Insan

Waspada Penyebaran Virus Corona Sampai Ke Perdesaan

Penyebaran wabah virus corona dari kota ke desa cukup tinggi.

  1. 0 Komentar
  2. 4 Dibagikan
null

Terhitung sejak awal maret, sampai 21 maret sudah 450 orang yang terkonfirmasi positif virus corona, dimana 20 orang sembuh, 38 orang meninggal. Sebagai perbandingan, perkembangan pandemi virus corona di tingkat global, 158 negara sudah terjangkit virus ini, dimana 8 negara diantaranya merupakan negara baru, 244,525 orang trekonfirmasi positif, 86,032 sembuh, dan 10,031 meninggal.

Perkembangan Pandemi Vrirus Corona

Dari awal Maret, wabah virus corona semakin meluas, dan semakin banyak orang yang terjangkit. Pada tanggal 20 Maret, sudah 9 Pemda menyatakan status tanggap darurat COVID-19, diantaranya, DKI Jakarta, Pemkot Depok, DI Yogyakarta, Pemkot Bogor, Pemprov Banten, Pemprov Kaltim, Pemprov Jatim, Pemprov Kalbar, Pemprov Jabar.

DKI Jakarta menjadi daerah yang paling banyak orang yang terkonfirmasi positif virus corona, yaitu 267 orang (per 21 Maret 2019), dimana Orang Dalam Pengawasan (ODP) per 18 maret sebanyak 862 orang. DKI Jakarta juga menjadi pangkal masyarakat umum mengetahui virus corona dengan berbagai pemberitaannya di media.

COVID-19, digunakan sebagai nama untuk penyakit yang disebabkan oleh virus corona, kepanjangan dari coronavirus disease 2019. Diketahui, sebelum menyebar ke berbagai negara, penyakit COVID-2019 yang disebabkan oleh coronavirus itu pertama kali menjangkiti dan mewabah di kota Wuhan, China. Hanya dalam waktu hitungan bulan, virus corona tersebar dari kota ke kota, ke berbagai negara, menjadi pandemi global.

Berdasarkan keterangan juru bicara pemerintah, Achmad Yurianto jumlah warga Indonesia yang berisiko terjangkit virus corona mencapai 600.000 hingga 700.000 orang (21/03, Kompas.com). Artinya, kemungkinan besar jumlah orang yang terkonfirmasi positif virus corona, orang dalam pengawasan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP) sampai 22 Maret ini akan terus bertambah.

Tingkat Risiko Penyebaran Virus Corona Dari Kota Ke Desa

Selama ini, berbagai temuan kasus virus corona terkonsentrasi di daerah rural atau perkotaan. Berdasarkan cara penularan virus corona dan selama masih ada mobolisasi, perpindahan atau pergerakan orang dari kota (terutama kota yang sudah serius terjangkit) ke desa atau sebaliknya, masyarakat perdesaan, tetap tidak lepas dari risiko penyakit COVID-19.

Untuk itu, masyarakat perdesaan sudah harus mulai waspada terhadap wabah virus corona. Perlu diketahui, penularan virus corona bisa terjadi melalui berbagai hal, utamanya (19/03, Kompas.com):

  • Droplets atau tetesan cairan yang berasal dari batuk dan bersin,
  • Kontak pribadi seperti menyentuh dan berjabat tangan, dan
  • Menyentuh benda atau permukaan dengan virus di atasnya, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata tanpa mencuci tangan.

Apalagi, dari berbagai penelitian menyatakan bahwa virus corona mampu bertahan hidup sampai hitungan hari, di permukaan benda. Virus corona mampu bertahan hidup hingga 72 jam di permukaan plastik dan besi, dan 24 jam di permukaan kardus.

Jadi, berdasarkan fakta itu, penyebaran wabah virus corona dari kota ke desa dapat disumpulkan cukup tinggi karena berbagai peluang penularan yang masih sangat terbuka.

Waspada Virus Corona Pada Masyarakat Desa

Seperti yang dianjurkan oleh pemerintah, untuk mencegah penularan dan penyebaran virus corona, masyarakat perlu menerapkan social distancing, menerapkan jarak aman sehat dalam pergaulan sosial. Masyarakat perdesaan merupakan masyarakat komunal, akrab dan mempunyai empati yang tinggi satu sama lain, tolong-menolong, dan lekat dengan budaya berkunjung dan kekeluargaan.

Ini yang menjadi tantangan. Selain kemungkinan miss communication, dan distorsi komunikasi karena banyaknya informasi sehingga informasi yang utama dan falid mengenai wabah virus corona justru tidak tersampaikan, tradisi yang melekat yang sudah dijalankan berpuluh-puluh tahun oleh masyarakat desa tidak serta merta dapat dihentikan begitu saja.

