Definisi Pelaku-pelaku Di Bidang Pertanian Selain Petani
MANAJEMEN

Definisi Pelaku-pelaku Di Bidang Pertanian Selain Petani

Admin
1 month ago
1749 views

Ketika berbicara mengenai pertanian kata ‘petani’ seringkali mewakili pelaku utama yang mewakili keseluruhan pelaku-pelaku pertanian lainnya di hulu. Padahal jika ditelisik lagi pelaku pertanian di hulu pun bukan petani saja. Ada pekerja tani, ada pengepul tingkat hulu, ada pengusaha tani dan lainnya yang secara definisi dan fakta memiliki peran yang berbeda-beda.

Kata “Petani”

Memang pada perbincangan atau bahasan tertentu susah memunculkan pelaku pertanian lainnya sepert pekerja tani, rumah tangga tani dan lainnya. Seingga perlu waspada dengan kata ‘petani’ jangan sampai menghilangkan pelaku pertanian lainnya.

Masing-masing pelaku di bidang pertanian sesuai dengan perannya memberikan kontribusi nilai berbeda pada tiap-tiap rantai nilai. Masing-masing pelaku pertanian mempunyai peran, keterampilan dan keahlian serta karakteristik sendiri, sehingga komunikasi masing-masing pelaku juga berbeda, apalagi ketika membangun kerja sama.

Pelaku-pelaku Di Bidang Pertanian

Sebelumnya penggolongan petani dengan berbagai kriteria sudah dilakukan olah berbagai institusi atau lembaga. Penggolongan petani dimaksudkan untuk memetakan rantai nilai dan karakter pelaku pertanian terutama ditingkat hulu.

Terlepas dari penggolongan yang sudah ada, walaupun pendefinisiannya tetap menjadi referensi atau acuan berikut pelaku-pelaku dalam bidang pertanian.

1. Pekerja tani (paesant)

Pelaku pertanian yang mempunyai lahan terbatas, atau bahkan tidak mempunyai lahan. Bertani sebagai pekerjaan dan mata pencaharian utama dengan bekerja kepada petani yang mempunyai lahan lebih luas atau menggarap lahannya dengan sistem bagi hasil atau “paron”, dan sejenisnya. Pekerja tani merupakan orang yang terampil, giat dan gigih dengan cara kerja bertani natural base.

2. Petani (farmer)

Pelaku pertanian yang mempunyai lahan cukup luas yang dengan lahannya tersebut ia dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, kesehatan dan pendidikan. Bertani sebagai pekerjaan dan mata pencaharian utama dengan mengolah lahannya sendiri. Petani merupakan orang yang terampil, giat dan gigih, dengan cara kerja tidak sepenuhnya natural base. Ia menggunakan mesin, membeli bibit unggul dan perlengkapan atau input pertanian lainnya untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

3. Pengusaha Tani

Pelaku pertanian yang berlaku sebagai petani sekaligus juga sebagai pengusaha. Ia menggarap lahan dan berniaga komoditas pertanian yang dihasilkan dari lahannya sendiri dan berasal dari petani lain.

4. Pengusaha Pertanian

Pelaku pertanian yang kegiatan utamanya berniaga, bisa memiliki lahan tetapi tidak digarap langsung atau digarap sendiri.  Ia berniaga komoditas pertanian yang dihasilkan dari lahannya sendiri atau sepenuhnya berasal dari petani lain.

5. Kelompok Tani

Berdasarkan Permentan No. 273/Kpts/OT.160/4/2007, kelompok tani adalah kumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumberdaya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. Kelompok tani juga dapat diartikan organisasi non formal di perdesaan yang ditumbuhkembangkan “dari, oleh dan untuk petani”.

6. Pekerja Pertanian

Pelaku pertanian yang merupakan pekerja terdidik yang bekerja dibidang pertanian. Ia adalah karyawan perusahaan, institusi atau lembaga.

7. Ahli Pertanian

Pelaku pertanian yang mendalami ilmu pertanian, mengerti secara mendetail dan mendalam bidang pertanian yang didalaminya, sehingga dapat mengidentifikasi permasalahan dan mengembangkan teknik, atau metode pertanian baru.

8. Perusahaan pertanian

Pelaku pertanian yang berbadan hukum sebagai perusahaan, yang kegiatan usaha utamanya dibidang pertania, peternakan atau perkebunan.

9. Rumah Tangga Pertanian

Rumah Tangga Pertanian adalah rumah tangga yang sekurang-kurangnya satu orang anggota rumah tangga melakukan kegiatan yang menghasilkan produk pertanian dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual/ditukar untuk memperoleh pendapatan/keuntungan atas risiko sendiri (BPS).

10. Lembaga Adat Pertanian

Lembaga non formal yang terbentuk dari nilai-nilai dan norma osial masyarakat lokal yang mempunyai kewenangan untuk membentuk atau mengatur sistem pertanian disuatu daerah atau wilayah tertentu.

11. LSM Pertanian

Organisasi formal yang didirikan oleh perorangan ataupun sekelompok orang atas dasar visi atau tujuan tertentu, secara sukarela yang memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatannya.

Batasan Pendefinisian Kata yang Terkait dengan Petani

Pendefinisian pelaku dibidang pertanian diatas mengacu pada berbagai refereni definisi yang sudah ada. Adapun pendifinisian tersebut bukan merupakan pengelompokkan, tetapi penjabaran pelaku pertanian sesuai dengan fungsi dan peranannya masing-masing berdasarkan yang ada dilapangan.

66 Shares
 
Update Lainnya
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Solusi bisnis muncul berasal dari niat baik atau goodwill untuk memecahkan atau menyelesaikan suatu problematika, permasalahan yang dialami orang banyak.
12 hours ago
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Mengusung tema “Moving Forward to Serve The World”, Trade Expo Indonesia, TEI 2019 akan digelar pada 16—20 Oktober, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.
1 day ago
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Indonesia merupakan produsen palm oil terbesar di dunia. Sebagai komoditas unggulan selain kotribusi ekonomi kegunaan minyak sawit diantaranya sebagai bahan baku minyak goreng, margarin, sabun dan lainnya...
2 days ago
Load more