Asal-usul dan Sistem Kerja Borongan dan Harian Pada Usahatani
MANAJEMEN

Asal-usul dan Sistem Kerja Borongan dan Harian Pada Usahatani

1 month ago
200 views

Pada usahatani, usaha yang berhubungan dengan lahan, untuk pengolahan lahan pada umumnya ada yang dikerjakan borongan. Bahkan, usahatani memungkinkan tidak mempunyai pegawai tetap, yaitu dengan dengan mempekerjakan tenaga kerja harian.

Pengerjaan borongan dan harian, keduanya merupakan sistem atau cara kerja, yaitu mempekerjakan tenaga kerja untuk suatu pekerjaan dengan output yang ditentukan diawal, daam suatu waktu tertentu yang pembayarannya, diborong langsung setelah pekerjaan selesai, atau bisa juga per termin pembayaran, atau dibayarkan harian, setiap selesai bekerja per hari.

Sekilas Tentang Asal-usul Sistem Kerja Usahatani

Pekerjaan borongan dan harian ini selalu ada pada usahatani. Dalam lingkup industri usaha keduanya ini lebih dikenal dengan nama outsourcing atau sobkontraktor, atau pekerjaan yang dikerjakan pihak luar. Lebih jauh lagi, sistem atau cara kerja borongan dan harian itu berasal dari sistem atau cara kerja gotong royong.

Sistem kerja gotong royong merupakan sistem kerja yang biasa digunakan oleh petani-petani jaman dulu. Sistem kerja gotong royong pada masyarakat petani merupakan sistem kerja saling membantu dan melengkapi yang didasarkan pada asas kebersamaan. Ciri khas, yang membedakan sistem kerja gotong royong dengan lainnya diikat oleh tradisi, dan adanya penghargaan serta sangsi sosial. 

Perubahan sistem kerja gotong royong menjadi sistem kerja borongan, utamanya disebabkan oleh dua factor, pergeseran asas kebersamaan ke asas transaksional dan terbentuknya spesialisasi kerja pada masyarakat petani.

Belajar dari Hubungan Usahatani Perorangan dengan Pekerjanya

Usahatani, sebagai usaha pertanian yang akarnya adalah masyarakat petani tidak bisa begitu saja lepas dari sistem kerja lama diatas. Itu sebabnya dalam sistem kerja usahatani hubungannya dengan pegawai atau pekerja baik pekerja tetap atau borongan merupakan hubungan yang unik dan “rumit”.

Sebagai contoh, banyak usahatani yang dijalankan perorangan atau keluarga yang tidak mempunyai pegawai atau tenaga kerja formal. Sangat jarang pelaku usahatani perorangan yang mempunyai pegawai tetap, digaji bulanan, walau pekerja pada usaha tani itu bekerja rutin hampir setiap hari, setidaknya dalam satu bulan lebih dari 20 hari.

Tapi, kompensasi atas itu, pelaku usahatani biasanya akan membantu kebutuhan-kebutuhan pekerjanya yang bersifat urgent dan membutuhkan biaya besar, seperti ketika sakit, hajatan, menyekolahkan anak dan lainnya.

Tentu saja secara formal itu tidak bisa dikatakan sebagai pegawai tetap. Menghitung kompensasi dan benefit pelaku usahatani yang diberikan kepada pekerjanya per tahun, bisa jadi ketika di rata-rata lebih dari standar gaji di suatu daerah. Diatas semua itu, hubungan antara pelaku usahatani perorangan itu dengan pekerjanya adalah saling membantu disaat membutuhkan.

Borongan atau Harian, Dipilah Berdasarkan Karakteristik Pekerjaannya

Usahatani yang sudah terlembagakan, dalam bentuk PT atau CV dengan manajemen dan SOP (Standar Operasional Prosedur), tidak dapat fleksibel dalam memberlakukan tenaga kerja tani seperti yang dilakukan atau pada saat masih dalam bentuk usahatani perorangan.

Walau pada usahatani yang terlembagakan sudah ada manajemen dan karyawan tetap, tidak menutup kemungkinan masih memerlukan tenaga kerja tambahan. Ini biasanya diphak-ketigakan, masyarakat sekitar yang mengerjakannya, dengan sistem kerja borongan atau harian.

Antara dua sistem kerja itu, dengan sistem kerja yang berbeda, jenis pekerjaan yang dikerjakannya juga mempunyai perbedaan. Karakteristik pekerjaan yang cocok dikerjakan dengan sistem borongan, diantaranya:

  • Pekerjaan sessional, hanya dilakukan 2 sampai 3 kali dalam satu musim tanam, seperti round up.
  • Bukan pekerjaan yang berdampak krusial terhadap produksi dan produktivitas secara keseluruhan. Jika terjadi kesalahan atau ketidaksempurnaan masih dapat diperbaiki, seperti penyiangan, atau pembersihan rumput.
  • Pekerjaan yang tidak membutuhkan keterampilan khusus tapi membutuhkan tenaga kerja banyak.
  • Pekerjaan yang mempunyai tenggat waktu sedikit, atau pekerjaan yang harus selesai dengan segera, seperti pemanenan.
  • Pekerjaan yang tolak ukur outputnya jelas dan dapat dilihat atau dirasakan seketika itu juga.

Sedangkan, karakteristik pekerjaan yang cocok dikerjakan dengan sistem harian, diantaranya:

  • Pekerjaan yang membutuhkan tenggat waktu lama, biasanya lebih dari tiga atau empat hari.
  • Pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan kerapihan, seperti pada pembenhinan.
  • Pekerjaan yang overload, atau tidak cukup waktu dan tenaga untuk dikerjakan sendiri.
  • Pekerjaan yang membutuhkan tenaga terampil.

Prinsip Efisiensi, Efektivitas dan Responsibilitas

Sebagai sebuah usaha atau bisnis, antara sistem kerja borongan dan harian, prisnip dasarnya adalah efisiensi dan efektivitas. Baik dikerjakan sendiri, diborongkan atau harian, selama memenuhi itu itulah yang dipilih.

Tapi, untuk usahatani sebagai usaha yang tidak terlepas dari masyarakat pertanian, efisiensi dan efektivitasnya bisa jadi mencakup lingkup yang lebih luas, yaitu sosial dan alam. Pengerjaan borongan atau harian pada usahatani juga dibutuhkan untuk membangun hubungan sosial dengan masyarakat sekitar.

 

66 Shares
 
Update Lainnya
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Solusi bisnis muncul berasal dari niat baik atau goodwill untuk memecahkan atau menyelesaikan suatu problematika, permasalahan yang dialami orang banyak.
12 hours ago
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Mengusung tema “Moving Forward to Serve The World”, Trade Expo Indonesia, TEI 2019 akan digelar pada 16—20 Oktober, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.
1 day ago
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Indonesia merupakan produsen palm oil terbesar di dunia. Sebagai komoditas unggulan selain kotribusi ekonomi kegunaan minyak sawit diantaranya sebagai bahan baku minyak goreng, margarin, sabun dan lainnya...
2 days ago
Load more