Sebagai bentuk kewaspadaan, dengan semakin merebaknya wabah virus corona, masyarakat perdesaan sudah harus menerapkan social distancing, terutama menghindari kerumunan yang sifatnya masal, atau lebih dari sepuluh orang.

Apalagi penduduk desa yang warga desa atau warga tentangga desanya sudah ada yang terkonfirmasi positif penyakit COVID-29, terkonfirmasi sebagai status PDP atau ODP, menerapkan jarak sehat dalam dalam pergaulan sosial, tentu sudah harus menjadi suatu kebutuhan.

Untuk itu, berikut social distancing, menjaga tidak terjadinya kerumunan orang yang dapat diterapkan pada masyarakat perdesaan sebagai puaya pencegahan penyebaran virus corona di desa, diantaranya:

1. Kurangi “Nonggo”, berkunjung Dengan Tetangga dan Kerabat, Saudara

Untuk sementara waktu, selagi wabah virus corona merebak, sebaiknya tradisi atau budaya nonggo, berkunjung ke tetanga, kerabat atau saudara intensitasnya perlu dikurangi. Apalagi berkunjung ke kerabat atau tetangga yang baru pulang dari kota atau luar negeri, itu perlu dipertimbangkan lebih mendalam untuk ditunda.

2. Kurangi Skala atau Kegiatan Kumpul Keluarga

Untuk sementara waktu, selagi wabah virus corona merebak, acara kumpul keluarga seperti hajatan nikahan, sunatan, arisan, dan lainnya skalannya perlu dikurangi, melalui perayaan yang sedernana sehingga tidak membentuk kerimunan masa, atau ditunda.

3. Kurangi Skala Perayaann Tradisi

Untuk sementara waktu, selagi wabah virus corona merebak, acara perayaan tradisi adat-istiadat, dan lainnya skalannya perlu dikurangi, melalui perayaan yang sedernana sehingga tidak membentuk kerimunan masa, atau ditunda.

Pengenalan Social Distancing Pada Masyarakat Desa

Tentunya, yang paling mengetahui apakah berbagai kegiatan diatas skala perayaannya dikurangi atau ditunda adalah warga atau penduduk desa itu sendiri berdasarkan pemahaman dan kebijaksanaan masing-masing warga desa, dengan pandangan tidak lepas pada kewaspadaan bahaya wabah virus corona menyebar ke perdesaan.

Pepatah umum mengatakan ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’. Sebab, bagaimana jika virus corona sampai mewabah ke desa? Sedangkan tenaga kesehatan di desa sangat terbatas. Dibutuhkan berjam-jam untuk sampai ke rumah sakit rujukan.

Dan, jika virus corona sampai mewabah ke desa, siapa nanti yang akan menjamin ketersediaan bahan pangan? Sebab, sebagian besar penduduk desa adalah petani.

  1. 0 Komentar
  2. 4 Dibagikan
Referensi

https://www.covid19.go.id/

 

Anisatul Umah. Ini Daftar Pemda yang Sudah Tetapkan Darurat Corona. CNBC Indonesia. Diakses, 22 maret 2020. Link (https://www.cnbcindonesia.com/market/20200321130447-17-146650/ini-daftar-pemda-yang-sudah-tetapkan-darurat-corona).

 

Dwi Andayani. Data Terbaru Kasus Virus Corona di DKI: 862 ODP-374 PDP. detikNews. Diakses, 22 Maret 2019. Link (https://news.detik.com/berita/d-4943739/data-terbaru-kasus-virus-corona-di-dki-862-odp-374-pdp).

 

Update Covid-19 20 Maret: 369 Positif, 32 Pasien Meninggal Dunia, 17 Orang Sembuh. Kompas.com. Diskses, 22 Maret 2019. Link (https://nasional.kompas.com/read/2020/03/21/06395291/update-covid-19-20-maret-369-positif-32-pasien-meninggal-dunia-17-orang).

 

Ahmad Naufal Dzulfaroh. Cara Penularan Virus Corona dan Alasan Pentingnya Social Distancing. Kompas.dom. Diakses, 22 Maret 2019. Link (https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/19/064600465/cara-penularan-virus-corona-dan-alasan-pentingnya-social-distancing ).

 

Tantiya Nimas Nuraini. Ini Jawaban Berapa Lama Umur Virus Corona saat Menempel di Aneka Barang & Luar Tubuh. Merdeka.com. Diakses, 22 Maret 2019. Link (https://www.merdeka.com/trending/ini-jawaban-berapa-lama-umur-virus-corona-saat-menempel-di-aneka-barang-luar-tubuh.html).

0 Komentar