Bahan Makanan

The Dirty Dozen 2018, Daftar Buah dan Sayur yang Mengandung Pestisida Tinggi dari EWG

Daftar sayuran dan buah yang masuk kedalam Dirty Dozen 2018.

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
null

Masyarakat industri memiliki tantangan terkait dengan kesehatannya. Dampak industrialisasi nyaris tidak dapat kita hindari lagi, polusi udara, air yang tercemar, hingga paparan residu dalam sayuran dan buah membuat kita harus semakin selektif dalam memilih bahan pangan sehari-hari.

Mengkonsumsi produk organik adalah salah satu cara untuk menghindari bahan kimia berbahaya (pestisida) yang terkandung dalam makanan yang akan masuk ke tubuh kita. Menurut US Environmental Protection Agency, pestisida membawa masalah bagi perkembangan anak karena perannya sebagai karsinogenik.

Masyarakat dengan penghasilan tinggi tentu akan dengan mudahnya membeli sayuran dan buah organik yang bersertifikat untuk menjaga asupan di tubuhnya. Namun, bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, panganan organik ini masih sulit dijangkau karena harganya yang cenderung lebih mahal dibandingkan dengan panganan yang diproses dengan bahan kimia. Apalagi sekarang banyak bermunculan makanan organik yang tidak benar-benar organik.

The Dirty Dozen 

Maka, untuk membantu konsumen dalam memilih makanan sehat, sebuah lembaga advokasi nirlaba Environmental Working Group (EWG) telah merilis daftar mengenai makanan yang paling terkontaminasi pestisida dalam The Dirty Dozen sejak tahun 2004.

Panduan tahunan yang dibuat oleh EWG ini ditujukan agar konsumen lebih paham tentang jenis sayuran dan buah yang diproduksi dengan menggunakan pestisida. Daftar sayuran dan buah yang masuk kedalam Dirty Dozen 2018 tersebut, diantaranya:

  1. Stroberi;
  2. Bayam;
  3. Nektarin - sejenis peach;
  4. Anggur;
  5. Apel;
  6. Peach;
  7. Ceri;
  8. Pir;
  9. Tomat;
  10. Seledri;
  11. Kentang;
  12. Paprika;
  13. Cabai merah*.

Dalam makanan tersebut ditemukan tingkat pestisida yang lebih tinggi daripada jenis produk lain yang diuji. Bahkan, lebih dari 98% dari empat daftar makanan teratas positif mengandung setidaknya satu residu pestisida.

Rata-rata, sampel bayam mengandung hampir dua kali lipat jumlah residu pestisida berdasarkan berat daripada tanaman lain. Secara keseluruhan, hampir 70% buah dan sayuran konvensional (tidak organik) memiliki tingkat residu pestisida.

Daftar Dirty Dozen tahun ini juga menyertakan item hasil ke 13 – cabai merah. EWG menemukan bahwa cabai merah cenderung terkontaminasi dengan insektisida berbahaya, sehingga mereka menyarankan untuk membeli produk organik, atau setidaknya memasak cabai yang ditanam secara konvensional untuk membantu mengurangi tingkat insektisida.

Sementara itu EWG mengatakan bahwa membilas produk di bawah air keran adalah cara yang baik untuk mengurangi tingkat pestisida sebelum dikonsumsi. Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University of Massachusetts menunjukkan bahwa merendam produk dalam soda kue dan solusi air dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam membunuh pestisida.

The Clean Fifteen

Tidak hanya mengeluarkan daftar makanan “terkotor” saja, EWG juga menerbitkan The Clean Fifteen, atau 15 makanan yang memiliki tingkat residu paling sedikit. Untuk tahun 2018 ini, diantaranya:

  1. Alpukat;
  2. Jagung manis;
  3. Nanas;
  4. Kol;
  5. Bawang merah;
  6. Kacang polong;
  7. Pepaya;
  8. Asparagus;
  9. Mangga;
  10. Terong;
  11. Melon;
  12. Kiwi;
  13. Cantaloupe – sejenis melon;
  14. Kembang kol; dan
  15. Brokoli.

Lingkup

Bagaimana dan variabel apa saja penetapan The Dirty Dozen dan The Clean Fifteen, bisa dipelajari langsung di website Environmental Working Group (EWG). Daftar tersebut hanya berlaku di daerah atau negara yang diteliti, seperti yang sudah jelas Amerika Sertikat.

Di Indonesia sendiri, karena kandungan tanah, iklim dan cuaca, penyinaran matahari, dan yang jelas lingkungannya berbeda perlu dilakukan penelitian sendiri. Tetapi, yang sudah pasti acuan itu bisa digunakan ketika membeli sayuran dan buah impor yang berasal dari negara yang diteliti.

img feature: ilustrasi. produk lokal di pameran agribisnis. GenAgraris.ID
  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
Referensi

0 Komentar