Fase Pengembangan Usaha Pada Jalan Wirausaha
KEWIRAUSAHAAN

Fase Pengembangan Usaha Pada Jalan Wirausaha

2 days ago
556 views

Biasanya sebab orang resign meninggalkan pekerjaaan ada dua, pindah ketempat kerja baru atau berubah haluan menekuni jalan wirausaha. Kasus pertama sifatnya pasti, orang pindah kerja kebanyakan sudah mendapatkan tawaran dari perusahaan lain. Kasus kedua, menekuni jalan wirausaha, masih memunculkan pertanyaan, mengapa wirausaha? Apa motifasinya? 

Niat & Tekad Wirausaha adalah Momentum

Bisa jadi karena keterpaksaan dengan pertimbangan berbagai hal, bisa pula memang sudah direncanakan dan diniatkan, karena melihat peluang yang jika dijalankan sendiri lebih menguntungkan baik secara materi maupun non materi.

Yang pasti lahirnya niat dan kekuatan melakoni jalan wirausaha merupakan momentum dimana keadaan didalam diri dengan ke keadaan diluar diri menghasilkan kesimpulan berupa energi atau tekad yang kuat.

Pada prakteknya, jalan wirausaha bisa saja berhenti hanya sampai fase self employee, sebagai freelancer, atau seorang pengusaha tanpa karyawan. Seorang wirausaha bisa saja nyaman dengan self employee, cari order/proyek sesuai dengan bidang keahliannya, sebagian pekerjaan outsource-kan ke pihak lain, itu sudah cukup.

Tidak perlu memikirkan gaji karyawan per bulan, tidak memikirkan strategi pemasaran atau produk, dan tentunya pengelolaan keuangannya pun bersifat personal. Dan, dengan itu saja sebenarnya sudah bisa menjadi kaya. Begitu juga freelance, dan lainnya.

Tapi tidak ketika seorang wirausaha membangun economic value yang konkret, karena itu berarti mendirikan, membangun dan mengembangkan organisasi dengan orientasi economic welfare. Memang ketika merintis usaha untuk menjadi perusahaan harus melewati fase bekerja seorang sendiri, atau self employee. .

3 Fase Kemandirian Kerja Menjadi Entitas Usaha

Untuk meneguhkan semangat dan meningkatkan daya juang, seorang wirausaha perlu memahami  3 fase penumbuhan kemandirian kerja menjadi sebuah entitas usaha dibawah ini.

1. Self Employee

Self employee sebenarnya seperti halnya karyawan, cuma yang membedakan adalah statusnya bukan karyawan, ia adalah pekerja independent, dimana tidak ada sistem manajemen perusahaan pada aktivitasnya. Memang kadang self employee membutuhkan modal tetapi itu tidak wajib.

Kapan kira-kira anda berhenti sebagai self employee dan meningkat ke level pengelola usaha mikro? Itu bukan sekedar hitung-hitungan prospek dan peluang, syarat utama yang dibutuhkan adalah keberanian dan kesadaran berbagi.

Dari situ berkembang menjadi sebuah sistem pengelolaan yang memperhitungkan ketepatan proporsi-proporsi untuk menentukan setiap tindakan usaha yang diambil.

2. Usaha Mikro

Di fase ini sudah ada aktivitas manajemen perusahaan. Walau hanya satu karyawan ini merupakan awal seorang wirausaha belajar berbagi, baik berbagi pekerjaan maupun berbagi keuntungan.

Dari sini muncul tanggung jawab dan tantangan lebih, dimana seorang wirausaha dituntut untuk terus belajar hal-hal baru tentang manajemen karyawan, keuangan, pendelegasian tugas, psikologi dan lainnya karena tuntutan untuk membangun sistem sudah muncul dan akan terus berkembang.

Faktor krusial pada fase ini ada dua, pemasaran dan keuangan. Seorang wirausaha yang mampu mengembangkan pemasaran dan mengatur keuangan kemungkinan besar akan melewati tahap ini.

Mengapa? Keduanya sangat terkait dengan kebesaran diri seorang wirausaha, sejauh mana ia dapat dipercaya mengemban peluang dan menghadapi tantangan atas usahanya, yang diuji oleh bagaiman perlakuannya terhadap konsumen dan bagaimana memegang uang.

3. Usaha Kecil

Pada fase ini karyawan lebih dari satu orang, seorang wirausaha sudah mempunyai orang-orang ahli yang dipillihnya untuk menangani bidang pekerjaan tertentu, seperti operasional, keuangan, karyawan, pemasaran dan sebagainya.

Keberhasilan usaha kecil tidak semata ditentukan oleh seorang wirausaha yang membangunnya, tetapi juga oleh karyawan didalamnya. Maka kunci keberhasilan seorang wirausaha pada fase ini adalah penanaman nilai-nilai kewirausahaanya kepada seluruh karyawannya, mempunyai visi, komitmen dan kebesaran yang sama, sehingga delegasi tugas dapat berjalan dengan baik dengan masing-masing karyawan mempunyai tanggung jawab yang sama atas perusahaan.

Pengembangan Usaha Menegah, Besar & Korporasi

Bagaimana dengan fase usaha menengah, dan usaha besar? Tugas seorang wirausaha utamanya membangun usaha sampai ke fase usaha menengah, karena fase usaha menengah lebih pada pengembangan entitas usaha yang bersifat organisasional dan struktural .

Pada usaha menengah ini sistem manajemen dirapihkan, dibangun dan diperkuat untuk menjadi entitas bisnis yang kokoh. Peran seorang wirausaha tetap menjadi pengendali dan penentu tetapi tidak dominan pada setiap kegiatan. 

Fase usaha besar lebih kepada mempertahankan keberlanjutan usaha, dengan menjalankan program regenerasi pengelolaan dan suksesi kepemimpinan.

Bagaimana dengan korporasi? Korporasi tidak masuk ke fase pertumbuhan perusahaan karena korporasi lebih pada kesepakatan pemodal untuk membentuk entitas binis.

Korporasi bisa saja berasal dari perusahaan besar, kecil, menengah atau bahkan berasal dari nol (peluang belum menjadi entitas bisnis atau melahirkan kegiatan bisnis), yang karena ada kesepakatan antar pemodal jadilah korporasi.

66 Shares
 
Update Lainnya
Teknik Budidaya Kacang Panjang Secara Tepat dan Efektif Untuk Meningkatkan Produktivitas
Teknik Budidaya Kacang Panjang Secara Tepat dan Efektif Untuk Meningkatkan Produktivitas
Kacang panjang merupakan salah satu tanaman perdu semusim yang mengandung protein (17,30 %), lemak (1,50%), karbohidrat (70%), vitamin A, B, C, dan mineral.
1 day ago
Potensi dan Tantangan Pengembangan Budidaya Persuteraan di Indonesia
Potensi dan Tantangan Pengembangan Budidaya Persuteraan di Indonesia
Ekspor komoditas dari ulat sutra dapat berupa kokon, benang dan barang jadi.
1 day ago
7 Teknologi yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Agribisnis Di Indonesia
7 Teknologi yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Agribisnis Di Indonesia
Nanoteknologi, 3D Printed Food, Indraja, Bioteknologi dan lainnya merupakan teknologi yang berpengaruh terhadap arah pola-pola pengembangan usaha agribisnis dan kompetensi usaha agribisnis.
5 days ago
Load more