Budidaya

Rekomendasi Untuk Peningkatan Produksi Budidaya Anggur Di Indonesia

Tanaman anggur (Vitis sp.) merupakan jenis tanaman tahunan yang berkayu dan merambat, yang berasal dari wilayah dengan iklim subtropis.

  1. 0 Komentar
null

Tubuh manusia, selain kebutuhan gizi utama yang berasal dari karbohidrat, lemak, dan protein, juga memerlukan asupan vitamin dan mineral. Buah-buah merupakan salah satu sumber makanan yang memiliki kandungan berbagai vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia. Sehingga, konsumsi buah-buahan oleh masyarakat perlu terpenuhi.

Anggur, Vitis sp.

Buah anggur merupakan salah satu komoditas buah yang paling banyak dicari dan digemari oleh masyarakat, dari muda sampai tua. Karena jenis anggur tertentu memang memiliki rasa manis dan segar.

Tanaman anggur (Vitis sp.) merupakan jenis tanaman tahunan yang berkayu dan merambat, yang berasal dari wilayah dengan iklim subtropis. Budidaya anggur berawal di Asia Kecil, di daerah antara Laut Hitam dan Laut Kaspia sampai ke wilayah selatan.

Varietas Anggur yang Umum Dibudidayakan Di Indonesia

Di Indonesia, ada dua jenis anggur yang dibudidayakan yaitu Vitis labrusca dan Vitis vinifera. Kedua jenis anggur tersebut memiliki perbedaan dari ciri tanaman, metode budidaya, dan varietasnya.

1. Vitis labrusca 

Jenis anggur Vitis labrusca memiliki ciri tanaman kulit buah yang tebal dengan rasa buah yang masam dan kurang segar. Metode budidayanya dengan metode pangkas panjang. Varietas anggur yang termasuk dalam spesies Vitis labrusca antara lain Brilliant, Delaware, Carman, Beacon dan Isabella.

2. Vitis vinifera 

Sedangkan ciri tanaman varietas anggur Vitis vinifera yaitu memiliki kulit buah yang tipis dengan rasa buah manis dan segar, serta memiliki metode budidaya dengan metode pangkas pendek.

Beberapa varietas dari anggur Vitis vinifera ini yaitu Gros Colman, Probolinggo Biru, Probolinggo Putih, Situbondo Kuning, Alphonso Lavalle, Golden Champion, dan Muskaat D’alexandrie.

Buah Anggur, Permintaa Tinggi, Produksi Kurang

Sebagai buah favorit, produksi hasil budidaya anggur nasional belum mampu memenuhi permintaan buah anggur dalam negeri. Untuk memenuhi permintaan itu, Indonesia masih impor buah anggur.

Dari data yang ada produksi anggur masih jauh di bawah produksi pisang, jeruk, salak, pepaya, dan nenas, yakni diperkirakan sekitar 20,000 ton per tahun.

Teknik & Langkah-langkah Meningatkan Produksi Angggur

Untuk meningkatkan produksi buah anggur berikut teknik dan langkah-langkah pengembangan dan peningkatan produksi anggur dengan kualitas tinggi.

Rangkuan teknik dan langkkah-langkah ini berdasarkan penerapan teknologi usahatani anggur dengan Teknologi Introduksi yang berdasarkan studi kasus di salah satu sentra produksi anggur di Probolinggo, Jawa Timur.

