5 Taipan Indonesia Tak Lepas Dari Bisnis Pertanian
INSAN

5 Taipan Indonesia Tak Lepas Dari Bisnis Pertanian

Dheteas
1 year ago
850 views

Pertanian masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat. Meskipun Indonesia dikenal sebagai negara agraria, tetapi para petani di tanah air kebanyakan masih hidup di ambang batas kemiskinan.

Tak sepenuhnya benar, karena beberapa waktu lalu Forbes, perusahaan data yang bermarkas di Amerika Serikat merilis data daftar nama – nama konglomerat alias taipan di tanah air yang sukses berkat pertanian.

Siapa saja mereka? Anda wajib tahu 5 taipan bisnis pertanian asal Indonesia berikut:

Bachtiar Karim

musim mas founder

Masuk dalam jajaran 5 orang terkaya di Indonesia versi Forbes, Bachtiar Karim memiliki kekayaan setara $900 M, per November 2017. Berhasil menuai keuntungan dari pertanian industri minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia dan salah satu terbesar di dunia.

Ia adalah pemilik sekaligus pengendali Musim Mas Group, perusahaan CPO terintegrasi dari hulu sampai hilir. Usaha milikinya dirintis sejak 1972, bisnis keluarga yang mulanya berasal dari satu pabrik sabun bermerek Nam Cheong di Medan, Sumatera Utara.

Kini Musim Mas telah memiliki kantor perwakilan di 11 negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Jerman, Italia, Spanyol, India, China, Vietnam, Malaysia, Indonesia, dan berkantor pusat di Singapura.

Jogi Hendra Atmadja

Jogi hendra Atmadja dilahirkan di Jakarta pada tahun 1946. Setelah menamatkan sekolah menengah atas, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti. Setelah lulus dari sana, Jogi Hendra Atmadja bersama dengan Drs. Raden Soedigdo dan Ir. Darmawan Kurnia mendirikan PT Mayora Indah pada tanggal 17 februari 1977 di Jakarta.

Mayora memproduksi makanan ringan yang menjadi andalan perusahaan. Pabrik pertamanya didirikan di Tangerang. Sejak berdirinya Mayora, Jogi Hendra Atmadja sudah menjabat sebagai komisaris utama di perusahaan Mayora. Jabatan yang sama juga ia pegang di tiga perusahaan lain seperti di PT. Tunita Branindo, PT. Torabika Eka Semesta, dan PT. Kakao Mas Gemilang.

Kekayaannya menurut Forbes mencapai $2.7 B per November 2017.

Peter Sondakh

Dimulai dari bisnis minyak kelapa dan eksportir kayu warisan ayahnya, pada tahun 1954, ia berkembang menjadi pengusaha nasional. Pada tahun 19845 ia mendirikan PT Rajawali Corpora, sebuah perusahaan investasi, melecit menjadi pengusaha hotel, dengan membangun hotel bintang 5 pada tahun 1990. 

Pada tahun 2001 grup usahanya ekspansi ke bidang internet, mendirikan Velo Netwrok sebuah perusahaan ISP. Asset perusahaan lainnya diantaranya, PT Eagle High Plantation bergerak di perkebunan sawit dan CPO, Four Seasons hotel, dan RTV.

Kekayaannya menurut Forbes mencapai $1.89 B, per 2018.

Susilo Wonowidjojo 

Susilo Wonowidjojo (Cai Daoping) merupakan pengusaha keturunan Tionghoa. Ia lahir pada tanggal 18 November 1956 di Kediri. Ayahnya bernama Surya Wonowidjojo (Tjoa Ing Hwie) seorang pengusaha rokok di Kediri asal Fujian, China. Ibunya bernama Feni Olivia.

Susilo Wonowidjojo merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara. Ayahnya, Surya Wonowidjojo terlebih dahulu merintis sebuah pabrik rokok di Kediri pada usia 35 tahun tepatnya pada tahun 1958. Pabriknya rokok itu pada awalnya bernama Inghwie namun namanya ia ubah menjadi Tjap Gudang Garam.

Pabrik rokok milik ayah Susilo Wonowidjojo awalnya hanya memproduksi rokok lintingan yang terbuat dari daun jagung. Ayahnya bekerja keras mengembangkan pabrik rokok tersebut. Perlahan-lahan pabrik rokok tjap Gudang Garam kemudian mulai berkembang.

Kekayaannya menurut Forbes mencapai $8.8 B , per November 2018.

Boenjamin Setiawan

founder kalbe

Boenjamin Setiawan dilahirkan  pada tanggal 27 September 1933 di kota Tegal, Jawa Tengah. Boenjamin Setiawan atau dr. Boen dikenal sebagai seorang dokter sekaligus salah satu pengusaha terkaya di Indonesia.

Kekayaannya berasal dari usahanya yang bergerak bidang farmasi/obat-obatan. Beonjamin Setiawan merupakan pemilik sekaligus pendiri PT Kalbe Farma, salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia.

Sebagai pengendali Mitra Keluarga dan pemilik 12 Rumah Sakit kekayaannya menurut Forbes mencapai $3.6 B, per November 2018.

Soegiharto Sosrodjojo & family 

Keluarga Sosrodjojo pemilik dan penemu Teh Botol Sosro. Usaha penjualan teh bermula dari ayahnya Sosrodjojo yang mempunyai kebun teh sendiri di wilayah Slawi, Jawa Tengah. Karena harga daun teh yang di panen di perkebunan teh miliknya merosot, Sosrodjojo akhirnya menjual teh kering dalam bentuk kemasan siap seduh di pasar-pasar pada tahun 1940.

Indra Sosrodjojo adalah generasi ketiga keluarga Sosrodjojo, pemilik kekayaan Teh Botol di bawah PT Sinar Sosro. Ia memilih jalur yang berbeda, masuk ke industri perangkat lunak, dengan menjadi direktur PT Andal Software Sejahtera. Ini juga dapat diartikan langkah awal ekspansi usaha keluarga Sosro.

 

 

66 Shares
 
Update Lainnya
Kandungan dan Keunggulan Lima Sumber Pangan Alternatif Pengganti Nasi
Kandungan dan Keunggulan Lima Sumber Pangan Alternatif Pengganti Nasi
Sagu, sukun, umbi kayu, umbi jalar, merupakan pangan alternatif pengganti beras yang dapat dijadikan sebagai makanan pokok dengan kandungan nutrisi yang tinggi.
1 week ago
Potensi dan Tantangan Budidaya Buah Kurma Di Indonesia
Potensi dan Tantangan Budidaya Buah Kurma Di Indonesia
Budidaya buah kurma di Indonesia berhasil membuat kurma ini sebagai buah segar yang dapat dipanen pada umur 150 hari.
6 days ago
Mengenal Benih Unggul Kopi Robusta dari Pagar Alam
Mengenal Benih Unggul Kopi Robusta dari Pagar Alam
Kopi robusta pagar alam, varietas kopi unggulan dengan cita rasa, hasil panen, dan harga tinggi, serta bermanfaat bagi kesehatan.
6 days ago
Load more