Budidaya

Teknik Budidaya dan Fragmentasi Pasar Tanaman Bunga Mawar

fragmentasi segmen pasar bunga mawar meliputi bunga potong, tanaman hias pot, tanaman penghias taman, air mawar (rose water), parfum, dan lainnya.

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
null

Indonesia memiliki peluang yang terbuka lebar dalam pengembangan usaha agribisnis tanaman hias maupun bunga potong. Bahkan, prediksi dimasa mendatang diperkirakan pertumbuhan tingkat permintaan bunga potong di Indonesia akan meningkat setiap tahunnya.

Bunga Mawar dan Berbagai Produknya

Peluang tersebut mulai dikembang secara luas terhadap jenis tanaman hias bunga mawar (Rosa sp.). Mawar merupakan tanaman hias bunga berupa herba dengan batang berduri, yang berasal dari dataran China. Dalam perkembangannya, tanaman hias ini menyebar luas di berbagai daerah, termasuk ke Indonesia.

Bunga mawar memiliki difersifikasi produk yang banyak sesuai dengan fragmentasi segmen pasarnya masing-masing, meliputi bunga potong, tanaman hias pot, tanaman penghias taman (landscape plant), air mawar (rose water), parfum, herbal, dan produk-produk kosmetik berbasis aroma mawar serta sebagai tanaman obat dan sebagai bunga tabur.

Syarat Tumbuh Tanaman Bunga Mawar

Dalam berbudidaya tanaman mawar, perlu memperhatikan persyaratan iklim untuk pertumbuhan tanaman yang optimal. Tanaman bunga mawar mempunyai daya adaptasi sangat baik terhadap lingkungan tumbuh, dapat ditanam di daerah beriklim sub-tropis maupun di daerah tropis. Bunga mawar membutuhkan sinar matahari yang cukup.

Beberapa syarat yang perlu diperhatikan dalam berbudidaya tanaman mawar yaitu:

  1. Curah hujan bagi pertumbuhan tanaman bunga mawar yang baik diantara 1500-3000 mm/tahun.
  2. Tanaman bunga mawar memerlukan sinar matahari 5-6 jam per hari. Di daerah yang cukup sinar matahari, tanaman lebih cepat berbunga serta berbatang kokoh.
  3. Suhu udara yang dibutuhkan tanaman bunga mawar antara 18-26 derajat C dengan kelembaban 70-80 %.
  4. Jenis tanah yang ideal untuk tumbuh optimal diantarantya tanah liat berpasir, tanah gembur, tanah yang banyak bahan organik, aerasi dan drainase baik. 
  5. Derajat keasaman atau PH tanah yang ideal diantara 5,5-7,0.

Teknik Budidaya Tanaman Bunga Mawar

Dalam pembudidayaan tanaman bunga mawar, perlu perhatian khusus agar bunga mawar yang dihasilkan memiliki kualitas yang maksimal. Standar operasional prosedur (SOP) yang sesuai, akan memmberikan kemudaha dalam berbudidaya tanaman mawar. Beberapa teknik budidaya tanaman bunga mawar, diantaranya :

1. Penyiapan Lahan

Umumnya, penananam tanaman bunga mawar bisa dilakkukan di kebun atau di dalam pot. Ada perbedaan teknik ketika menanam mawar dikedua tipe tempat penanaman tersebut, diantaranya:

a. Penanaman mawar di lahan kebun

  • Dikebun tanaman mendpatkan sinar matahari langsung.
  • Perlu dilakukan penggemburan sebelum penanaman bibit mawar. Tanah dicangkul terlebih dahulu kedalama sekitar 30 cm secara merata. Setelahnya sekitar satu bulan baru dibuat bedengan.
  • Pada bedengan itu ditambahkan pupuk kompos sebagai pupuk dasar.

b. Penanaman mawar di dalam pot

  • Penyiapan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, pupuk, dan pasir dengan perbandingan 1:1:1.
  • Ukuran pot disesuaikan dengan ukuran besar kecilnya tanaman mawar.
  • Untuk drainase, menjaga kelebihan air dapat menggunankan pecahan bata merah atau arang setebal 1 cm.
  • Untuk pengisian media tanam ke dalam pot, lubangi dasar pot untuk kelebihan air. Kemudian isi pot dengan media tanam sampai 90 % penuh atau 0.5-1.0 cm.