Beberapa aplikasi, komponen, atau teknik yang direkomendasikan diantaranya, yaitu:

1. Varietas:

  • Red Prince, Red Globe, Cardial/Probolinggo Super

2. Pembibitan:

  • Stek dengan 2-3 mata tunas

3. Jarak tanam:

  • 3 m x 3 m

4. Tinggi para-para:

  • 1,75 m

5. Pemupukan untuk dosis per pohon:

  • Tahun pertama: pupuk kandang 8 pickup, urea 40 kg, TSP 120 kg, KCl 120 kg 
  • Tahun kedua: pupuk kandang 24 pickup, urea 40 kg, TSP 70 kg, KCl 150 kg 
  • Tahun ketiga: pupuk kandang 24 pickup, urea 40 kg, TSP 180 kg, KCl 225 kg 

6. Pengairan dilakukan pada musim kemarau dengan cara ‘leb’, yang dilakukan tiap 3 hari.

7. Pembentukan pohon: 

  • dilakukan saat tanaman mencapai para-para. Caranya dengan memelihara 4 mata tunas dan pertumbuhan tunas diarahkan ke arah penjuru angin.
  • Ketika ranting atau cabang mencapai panjang 1 meter, maka ujungnya dipotong yang bertujuan agar tunas baru dapat tumbuh.

8. Pemangkasan untuk produksi:

  • dilakukan pada cabang-cabang yang subur dengan menyisakan 6 – 10 mata tunas. Tahapa pemangkasan ini biasanya dilakukan pada bulan April, Agustus, dan Desember.

9. Peningkatan kualitas buah:

  • Untuk meningkatkan pertumbuhan tunas, jumlah daun, dan menguarangi kadar asam buah, maka dapat digunakan Dormex 25 AS, yang dilakukan 10 hari sebelum bunga mekar. Kemudian, dicelupak dalam larutan GA3 100 ppm
  • Ketika buah sebesar biji kedelai dan jagung, maka dilakukan penjarangan buah 40-50%

10. Pengendalian terhadap hama dan penyakit:

  • Secara mekanis: menggunakan atap plastic, khususnya saat musim penghujan 
  • Secara biologis: aplikasi pestisida nabati berupa bubuk biji mimba
  • Secara kimiawi: 
    • untuk hama: aplikasi pestisida Buldok 25 EC dan Tokuthion 500EC
    • untuk penyakit: aplikasi fungisida Antracol 70 WP, Cupravit OB 21, Manzate 200, Curzate 8/64 WP, Folirfos 400 AS, dan Pruvit 10/56 WP.

11. Pemanenan:

  • dilakukan 100-105 hari setelah pemangkasan

12. Penggunaan tanaman sela:

  • bertujuan untuk meningkatakan pendapatan dan sebagai efisiensi penggunaan lahan pada tanaman anggur, maka lahan di sela-sela pohon anggur dapat ditanami tanaman semusim. Sebagai contoh”:
    • Jika umur tanaman anggur berumur 0 – 3 tahun, maka tanaman sela yang direkomendasikan adalah kangkung darat (saat musim hujan) dan bawang merah (saat musim kemarau).
    • Jika umur tanaman anggur berumur diatas 3 tahun, maka tanaman sela yang direkomendasikan adalah talas.

Hal Non Teknis dalam Pengingatan Produktivitas Budidaya Anggur

Untuk meningkatkan produktivitas anggur, sangat diperlukan aplikasi penerapan teknologi khususnya penggunaan varietas unggul dan pupuk anorganik dan organik. Selain itu, diperlukan juga budidaya intensif, yang dimulai dari pemilihan bibit sampai ke panen, dan penanganan pasca panen.

Dukungan sarana produksi yang berdekatan dengan lokasi usaha tani dengan harga yang mudah dijangkau serta pendampinagn dan monitoring secara periodik juga menjadi salah satu faktor utama dalam peningkata produksi budidaya anggur.

img feature: GenAgraris.ID
  1. 0 Komentar
Referensi
Amik Krismawati, Sugiono. 2012. Kajian Penerapan Teknologi Usahatani Anggur di Kota Probolinggo. Seminar Nasional: Kedaulatan Pangan dan Energi Fakultas PErtanian Universitas Trunojoyo, Madura.
Julieta Christy. 2013. Pengelolaan Tanaman Anggur (Vitis vinifera) di PT Perkebunan Nusantara XII. Skirpsi. IPB Press

 

0 Komentar