Memahami Sadang, Pangan, Papan Sebagai Konsepsi Hidup Manusia
INSAN

Memahami Sadang, Pangan, Papan Sebagai Konsepsi Hidup Manusia

1 month ago
918 views

Tidak terungkap persis ladasan dan latar belakangnya, di Indonesia sandang, pangan, papan, diterima dan menjadi baku sebagai kebutuhan primer atau kebutuhan pokok manusia. Kebutuhan primer, kebutuhan dasar, atau kebutuhan pokok sendiri merupakan kebutuhan yang sifatnya harus dipenuhi oleh manusia.

Hierarki Kebutuhan Pokok Manusia

Hierarki tingkat kebutuhan manusia, seperti pengetahuan baku, diantaranya, kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Kebutuhan primer berfisat harus karena berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan hidup manusia.

Kebutuhan sekunder bersifat tidak harus karena tidak berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan hidup manusia, tetapi berguna dalam kehidupan manusia. Kebutuhan tersier, bersifat sangat tidak harus karena tidak berpengaruh terhadap keberlangsunag hidup manusia, dan cenderung tidak berguna dalam kehidupan manusia.

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan primer berkembang menjadi tidak hanya sandang, pangan dan papan, tetapi mencakup pendidikan dan kesehatan, menjadi sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan.

Sebelumnya, ada yang menyatakan sandang, pangan, papan sebagai sebuah konsepsi kebutuhan pokok manusia secara berurutan mengandung tingkatan atau skala pemenuhan dari urgensinya. Sempat mencuat pendapat urutan berdasarkan tingkat atau skala urgensi pemenuhan kebutuhan primer manusia tersebut diawali dari pangan, sandang, dan papan.

Konsepsi Sandang, Pangan, Papan

Dalam konsepsi hierarki tingkat kebutuhan pokok manusia seperti diatas itu benar saja. Tetapi dalam konsepsi falsafah yang didalamnya mengandung nilai-nilai dan berlandaskan pada suatu pijakkan nilai dasar yang universal, sandang, pangan dan papan bukan sekedar bersandar pada asas materiil saja.

Sandang, pangan, dan papan sebagai suatu konsep pandangan hidup manusia lebih pada “kode” atau “simbol” yang mengandung dan merepresentasikan makna tertentu. Sandang, pangan, papan bukan mengnai kebutuhan pokok manusia, tetapi lebih pada tugas dan tanggung jawab manusia.

Sandang mengandung nilai dan merepresentasikan human existence, tugas dan tanggung jawab manusia untuk mewujudkan dan menjaga eksistensinya. Pangan, mengandung nilai dan merepresentasikan human prosperity, tugas dan tanggung jawab manusia untuk mewujudkan dan menjaga kemakmuran secara komunal atau bersama.

Papan, mengandung nilai dan merepresentasikan human welfare, tugas dan tanggung jawab manusia untuk mewujudkan dan menjaga kemakmuran yang bukan hanya pada manusianya, tetapi juga mencakup lingkunannya, alam, meliputi ruang atau tempat tinggalnya.

Sandang mengandung dan merepresentasikan human existence karena sandang yang membedakan manusai dengan binatang. Pangan, bukan “makanan” karena kata pangan mengandung makna jamak, untuk setiap orang, yang berarti juga sosial. Papan, bukan rumah atau perumahan, karena kata papan mengandung makna lingkup tempat tinggal yang lebih luas, bukan hanya rumah, tetapi lingkungan alam seisinya.

Hierarki Kedaulatan Manusia

Jadi sandang, pangan, dan papan dalam konsepsi hierarki kebutuhan manusia dengan sandang, papang, dan papan dalam konsepsi falsafah atau sebagai pandangan hidup, keduanya berbeda. Sandang, pangan dan papan dalam konspesi falsafah atau sebagai pandangan hidup, menunjukan hierarki kedaulatan manusia. Daulat diri sebagai manusia, daulat sosial antar sesama manusia, dan daulat manusia dengan alam dan sesisinya.

img feature: GenAgraris.ID
66 Shares
 
Update Lainnya
Teknik Budidaya Kacang Panjang Secara Tepat dan Efektif Untuk Meningkatkan Produktivitas
Teknik Budidaya Kacang Panjang Secara Tepat dan Efektif Untuk Meningkatkan Produktivitas
Kacang panjang merupakan salah satu tanaman perdu semusim yang mengandung protein (17,30 %), lemak (1,50%), karbohidrat (70%), vitamin A, B, C, dan mineral.
1 day ago
Potensi dan Tantangan Pengembangan Budidaya Persuteraan di Indonesia
Potensi dan Tantangan Pengembangan Budidaya Persuteraan di Indonesia
Ekspor komoditas dari ulat sutra dapat berupa kokon, benang dan barang jadi.
1 day ago
7 Teknologi yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Agribisnis Di Indonesia
7 Teknologi yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Agribisnis Di Indonesia
Nanoteknologi, 3D Printed Food, Indraja, Bioteknologi dan lainnya merupakan teknologi yang berpengaruh terhadap arah pola-pola pengembangan usaha agribisnis dan kompetensi usaha agribisnis.
5 days ago
Load more