Kekeringan, Saatnya Mengenal Irigasi Pintar Solusi Teknologi Pengairan Lahan Pertanian
AGTECH

Kekeringan, Saatnya Mengenal Irigasi Pintar Solusi Teknologi Pengairan Lahan Pertanian

1 month ago
320 views

BMKG telah menyatakan bahwa perkiraan musim kemarau kali ini (Juni - September 2019), khususnya di pulau Jawa, puncaknya akan terjadi pada bulan September 2019. Terhitung dari akhir Juli 2019 ini, berarti musim kemarau masih akan berlangsung sekitar dua bulan lagi.

Kekeringan dan Penggunaan Cadangan Air Untuk Lahan Pertanian

Sementara itu, lahan pertanian, persawahan, ladang dan perkebunan di beberapa daerah, terutama di Jawa dikabarkan sudah mulai kekurangan air. Tidak hanya itu, masyarakat di beberapa daerah juga sudah mulai kekurangan air bersih. 

Ketika itu terjadi, tumpuan satu-satunya sumber air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat banyak tentunya cadangan air yang ada di waduk yang bersumber dari air sungai. Selain sebagai pengairan lahan pertanian, air waduk juga sebagian dialokasikan untuk diolah, mensuplai kebutuhan air bersih masyarakat, dan industri.

Dalam kasus kekeringan seperti yang terjadi pada masa kemarau kali ini (Juli 2019), sudah pasti alokasi pengairan untuk lahan pertanian dari waduk dinomor-duakan. Air waduk, lebih banyak digunakan sebagai sumber air olahan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Apalagi hitung-hitungan ekonominya lebih tinggi.

Tuntutan Efisiensi & Efektivitas Penggunaan Air Untuk Pertanian

Menurut Bank Dunia lebih dari 70% air tawar di dunia digunakan untuk pertanian. Diprediksi pada tahun 2050, dengan kebutuhan produksi pertanian untuk mensuplai pangan 9 miliar penduduk bumi meningkat 50%, kebutuhan air untuk pertanian akan meningkat 15%.

Pada masa kemarau (Juli 2019), dan merujuk data dari Bank Dunia itu, sangat terasa sekarang ini pertanian dituntut untuk lebih efisien dan efektif dalam penggunaan air. Solusinya, tentu saja penggunaan air yang tepat, tertakar dan terukur, atau presisi.

Precision agriculture, atau pertanian presisi termasuk juga dalam pemanfaatan dan penggunaan air untuk pertanian, yaitu precision irrigation, atau sistem irigasi presisi. Di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, irigasi presisi ini sudah dikembangkan sedemikian rupa, sampai pada tingkatan smart irrigation, atau irigasi pintar. 

Mengenal Smart Irrigation atau Irigasi Pintar

Kita mungkin pernah melihat penyiraman dengan model sprinkle di sebuah taman tiba-tiba aktif sendiri. Smart irrigation atau irigasi pintar kurang lebih seperti itu. Irigasi pintar merupakan sistem pengairan otomatis tepat, tertakar dan terukur. Irigasi pintar berbasis sistem sensor, terdiri dari tiga komponen utama, diantaranya:

  1. Perangkat sensor,
  2. Software analitik data, dan
  3. Perangkat kontrol otomasi.

1. Controller atau Pengendali Otomatis

Pada sistem irigasi pintar fungsi dan performa pengendali otomatis diantarnya, mampu menyesuaikan secara otomatis waktu penyiraman berdasarkan keadaan cuaca dan kelembaban tanah, mampu menampilkan dan dapat dikendalikan dengan perangkat digital, meng-generate laporan dan alert atau peringatan otomatis secara digital.

2. Sensor

Sensor pada irigasi pintar yaitu sensor pintar, dengan kemampuan meng-capture, dan meng-collect data keadaan tanah, cuaca, dan tanaman. Sensor berbasis tanah paling umum digunakan untuk mendeteksi tekanan air pada sebuah tanaman. Sensor berbasis cuaca disebut juga sensor evapotranspirasi, atau evapotranspiration (ET), instrumen penginderaan cuaca, mengukur kondisi lingkungan ultra-lokal yang penting untuk perencanaan irigasi.

3. Software analitik 

Perangkat yang dikembangkan untuk mengontrol, memvisualisasi dan menganalisis data-data yang di-capture dan dikumpulkan oleh sistem sensor.

Value Preposition Irigasi Pintar

Dalam sistem pertanian pintar yang sepenuhnya otomatis, sensor dan perangkat lunak terhubung ke infrastruktur air untuk mengontrol pompa dan katup yang secara otomatis akan menjalankan jadwal penyiraman secara presisi, tepat, tertakar dan terukur.

Ketiga komponen itu terintegrasi dan terangkai menjadi satu sistem dengan kemampuan intrepretasi visualisasi data yang akurat dan real time. Value preposition dari irigasi pintar utamanya adalah untuk menentukan berapa kebutuhan jumlah air, dan kapan waktu terbaik penyiraman tanaman dilakukan. 

Irigasi Pintar untuk Pertanian Indonesia

Irigasi pintar untuk pertanian Indonesia sekarang ini sangat dibutuhkan. Dengan pertanian dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan, pengembangan irigasi pintar di Indonesia juga meliputi pengontrolan air pada saat musim penghujan. Bagaimana membatasi dan menyimpan air pada saat musim penghujan untuk digunakan pada saat musim kemarau.

Tentunya, solusi paling baik dan sustain atas keterbatasan dan kelangkaan air adalah dengan menjaga kelestarian alam. Tidak merusak hutan sebagai tempat cadangan air paling besar, sehingga sumber air tidak hilang, sungai-sungai di musim kemarau masih mengalir. 

Saat ini, petani di beberapa daerah di Jawa, setelah melewati masa tanam, harapan dan kecemasan menjadi teman di sawah. Sementara irigasi pintar belum menjangkau petani, apakah kemarau ini akan menggagalkan panen petani, ataukah ada sedikit kebijaksanaan untuk mengucurkan air ke sawah ladang mereka. 

img: ilustrasi. Kegunaan air untuk tumbuhan. GenAgraris.ID  

Richard Restuccia, Sep 02, 2016. Smart irrigation controllers and sustainable agriculture. businesschief.com

Yuanzhen Pan, August 8, 2018. July Was Smart Irrigation Month: How Sensor-based Smart Irrigation Tools Influence Agriculture. cleantech.com

Chart: Globally, 70% of Freshwater is Used for Agriculture. blogs.worldbank.org

 

66 Shares
 
Update Lainnya
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Solusi bisnis muncul berasal dari niat baik atau goodwill untuk memecahkan atau menyelesaikan suatu problematika, permasalahan yang dialami orang banyak.
12 hours ago
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Mengusung tema “Moving Forward to Serve The World”, Trade Expo Indonesia, TEI 2019 akan digelar pada 16—20 Oktober, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.
1 day ago
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Indonesia merupakan produsen palm oil terbesar di dunia. Sebagai komoditas unggulan selain kotribusi ekonomi kegunaan minyak sawit diantaranya sebagai bahan baku minyak goreng, margarin, sabun dan lainnya...
2 days ago
Load more