Menelusuri Makna Bisnis Melalui Kemitraan Sebagai Asas Fundamental Bisnis
MANAJEMEN

Menelusuri Makna Bisnis Melalui Kemitraan Sebagai Asas Fundamental Bisnis

1 month ago
226 views

Disadari atau tidak, kemitraan seringkali ditempatkan pada tataran teknis dalam sebuah bisnis, atau usaha dalam arti ekonomi. Secara tidak sadar, kemitraan seringkali diasosiasikan dengan kerja sama prosedural, dan baku.

Kemitraan, Sebagai Landasan Dasar atau Asas Fundamental Bisnis 

Padahal dalam bisnis, kemitraan merupakan landasan dasar atau asas fundamental. Kemitraan berasal dari kata mitra, artinya subyek atau pelaku, rekan, pasangan kerja atau kerja sama dalam hubungan saling membantu, memenuhi atau melengkapi. Atas dasar itu, prinsip bisnis adalah pertukaran nilai guna yang dinyatakan secara materiil. Tanpa hubungan saling membantu, memenuhi dan melengkapi bisnis tidak akan ada atau terjadi. Karena tidak ada mitra atau tidak terjadi kemitraan. 

Dimulai dari satu hubungan kerja sama saling membantu dan melengkapi itu, berkembang menjadi berbagai bentuk hubungan kerja, baik langsung maupun tidak langsung, dari yang sifatnya sederhana sampai interelasi, ekstrapolasi, berkembang ke hubungan kerja yang lebih rumit.

Hubungan antara penjual dengan pembeli, produsen dengan konsumen pada dasarnya adalah mitra, atau kerja sama. Penjual atau produsen menawarkan nilai guna yang dibutuhkan oleh pembeli atau konsumen. Pembeli atau konsumen memberikan imbal balik yang bermanfaat, dapat memenuhi yang dibituhkan oleh produsen atau penjual.

Hubungan penjual dan pembeli, produsen dengan konsumen merupakan hubungan kemitraan, yaitu hubungan kerja sama yang memenuhi unsur saling membantu dan melengkapi dengan sifat tidak ada paksaan atau suka-rela, dan memenuhi unsur trade off yang dinyatakan secara materiil atau dalam bentuk uang.

Bisnis Adalah Upaya Menjalin Mitra

Pada dasarnya, bisnis adalah upaya menjalin mitra, memperluas dan memperdalam kemitraan-kemitraan dengan berbagai pihak, konsumen, lingkungan, karyawan, investor atau pemegang saham, dan lainnya baik yang terkait langsung maupun tidak langsung.

Sesuai prinsipnya, syarat sebuah bisnis harus mempunyai atau menghasilkan nilai guna berupa barang dan atau jasa untuk dipertukarkan (trade off) dengan mitra. Nilai guna barang dan jasa yang dihasilkan merupakan output dari proses kreatif sebuah bisnis, berupa pengolahan, pengelolaan, dan pendistribusian.

  • Pengolahan merupakan kegiatan operasi atau operasional mengupayakan input atau faktor produksi menjadi output.
  • Pengelolaan, sebagai kegiatan manajemen atau pengaturan pengolahan.
  • Pendistribusian merupakan penjalinan kerja dan pertukaran nilai guna dengan mitra.

Jadi, bisnis adalah sebuah kegiatan menjalin mitra dengan mempertukarkan nilai guna barang dan atau jasa yang dihasilkannya atas dasar asas kerja sama saling membantu, membutuhkan, memenuhi dan melengkapi secara suka rela.

Mitra bisnis terbagi menjadi dua, mitra pembentukan dan mitra pendistribusian nilai guna, barang dan jasa. Mitra pembentukan merupakan mitra internal-organisasional. Mitra pendistribusian nilai guna merupakan mitra eksternal-komersial.

Pelaku Bisnis, atau Pelaku Usaha, atau Entrepreneur

Pelaku bisnis atau usaha, atau entrepreneur merupakan orang yang memprakarsai, mempelopori, dengan kreativitasnya mengkolaborasikan, dan mengelaborasikan berbagai sumber daya (input atau faktor produksi), mengolah, mengelola, dan mendistribusikan nilai guna, berupa barang dana dan atau jasa yang dihasilkannya.

Prakarsa bisnis berasal dari ide, yaitu ide bisnis. Sebagai tindakkan awal memulai bisnis, prakarsa terbentuk dari ide bisnis yang menemukan momentumnya, yaitu peluang pelaku usaha untuk memulai tindakan awal. Peluang bisnis sebagai momentum, ruang dan waktu yang tepat untuk memulai bisnis terdiri menjadi dua:

  1. Peluang yang bersifat prospek, yaitu harapan atas kemungkinan masa depan, dan 
  2. Peluang yang bersifat keadaan yang memungkinkan pelaku usaha melakukan kegiatan pertama memulai ide bisnis.

Ide bisnis dan keberanian mengupayakan atau merealisasikannya terbentuk karena tekanan (pressure), baik tekanan dari dalam diri pelaku usaha, psikologi dan spirit, yang mewakili nurani dan tekanan dari luar diri rangsangan dan pemenuhan kebutuhan jasmani, yang mewakili naluri. Baik tekanan dari dalam maupun dari luar diri intinya adalah tekanan untuk “mengada”, atau menyatakan eksistensi, keberadaan dirinya.

Eksistensi Bisnis Dalam Jalinan Kemitraan yang lebih Luas

Bisnis ada karena mitra, dengan jalinan kemitraan yang menghasilkan dan mempertukarkan barang dan atau jasa. Mitra internal-organisasional merupakan bentuk keberadaan atau eksistensi sebuah bisnis. Mitra eksternal-komersial merupakan bentuk validasi dari keberadaan atau eksistensi sebuah bisnis.

Keutuhan atau syarat adanya mitra menyatakan bisnis tidak bisa berdiri sendiri. Dalam jalinan kerja sama yang lebih luas, bisnis merupakan bagian dari mekanisme sosial kemasyarakatan (society) yang merupakan mekanisme alamiah manusia sebagai bagian dari mekanisme alam.

Itu menunjukan eksistensi bisnis sebenarnya tidak ada, yang adalah mekanisme alamiah manusia dalam membangun sosial kemasyarakatan (society) sebagai bagian dari mekanisme alam.

66 Shares
 
Update Lainnya
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Solusi bisnis muncul berasal dari niat baik atau goodwill untuk memecahkan atau menyelesaikan suatu problematika, permasalahan yang dialami orang banyak.
12 hours ago
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Mengusung tema “Moving Forward to Serve The World”, Trade Expo Indonesia, TEI 2019 akan digelar pada 16—20 Oktober, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.
1 day ago
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Indonesia merupakan produsen palm oil terbesar di dunia. Sebagai komoditas unggulan selain kotribusi ekonomi kegunaan minyak sawit diantaranya sebagai bahan baku minyak goreng, margarin, sabun dan lainnya...
2 days ago
Load more