Tradisi

Sistem Pertanian Lahan Kering Atoni Pah Meto Masyarakat Timor

Atoni Pah Meto adalah sistem pertanian dataran kering yang dikembangkan oleh masyarakat Timor, tidak hanya merupaka kearifan lokal tetapi juga mencerminkan peradadan yang tinggi.

  1. 0 Komentar
null

Sebumi. Dalam bahasa asli orang Timor, pulau Timor disebut ‘Pah meto’. ‘Pah’ berarti dataran, dan ‘meto’ berarti kering, ‘Pah meto’ berarti juga dataran kering. Atoni Pah Meto adalah sistem pertanian dataran kering yang dikembangkan oleh masyarakat Timor, tidak hanya merupakan kearifan lokal tetapi juga mencerminkan peradadan yang tinggi.

Didalam bekerja mengolah atau menggarap lahan pertanian yang disebut ‘lele’, Atoni Pah Meto memiliki pola-pola kerja sebagai berikut:

  • Meup teus atau kerja suka rela, untuk membantu orang yang memiliki status adat lebih tinggi.
  • Meu taoen atau kerja gotong royong.
  • Meu tanonob atau kerja bersama sebagai pertukaran tenaga.
  • Meu tseuba atau kerja untuk menerima upah.
  • Meupkuk atau bekerja untuk diri sendiri atau lahan sendiri.

Penggolongan kerja manusia tersebut mengandung makna kesadaran, sebagai individu, manusia merdeka mempunyai hak untuk bekerja dan mengolah lahannya sendiri, dan manusia sebagai mahluk sosial, manusia terikat dengan individu lainya, masyarakat dan tatanan atau sistem pemerintahan lokal (adat).

Keseluruhan pola kerja itu dipayungi oleh falsafah kerja ‘meup on ate, tah on usif’ yang berarti bekerja seperti hamba maka seperti raja. 

Atoni Pah Meto merupakan atu sub sistem bidang pertanian yang mengacu pada ‘Natoni’ petuah atau pesan-pesan dalam bentuk syair yang mengandung nilai-nilai spiritual. 

Siklus atoni pah meto terintegrasi sempurna dengan kepercayaan dan spiritualitas masyarakat Timor terhadap Uis Neno sebagai dewa tertinggi dalam segala manifetasinya seperti Uis Meto (Dewa Tanah), Uis Pah (Dewa Bumi), dan Uis Oe (Dewa Air).

Siklus pertanian Pah Meto diwujudkan dalam bentuk ritual-ritual keagamaan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

sistem pertanian atoni pah meto

Sumber dan referensi:
https://budaya-indonesia.org/Tradisi-Natoni/
Foto Feature: Sebumi.id

 

  1. 0 Komentar
Referensi

0 Komentar