Manajemen

Value Preposition Canvas pada BMC, Customer First Sedari Perancangan Produk

VPC, Value Preposition Canvas pada BMC merupakan tools atau framework berfikir solusi bisnis.

  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
null

Sebelumnya, telah dibahas BMC (business model canvas), baik sebagai tools maupun sebagai framework berfikir perencanaan dan panduan eksekusi bisnis. Dari 9 blok pada BMC, 2 blok, value preposition dan consumer segment merupakan blok inti yang memunculkan dan berpengaruh ke blok lainnya.

Dua blok, VPC (value preposition canvas), value preposition dan customer segment pada BMC merupakan penggamabran perancangan produk yang harus fixed atau dibuat terlebih dahulu sebelum menjadi inti dari blok, diterapkan kedalam framework BMC.

VPC, Value Preposition Canvas

Value Preposition Canvas pada BMC merupakan tools atau framework berfikir solusi bisnis. Bedanya, jika VPC sudah diterapkan kedalam BMC menjadi suatu tools atau framework berfikir bisnis menyeluruh. 

Jika VPC belum dimasukan kedalam BMC, VPC merupakan tools atau framework berfikir memahami konsumen untuk menghasilkan atau merancang sebuah produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.

Ladasan berfikir dari VPC adalah customer first. Seperti yang ditulis Alexander Osterwalder, sebagai orang yang pertama memperkenalkan BMC dalam bukunya yang berdujul “Business Ontology Model”, bahwa pelanggan adalah hakum, juri, sekali algojo, menyatakan pentingnya dan menentukannya pelanggan, sehingga tidak boleh miss match antara value preposition dan customer segment.

“Your customers are the judge, jury, and executioner of your value proposition. They will be merciless if you don’t find fit!” ―Alexander Osterwalder, Business Model Canvas: Creating a Value Proposition.

Pemahaman Value Preposition Canvas

value preposition bisnis model kanvas
https://strategyzer.com

Pada framework VPC terdapat dua bidang, bidang segi empat yang terbagi dalam tiga blok sebagai bidang penggambara atau canvas untuk value preposition, dan bidang lingkaran, sama terbagi dalam tiga blok, sebagai bidang penggambaran atau canvas untuk customer segment.

Mengacu pada landasan berfikir customer first, perancangan produk atau usaha VPC-BMC berangkat dari pemahaman atas konsumen. Antara bidang segi empat dan lingkaran, terlebih dahulu diisi blok pada lingkaran, customer jobs, pain, gain, per satu poin, membentuk value preposition, pada bidang segi empat, ditarik dan disesuaikan kedalam, blok product & services, gain creators, pain relievers.

Hubungan antara blok di bidang kotak yang mewakili value preposition dan blok dibidang lingkaran yang mewakili customer segment diantaranya, customer job(s) – product & services, gains – gains creator, pains – relievers.

Berikut adalah penjelasan blok-blok pada bidang segi empat yang mewakili value preposition dan bidang lingkaran yang mewakili customer segment.

Customer segment

Penggambaran pemahaman konsumen. Memahami apa dan bagaimana yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen secara fungsi dan sebagai solusi, serta memahami apa dan bagaimana konsumen merasa diuntungkan dan dirugikan.

  • Customer job(s), penggambaran segmen konsumen secara spesifik dan jelas. Memahami dan menjabarkan aspek fungsional, sosial dan emosional yang konsumen merasa terbantu, dan kebutuhan dasar kosumen.
  • Gains, penggambaran pemahaman apa dan bagaimana agar konsumen “merasa” diuntungkan. Memahami dan menjabarkan harapan dan keinginan konsumen sehigga ketika itu dipenuhi konsumen “merasa” untung. Harapan dan keinginan tersebut meliputi, aspek fungsional, emosi, sosial dan cost saving.
  • Pains, penggambaran pemahaman ada dan bagaimana yang membuat konsumen “merasa” dirugikan. Memahami dan menjabarkan situasi-situasi yang “merasa” konsumen dirugikan, seperti terlalu mahal, penggunaannya susah dan tidak membantu, dan lainnya.

Value Preposition

Penggambaran dan penjambaran nilai manfaat produk. Menentukan dan menjambarkan apa dan bagaimana fungsionalitas dan manfaat produk dapat menjadi solusi bagi konsumen.

  • Product & services, dari Customer job(s) – customer segment disimpulkan apa dan bagaimana produk bermanfaat dan menjadi solusi bagi konsumen. Penentuan dan penjabaran fungsionalitas produk, proses produk sampai ditangan konsumen, bagaimana jika dibandingkan dengan produk lainnya, dsb.
  • Gain creators, dari gains – customer segment disimpulkan apa dan bagaimana sebuah produk dapat menjadi solusi dan konsumen merasa diuntungkan. Menentukan dan menjabarkan apa dan bagaimana produk memberi kemudahan bagi konsumen, produk lebih dari yang diharapkan konsumen, kualitas fitur dan lainnya yang membuat produk itu lebih dari yang lainnya.
  • Pain relievers, dari pains – costumer segment disimpulkan apa dan bagaimana produk dianggap sebagai kerugian oleh konsumen. Penentuan dan penjabaran apa-apa yang harus dieliminasi dari sebuah produk, seperti apa yang membuat produk menjadi costly, fungsi produk yang malah menjadi produk itu tidak perform, dan lainnya.

Revisi VPC

value preposition bisnis model kanvas
Ilustrasi revisi VPC. Google

Dari perancangan produk, prototyping, MVP (minimum viable product), sampai poduk jadi, VPC sangat dinamis, masih sering mengalami revisi berdasarkan iterasi dan pengujian lapangan. Seteah produk jadi revisi tidak sesering sebelumnya, karena aspek yang diukur bukan hanya perfrorma produk tetapi performa penjual dan cara penjaulan.

Revisi produk jadi dilakukan setelah mendapatkan feedback dari pelanggan langsung yang dikumpulkan dari CS, distributor, tenaga penjual dan yang terkait yang berhubungan langsung dengan konsumen.

img feature: google.
  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
Referensi
https://strategyzer.com/canvas/value-proposition-canvas
https://productcoalition.com/value-proposition-canvas-6d5edec84bca
https://medium.com/upperstory/the-flow-of-a-value-proposition-canvas-b63b68f0e28b
https://www.businessmodelsinc.com/about-bmi/tools/value-proposition-canvas/

0 Komentar