Business Case: Fokus dan Prioritas Dalam Pengembangan Perusahaan
MANAJEMEN

Business Case: Fokus dan Prioritas Dalam Pengembangan Perusahaan

1 week ago
340 views

Ditengah banyaknya agenda usaha, rencana pengembangan usaha atau kegiatan lainnya yang menyangkut bisnis sering kali muncul kata ‘prioritas’ yang selanjutnya ditegaskan dengan kata ‘fokus’. Prioritas sering kali dinyatakan dalam skala, 1, 2, 3 dan seterusnya, berkaitan dengan apa yang harus didahulukan dan apa yang harus dikesampingkan, dengan kata lain apa yang harus menjadi fokus.

Dari Satu Pertanyaan Steve Jobs yang Menggugah

Artikel tengang prioritas dari Inc.com (24/9/2018), dengan judul “The 1 Brutal Question Every Leader Should Be Able to Answer, According to Steve Jobs” yang ditulis oleh Mida Zetlin, Co-Author The Geek Gap sangat menarik untuk dibaca. Dengan lugas artikel tersebut mengungkap arti prioritas lebih dalam yang digali dari kasus satu pertanyaan yang dilontarkan Steve Jobs kepada ratusan karyawan Yahoo ketika diundang Yahoo untuk menjadi pembicara pada tahun 2007. 

Dalam acara tersebut, pada pidatonya dengan tema penentuan prioritas, Steve Jobs melontarkan satu pertanyaan mendasar “If you could only do one thing, what would it be?”, atau “jika anda hanya bisa melakukan satu hal (pekerjaan), apa yang akan terjadi?”

Singkatnya, kasus Stave Jobs pada artikel Inc diatas, jika sudah menjadi prioritas berarti harus fokus. Dan, fokus berarti juga mengesampingkan yang menjadi minat dan kepedulian dibelakang pekerjaan yang sudah menjadi prioritas. Fokus juga menimbulkan cost atau biaya. Oleh karena itu, jika sudah fokus berarti suatu pekerjaan atau pengembangan harus diselesaikan dengan cepat.

Pembelajaran dari Steve Jobs

Mengacu pada kasus tersebut, prioritas berarti juga urgensi, tuntutan atau kebutuhan mendesak, yang berasal dari internal maupun eksternal. Lebih mudah membuat list atau daftar apa yang menjadi prioritas berdasarkan parameter-parameter tertentu dari pada melaksanakannya.

Dalam pelaksanaan apa yang sudah menjadi prioritas, untuk fokus sering kali membutuhkan cambuk atau disiplin diri. Keterbatasan waktu dan konsekewnsi dalam pelaksanaan hal yang menjadi proritas merupakan tekanan psikologis yang lebih besar dibanding mengerjakan pekerjaan yang tidak menjadi prioritas. Itu terjadi karena apa yang menjadi prioritas juga sering kali mengalami kerancuan, karena adanya perbedaan prioritas pada berbagai level atau lingkup organisasi.

Tengang Prioritas

Oleh karena itu, apa yang menjadi prioritas harus dituangkan dalam rencana kerja perusahaan, menjadi acuan perusahaan yang diturunkan ke berbagai level organisasi. Jadi, apa yag dimaksud Steve Jobs pada kasus diatas, perusahaan harus mengetahui apa yang menjadi prioritasnya, walaupun konsekwensinya kehilangan peluang lainnya, menyelesaikan apa yang menjadi prioritas dengan tenggat waktu yang cepat, supaya bisa segera move on atau berlari dengan prioritas-prioritas perusahaan berikutnya.

66 Shares
 
Update Lainnya
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Solusi bisnis muncul berasal dari niat baik atau goodwill untuk memecahkan atau menyelesaikan suatu problematika, permasalahan yang dialami orang banyak.
12 hours ago
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Mengusung tema “Moving Forward to Serve The World”, Trade Expo Indonesia, TEI 2019 akan digelar pada 16—20 Oktober, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.
1 day ago
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Indonesia merupakan produsen palm oil terbesar di dunia. Sebagai komoditas unggulan selain kotribusi ekonomi kegunaan minyak sawit diantaranya sebagai bahan baku minyak goreng, margarin, sabun dan lainnya...
2 days ago
Load more