertanian 4.0

Pertanian 4.0 mendorong sektor pertanian ke arah baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. Dampaknya, tidak hanya pada petani tetapi juga pada perusahaan pertanian atau perusahaan penghasil komoditas pertanian juga harus menyesuaikan ketika Pertanian 4.0 itu membuahkan standar-standar yang diterapkan pada kebijakan perdagangan. (dari berbagai sumber. pic: edit)

 
66 Shares
 
Update Lainnya
Teknik Budidaya Kacang Panjang Secara Tepat dan Efektif Untuk Meningkatkan Produktivitas
Teknik Budidaya Kacang Panjang Secara Tepat dan Efektif Untuk Meningkatkan Produktivitas
Kacang panjang merupakan salah satu tanaman perdu semusim yang mengandung protein (17,30 %), lemak (1,50%), karbohidrat (70%), vitamin A, B, C, dan mineral.
1 day ago
Potensi dan Tantangan Pengembangan Budidaya Persuteraan di Indonesia
Potensi dan Tantangan Pengembangan Budidaya Persuteraan di Indonesia
Ekspor komoditas dari ulat sutra dapat berupa kokon, benang dan barang jadi.
1 day ago
7 Teknologi yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Agribisnis Di Indonesia
7 Teknologi yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Agribisnis Di Indonesia
Nanoteknologi, 3D Printed Food, Indraja, Bioteknologi dan lainnya merupakan teknologi yang berpengaruh terhadap arah pola-pola pengembangan usaha agribisnis dan kompetensi usaha agribisnis.
5 days ago
Load more