AgTech

Sekilas Mengenal Food Traceability Sebagai Syarat Keamanan Produk Makanan Pasar Global

Food traceability atau ketertelusuran makanan mencakup dari faktor input penanaman, distribusi dan perdagangan sampai ke rak terakhir penjualan untuk komsumen akhir.

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
null

Mungkin bagi sebagian besar masyarakat Indonesia ketika membeli makanan atau bahan makanan tidak terlintas untuk mempertanyakan asal makanannya dari mana, bagaimana cara menanamnya, amankah dikonsumsi dan lainnya.

Food Traceability atau Ketertelusuran Makanan Sebagai Tuntutan Pasar Global

Sebaliknya, di Eropa, Amerika Serikat dan Australia itu menjadi perhatian khusus dan telah menjadi syarat dalam industri makanan. Ketiga negara itu sejak tahun 2000-an sangat menjaga keamanan makanan atau bahan makanan. 

Sehingga, untuk memastikan makanan atau bahan makanan yang dijual disebuah toko retail aman atau tidak muncul syarat penyertaan informasi tentang makanan itu darimana asalnya, cara menanamnya, tanggal panennya, yang intinya harus dapat ditelusuri.

Food traceability atau ketertelusuran makanan dalam lingkup masyarakat atau pasar global mencuat dan mendesak. Eropa dan Amerika Serikat sendiri telah memasukan ketertelusuran makanan sebagai standar keamanan makanan sejak tahun 2002. 

Australia juga sudah menerapkan standar itu, dan sangat dimungkinkan akan menyusul banyak negara yang menerapkan ketertelusuran makanan sebagai syarat standar keamanan makanan.

Mengenal Food Traceability atau Ketertelusuran Makanan

Mengingat perdagangan komoditas pertanian sekarang ini sudah bersifat global, masyarakat petani di Indonesia, khususnya petani perkebunan penghasil komoditas ekspor, seperti sawit, kopi, kakao, buah dan rempah sangat perlu mengenal food traceability atau ketertelusuran makanan.

a. Definisi & Tujuan Utama Food Traceability

Mengacu pada asal katanya, food traceabiity berasal dari kata “food” dan “traceability”. Menurut FAO (Food & Agriculture Organization), kata traceability yang dalam Bahasa Indonesia dapat diterjemahkan ketertelusuran, disefinisikan sebagai kemampuan untuk melihat, mengidentifikasi dan mengikuti pergerakan bahan makanan atau zat yang dimaksudkan atau diharapkan untuk disertakan pada makanan, pada semua tahap produksi, pemrosesan, dan distribusi.

Bredasarkan definisi itu food traceability atau ketertelusuran makanan mencakup faktor input penanaman, pengolahan, distribusi, dan perdagangan, sampai ke rak terakhir penjualan untuk komsumen akhir. Lingkupnya mencakup semua yang berperan baik yang termasuk didalam industri makanan sendiri, seperti penanam, pengepak produk, distributor, manufaktur, toko retail, dan operator layanan makanan, dan yang termasuk diluar industri makanan, seperti jasa logistik pihak ketiga, pemasok material pengepakan, pemasok input, dan pemasok bibit atau benih.

Tujuan utama ketertelusuran adalah keterlacakan untuk melindungi konsumen melalui identifikasi produk yang lebih cepat dan tepat.

b. Food Traceability Sebagai Sebuah Sistem Digital

Penerapan ketertelusuran makanan sebagai sebuah standar keamanan makanan tidak terlepas dari perkembangan teknologi digital. Artinya, teknologi digital sekarang ini memungkinkan untuk menerapkan itu.

Sebagai sebuah sistem, food traceability merupakan perekaman, pengidentifikasian dan penelusuran pada setiap pergerakan makanan atau bahan makanan dari tiap-tiap pelaku yang berperan. Dasar sistem food traceability diantaranya identifikasi operator bisnis makanan, identifikasi pelaku terkait yang berperan, labeling, pencatatan aktivitas, penelusuran, dan penarikan produk. 

Implementasi food traceability adalah dengan menggunakan teknologi digital, perangkat keras dan perangkat lunak sehingga penelusuran dapat dilakukan secara tepat, cepat dan mudah.

Manfaat Penerapan Food Traceability

Karena food traceability merupakan tuntutan konsumen, berarti ada keuntungan secara ekonomi atas produk makanan yang dapat ditelusuri. Keuntungan secara ekonomi bagi produk makanan yang dapat ditelusuri diantaranya harga produknya tinggi, dan lebih mudah mekases pasar.

Keuntungan lain secara tidak langsung produsen, penanam, petani atau perusahaan pertanian, perekaman setiap aktivitas itu dapat digunakan sebagai business intelligence untuk menganalisis produksi, produktivitas, pasar dan bahkan dapat digunakan untuk mengakses pendanaan.

img: ilustrasi

Terakhir ditinjau dan diperbaharui: 23 November 2019

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
Referensi

Santiago, 2017. Food Traceability Guidance. FAO

Guest Writer, diposting 3 Agustus, 2015. Why Agriculture Traceability Matters to Companies, Consumers and Communities. https://www.ictworks.org/

0 Komentar