Definisi Pelaku-pelaku Di Bidang Pertanian Selain Petani
INSAN

Definisi Pelaku-pelaku Di Bidang Pertanian Selain Petani

Admin
9 months ago
1122 views

Kata “Petani”

Ketika berbicara mengenai pertanian kata ‘petani’ seringkali mewakili pelaku utama yang mewakili keseluruhan pelaku-pelaku pertanian lainnya di hulu. Padahal jika ditelisik lagi pelaku pertanian di hulu pun bukan petani saja. Ada pekerja tani, ada pengepul tingkat hulu, ada pengusaha tani dan lainnya yang secara definisi dan fakta memiliki peran yang berbeda-beda.

Memang pada perbincangan atau bahasan tertentu susah memunculkan pelaku pertanian lainnya sepert pekerja tani, rumah tangga tani dan lainnya. Seingga perlu waspada dengan kata ‘petani’ jangan sampai menghilangkan pelaku pertanian lainnya.

Masing-masing pelaku di bidang pertanian sesuai dengan perannya memberikan kontribusi nilai berbeda pada tiap-tiap rantai nilai. Masing-masing pelaku pertanian mempunyai peran, keterampilan dan keahlian serta karakteristik sendiri, sehingga komunikasi masing-masing pelaku juga berbeda, apalagi ketika membangun kerja sama.

Pelaku-pelaku Di Bidang Pertanian

Sebelumnya penggolongan petani dengan berbagai kriteria sudah dilakukan olah berbagai institusi atau lembaga. Penggolongan petani dimaksudkan untuk memetakan rantai nilai dan karakter pelaku pertanian terutama ditingkat hulu.

Terlepas dari penggolongan yang sudah ada, walaupun pendefinisiannya tetap menjadi referensi atau acuan berikut pelaku-pelaku dalam bidang pertanian.

Pekerja tani (paesant)

Pelaku pertanian yang mempunyai lahan terbatas, atau bahkan tidak mempunyai lahan. Bertani sebagai pekerjaan dan mata pencaharian utama dengan bekerja kepada petani yang mempunyai lahan lebih luas atau menggarap lahannya dengan sistem bagi hasil atau “paron”, dan sejenisnya. Pekerja tani merupakan orang yang terampil, giat dan gigih dengan cara kerja bertani natural base.

Petani (farmer)

Pelaku pertanian yang mempunyai lahan cukup luas yang dengan lahannya tersebut ia dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, kesehatan dan pendidikan. Bertani sebagai pekerjaan dan mata pencaharian utama dengan mengolah lahannya sendiri. Petani merupakan orang yang terampil, giat dan gigih, dengan cara kerja tidak sepenuhnya natural base. Ia menggunakan mesin, membeli bibit unggul dan perlengkapan atau input pertanian lainnya untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Pengusaha Tani

Pelaku pertanian yang berlaku sebagai petani sekaligus juga sebagai pengusaha. Ia menggarap lahan dan berniaga komoditas pertanian yang dihasilkan dari lahannya sendiri dan berasal dari petani lain.

Pengusaha Pertanian

Pelaku pertanian yang kegiatan utamanya berniaga, bisa memiliki lahan tetapi tidak digarap langsung atau digarap sendiri.  Ia berniaga komoditas pertanian yang dihasilkan dari lahannya sendiri atau sepenuhnya berasal dari petani lain.

Kelompok Tani

Berdasarkan Permentan No. 273/Kpts/OT.160/4/2007, kelompok tani adalah kumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumberdaya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. Kelompok tani juga dapat diartikan organisasi non formal di perdesaan yang ditumbuhkembangkan “dari, oleh dan untuk petani”.

Pekerja Pertanian

Pelaku pertanian yang merupakan pekerja terdidik yang bekerja dibidang pertanian. Ia adalah karyawan perusahaan, institusi atau lembaga.

Ahli Pertanian

Pelaku pertanian yang mendalami ilmu pertanian, mengerti secara mendetail dan mendalam bidang pertanian yang didalaminya, sehingga dapat mengidentifikasi permasalahan dan mengembangkan teknik, atau metode pertanian baru.

Perusahaan pertanian

Pelaku pertanian yang berbadan hukum sebagai perusahaan, yang kegiatan usaha utamanya dibidang pertania, peternakan atau perkebunan.

Rumah Tangga Pertanian

Rumah Tangga Pertanian adalah rumah tangga yang sekurang-kurangnya satu orang anggota rumah tangga melakukan kegiatan yang menghasilkan produk pertanian dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual/ditukar untuk memperoleh pendapatan/keuntungan atas risiko sendiri (BPS).

Lembaga Adat Pertanian

Lembaga non formal yang terbentuk dari nilai-nilai dan norma osial masyarakat lokal yang mempunyai kewenangan untuk membentuk atau mengatur sistem pertanian disuatu daerah atau wilayah tertentu.

LSM Pertanian

Organisasi formal yang didirikan oleh perorangan ataupun sekelompok orang atas dasar visi atau tujuan tertentu, secara sukarela yang memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatannya.

Batasan

Pendefinisian pelaku dibidang pertanian diatas mengacu pada berbagai refereni definisi yang sudah ada. Adapun pendifinisian tersebut bukan merupakan pengelompokkan, tetapi penjabaran pelaku pertanian sesuai dengan fungsi dan peranannya masing-masing berdasarkan yang ada dilapangan.

66 Shares
 
Update Lainnya
Kandungan dan Keunggulan Lima Sumber Pangan Alternatif Pengganti Nasi
Kandungan dan Keunggulan Lima Sumber Pangan Alternatif Pengganti Nasi
Sagu, sukun, umbi kayu, umbi jalar, merupakan pangan alternatif pengganti beras yang dapat dijadikan sebagai makanan pokok dengan kandungan nutrisi yang tinggi.
1 week ago
Potensi dan Tantangan Budidaya Buah Kurma Di Indonesia
Potensi dan Tantangan Budidaya Buah Kurma Di Indonesia
Budidaya buah kurma di Indonesia berhasil membuat kurma ini sebagai buah segar yang dapat dipanen pada umur 150 hari.
6 days ago
Mengenal Benih Unggul Kopi Robusta dari Pagar Alam
Mengenal Benih Unggul Kopi Robusta dari Pagar Alam
Kopi robusta pagar alam, varietas kopi unggulan dengan cita rasa, hasil panen, dan harga tinggi, serta bermanfaat bagi kesehatan.
6 days ago
Load more