Tradisi

Sejarah dan Jenis-jenis Kopi

Pada kopi melekat sejarah kopi, berkembang menjadi berbagai jenis kopi bersama dengan sejarah peradaban manusia.

  1. 0 Komentar
null

Dari mana awalnya tanaman kopi?Jawabannya sebenarnya masih debatable. Sepertinya belum ada bukti otentik mengenai dari mana awalnya tanaman kopi. Ada yang berpendapat dari Afrika, pendapat lain mengatakan tanaman kopi merupakan tanaman asli Indonesia.

Dari Seorang Pemuda Bernama Kaldi

Salah satu pendapat, kopi diduga berasal dari Afrika, tepatnya berasal dari Negara Ethipia. Ceritanya, pada abad ke-9 seorang pemuda bernama Kaldi tidak sengaja memakan buah yang didapat dari semak belukar. Kadli merasakan perubahan yang luar biasa setelah memakan biji tersebut, lalu ia menceritakan ke warga sekitarnya, dan menyebarlah keberbagai daerah. Biji menjah yang dimakan Kaldi merupakan biji mentah (Coffee Bean) atau sering disingkat “bean”. Selain coffee bean atau bean penyebutan biji kopi mentah lainnya diantaranya, coffee, qwah, café, buni, koffie, akieta, kafe, kava, dan kavo.

Pada abad ke-10 biji kopi dimasukan sebagai kelompok makanan oleh suku di Ethiopia.Umumnya, mereka memasak biji kopi bersama-sama dengan makanan pokok, seperti daging atau ikan. Saat Negara-negara Islam berjaya pada abad ke-15, penelitian kopi terus dilakukan. Berdasarkan penelitian, kopi ternyata berpotensi sebagai obat-obatan dan sebagai penahan rasa kantuk. Setelah itu, pedagang Islam terus menyebarkan kopi ke daerah Timur.

"Penny Universities" Istilah Untuk Kedai Kopi

Pada abad ke-17, biji kopi di bawa ke India dan ditanam oleh beberapa orang. Selanjutnya, seorang berkebangsaan Belanda tidak sengaja melihat kopi di India dan tertarik untuk memudidayakannya. Berawal dari para pedagang dari Venesia, biji kopi mulai menyebar ke seluruh benua Eropa.

Pada tahun 1637, kedai kopi pertama kali di Benua Eropa berada di Inggris. Mereka menyebutnya sebagai Penny Universities, tempat berkumpulnya para business man, karyawan bank dan pekerja lainnya. Berkat pernyataan kelompok pekerja wanita “Wanita Juga Peminum Kopi” di Inggris pada abad ke-17, menjadi cikal-bakal pertumbuhan kedai kopi. Tiga bulan setelahnya kedai kopi di Inggris terus bertambah, hingga pada abad ke-19 berkembang menjadi sebuah club (tempat hangout).

Istilah Coffee Morning

Setelah mengalami stagnasi di Inggris, kedai kopi merambah ke Negara-negara lain di Eropa, seperti, Italia, Jerman dan Prancis. Salah satu yang terkenal di Prancis adalah Café Procope, berdiri pada tahun 1689, menjadi tren dan kegemaran warga Paris di tahun itu. 

Selanjutnya kopi menjadi sangat popular di dunia, bahkan kopi menjadi minuman tradisional bagi rakyat Amerika. Kopi menjadi menu minuman, pagi, sore dan malam, sehingga ada istilah “Coffee Morning”, yaitu saat yang tepat untuk berbincang-bincang sambil menikmati cita rasa kopi.

Jenis-Jenis Kopi

1. Arabika

Jenis kopi Arabika yang sekarang merupakan Jenis kopi Arabika yang sudah melalui proses konataure kayasa genetik. Berikut karakteristik biji kopi Arabika secar aumum:

  • Randemannya lebih keci ldari jenis kopi lainnya (18 -20%).
  • Bentuknya agak memanjang.
  • Bidang cabang tidak terlalu tinggi.
  • Lebih bercahanya.
  • Ujung biji kopi terlihat mengkilap, jika dikeringkan berlebih akan retak atau pecah.
  • Celah tengah dibagian datar tidak lurus memanjang kebawah tetapi berlekuk.
  • Biji yang sudah dipangga, celah tengah terlihat putih.
  • Untuk yang sudah diolah kulit ari kadang-kadang masih menempel di celah atau parit biji kopi.

Jenis kopi Arabika sangat baik ditanam di daerah dengan ketinggian 1.000 – 2.100 meter diatas permukaan laut (dpl). Semakin tinggi lokasi perkebunan kopi, cita rasa yang dihasilkan oleh biji kopi akan semakin baik. Karena itulah perkebunan kopi Arabika hanya terdapat di beberapa daerah tertentu. Berikut daerah penanam jenis kopi Arabika yang terkenal di Indonesia:

Sumatera Utara (Tapanuli Utara, Dairi, Tobasa, Humbang, Mandailing dan Karo).

  • Aceh.
  • Lampung.
  • Sulawesi, Jawadan Bali.

2. Robusta

Jenis kopi Robusta memiliki adaptasi yang lebih baik dibandingkan dengan jenis kopi Arabika. Areal perkebunan jenis kopi Robusta di Indonesia relative lebih luas, pasalnya dapat tumbuh diketinggian yang lebih rendah disbanding jenis kopi Arabika.

Kopi jenis Robusta asli hampir hilang, saat ini yang ada merupakan turunan hasil klon atau rekayas agenetik. Berikut karakteristik fisik biji kopi Robusta.

  • Randeman kopi robusta relative lebih tinggi (20 -22%).
  • Biji kopi agak bulat.
  • Lengkung biji kopi agak tebal dibanding jenis kopi Arabika.
  • Garis tengah dari atas kebawah agak rata.
  • Untuk biji kopi yang sudah diolah tidak terdapat kuli tari dilelukan atau di bagian parit.

3. Liberika

Dahulu, kopi Liberika pernah dibudidayakan di Indonesia, sekarang sudah ditinggalkan oleh perkebunan atau petani kopi, dikarenakan bobot biji kopi keringnya hanya 10% dari bobot biji kopi basah. Selain itu, randeman kopi Liberika sangat rendah, yaitu sekitar 10-12%.

Jenis kopi Liberika merupakan pengembangan dari jenis kopi Arabika. Karakteristik jenis kopi Liberika hampir sama dengan jenis kopi Arabika. Kemebihanya jenis kopi Liberika lebih tahan terhadap serangan hama Hemelia Vastatrixi dibanding kandengan jenis kopi Arabika.

Suber/referensi:
Ir. Edy Panggabean. “Buku Pintar Kopi”. Agromedia, 2011.

 

 

  1. 0 Komentar
Referensi

0 Komentar