2. Penyiapan bibit

Umumnya, tanaman mawar bisa diperbanyak dengan cara stek batang atau menggunakan biji. Teknik untuk penyiapan bibit dengan kedua cara tersebut, diantaranya:

a. Bibit untuk cara stek

  • Sebelumnya, dapat disiapkan alat untuk memotong batang seperi pisau okulasi serta plastik untuk mengikat.
  • Pemilihan bibit yang berumur 4-5 bulan dan sehat, yang biasanya ada di bagian batang bawah.
  • Ambil mata tunas dari tanaman yang telah berbunga.
  • Tempelkan mata tunas pada batang bawah, lalu ikat dengan plastik secara perlahan agar mata tunas tidak rusak.

b. Bibit yang berasal dari biji

  • Sebelumnya, perlu dipersiapkan benih yang dipilih dari buah mawar tanaman induk yang unggul.
  • Ketika buah mawar sudah busuk, ambil biji-bijinya untuk dibersihkan dan dipilih biji yang baik.
  • Penyemaian benih dengan menyiapkan media semai berupa tanah berpasir, kemudian tanam buah mawar satu per satu di persemaian. 
  • Penyemaian biji mawar terpilih secara merata akan menumbuhkan biji kecambah pada umur 4 minggu setelah semai.
  • Biji yang telah disema dipemelihara dengan cara disiram secara rutin 1-2 kali/hari.
  • Pemindahan bibit mawar yang telah tumbuh dengan baik ke dalam polybag kecil yang beisi campuran tanah, pasir, pupuk organik dengan perbaindingan 1:1:1.
  • Pemeliharaan bibit dalam polybag sampai bibit siap yaitu sekitar setelah 2 bulan.

3. Penanaman

  • Awal musim hujan merupakan waktu yang tepat untuk menanam mawar, baik mawar yang ditanam di lahan maupun ditanama di dalam pot.
  • Penanaman mawar dapat berasl dari bibit cabutan maupun bibit dari polybag, dipindahkan bersama tanah dan akarnya.

4. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman mawar setelah proses tanam terdiri dari penyiraman yang dilakukan sercara rutin, penyiangan dari gulma, pemupukan berupa pupuk dasar seperti pupuk kandang dan pupuk lanjutan berupa NPK, pemangkasan dari cabang-cabang yang kurang baik, serta pengendalian hama dan penyakit secara cepat dan tepat untuk tetap menjaga kualitas dan kuantitas hasil.

Panen Bunda Mawar

Proses panen dapat dilakukan berdasarkan penamapakan fisik dari bunga mawar seperti untuk tujuan bunga potong maka dipilih bunga yang masih kuntum dan belum mekar secara penuh dengan ukuran normal. Sedangkan untuk tujuan bunga tabor, panen dilakuan dengan memetik bunga pada stadium setelah mekar penuh.

Proses pasca panen terdiri dari pengumpulan bunga yang telah dipotong maupun dipetik, pengangkutan ke tempat sortasi untuk diseleksi secara kualitas, pengikatan untuk bunga ptong, pembungkusan, penyimpanan, dan pengangkutan.

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
Referensi
1.       Sudarsono WA, Sukma D, Kartika JG. Teknik Budidaya Mawar (Rosa hybrid L.) di Kebun Bali Rose, PT. MID DUTA INTERNASIONAL, Mayungan, Bali. Makalah Seminar, Dept. Agronomi dan Hortikultura IPB.
2.       Widyastuti T. 2018.  Teknologi Budidaya Tanaman Hias Agribisnis. Yogyalarta: CV Mine.

0 Komentar