Membangun Budaya Perusahaan yang Kompatibel dengan Generasi Milenial
INSAN

Membangun Budaya Perusahaan yang Kompatibel dengan Generasi Milenial

Aruma Sistha
1 month ago
452 views

Tumpuan dan Harapan

Salah satu tantangan korporasi atau perusahaan besar pada abad ini adalah membangun budaya perusahaan yang kompatibel dengan perkembangan jaman. Kelahiran generasi milenial bersama dengan pertumbuhan masif penggunaan teknologi digital di segala lini telah membentuk jaman baru, nilai-nilai, cara berfikir, cara kerja dan prilaku baru.

Sudah banyak perusahaan di sektor industri yang terkenal kaku karena ketatnya berbagai regulasi mulai menyesuaikan mengakomodasi prilaku generasi milenial, seperti dalam tata cara berpakaian atau grooming lebih fleksibel, jam kerja tidak baku, dan membebaskan dengan menampung dan mengarahkan berbagai ide-ide pengembangan perusahaan dalam satu wadah khusus.

Generasi milenial berkecederungan menemukan nilai dan berprilaku yang mengarah ke membebaskan, melepaskan keterikatan dari nilai-nilai lama dengan berusaha menemukan nilai-nilai yang lebih cair, keluar dari kebuntuan dan kekakuan sistem dengan mengekspresikannya melalui prilaku-prilaku diluar prosedur baku.

Ditengah kegagapan banyak perusahaan menghadapi pesatnya laju inovasi disegala lini, generasi milenial menjadi tumpuan dan harapan SDM banyak perusahaan. Dibanyak bidang pekerjaan generasi milenial bekerja dengan caranya sendiri sesuai dengan jamannya, komunikasi yang unik saat menjual produk, pekerjaan administrasi dan pekerjaan terkait produksi yang kelihataanya tidak produktif tetapi lebih produktif.

Ekspresi Kemanusiaan

Apakah gerak membebaskan generasi milenial dapat terakomodasi oleh budaya perusahaan dengan tepat dan selaras dengan nilai-nilai yang berusaha ditemukannya? Berpuluh-puluh tahun pengembangan budaya perusahaan selalu mengarah pada satu titik yang sama, menjurus pada nilai dan cara berfikir mekanis dan dengan laju perkembangan linier. Walau setiap visi perusahaan mengandung nilai universal, pada praktinya nilai-nilai seperi integritas, profesionalitas, kejujuran dan lainnya ditanamkan hanya untuk membentuk kepatuhan prilaku yang cenderung tidak mentolelir ekspresi kemanusiaan.

Dengan budaya seperti itu, perusahaan sebagai sebuah organisasi yang terdiri dari kumpulan manusia menjadi beku, tidak hidup, berkembang dan menemukan kedewasaan. Ini bertolak belakang degan generasi milenial, yang segala ekspresinya mencerimnkan ekspresi kemanuisaan. Generasi milenial sangat menjunjung dan menghargai kemanusiaan. Ini terlihat dari ramiannya isu sosial di media sosial, yang walaupun tidak ada sangkut-pautnya pasti generasi milenial ada disana, ikut meramaikannya.

Menyambung Nilai dengan Paradigma Baru

Pada perusahaan dibutuhkan komunikasi antar generasi untuk menemukan kesepakatan sebagai titik temu yang seimbang dalam membangun dan membentuk budaya perusahaan. Ditengah disrupsi teknologi dan volatilitas bisnis yang tinggi, perusahaan harus membuka paradigma baru. Peruahaan sebagai organisasi yang hidup, yang berjalan siklikal dan dinamis, memahami bisnis tidak sebatas bottom line dan mekanisasi yang mempunyai jiwa kemanusiaan merupakan paradigma baru yang harus ditumbuh-kembangkan.

Apakah perusahaan akan serta-merta percaya kepada kehadiran generasi baru yang diberi label generasi milenial? Mau, tidak mau perusahaan harus percaya. Dan, berbagai program pengembangan organisasi, human capital, jenjang karir di banyak perusahaan mulai mengarah ke situ. Adapun, walau tersirat masih ada unsur coba-coba, mungkin itu bentuk pemahaman untuk saling memahami antara perusahaan dan kehadiran generasi baru.

img feature: lukisan disebuah galeri seni di Jakarta. Sistha
66 Shares
 
Update Lainnya
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Solusi bisnis muncul berasal dari niat baik atau goodwill untuk memecahkan atau menyelesaikan suatu problematika, permasalahan yang dialami orang banyak.
12 hours ago
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Mengusung tema “Moving Forward to Serve The World”, Trade Expo Indonesia, TEI 2019 akan digelar pada 16—20 Oktober, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.
1 day ago
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Indonesia merupakan produsen palm oil terbesar di dunia. Sebagai komoditas unggulan selain kotribusi ekonomi kegunaan minyak sawit diantaranya sebagai bahan baku minyak goreng, margarin, sabun dan lainnya...
2 days ago
Load more