Bahan Makanan

Potensi Rempah-rempah, Kunyit, Temulawak, dan Jahe Sebagai Anti-Viral

Kunyit, Temulawak, dan Jahe merupakan tanaman obat tradisional asli Indonesia, yang dapat berfungsi sebagai antivirus.

  1. 0 Komentar
  2. 3 Dibagikan
Rempah, pala, cengkih, minyak astiri dan rimpang lainnya.

Saat ini Indonesia, bahkan hampir seluruh dunia sedang menghadapi wabah Covid-19 atau sering disebut dengan corona. Virus yang menyerang saluran pernapasan ini, diketahui belum ada vaksin maupun obatnya.

Menjaga Daya Tahan Tubuh Dengan Rimpang

Selagi vaksin untuk virus corona ini dibuat, salah satu solusi untuk mencegah terpaparnya tubuh dari virus ini, yakni dengan menjaga daya tahan tubuh. Jika daya tahan tubuh baik, maka tubuh mampu menangkal paparan virus yang akan atau sudah masuk ke dalam tubuh. Ada beberapa jenis tanaman tradisional asli nusatara yang diketahui efektif sebagai penambah daya tahan tubuh.

Hasil riset baru-baru ini terkait virus corona yang dikemukakan oleh peneliti dari Universitas Airlangga (UNAIR) Chaerul Anwar Nidom, Guru Besar Biologi Molekuler, menyatakan bahwa salah satu cara untuk mencegah terpaparnya tubuh dari virus corona ini maupun virus lainnya yakni dengan konsumsi jenis rimpang tertentu.

Beberapa hasil riset peneliti tersebut sebelumnya, tanaman rimpang  yang mengandung zat kurkumin diketahui dapat meningkatkan daya tahan tubuh, sehinga mampu mengatasi infeksi berbagai virus yang menyerang organ paru-paru manusia, seperti virus flu burung.

Khasiat Kunyit, Temulawak, dan Jahe 

Seperti diketahui bersama bahwa tanaman rimpang yang mengandung kurkumin, yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh itu, dapat cukup mudah  ditemukan karena biasa dimanfaatkan untuk bumbu masakan sekaligus baik untuk kesehatan tubuh.

Beberapa tanaman rimpang yang diketahui dapat meningkatkan daya tahan tubuh manusia diantaranya, yaitu:

1. Kunyit (Curcuma domestica)

  • Merupakan tanaman asli Asia Tenggara atau Asia Selatan
  • Beberapa produsen rimpang kunyit adalah India, Bangladesh, Jamaica, Sr Langka, Taiwan, RRC, Burma, Indonesia, Peru, dan Haiti.
  • Rimpang kunyit memiliki kandungan yang diketahui memberikan efek immunomodulator, yakni senyawa yang dapat berfungsi sebagai peningkat sistem imun atau daya tahan tubuh.
  • Rimpang kunyit merupakan salah satu jenis obat tradisional penting karena mengandung minyak atsiri 2-5% (turmerone, zingiberene, phellandrene, sesquiterpen alkohol, dan borneol), pati 45-55%, protein (8%), kurkumin (pewarna kuning) 10%, desmetoksikurkumin, bidesmetoksi kurkumin, tanin, resin, vitamin C, dan mineral seperti besi, fosfor, dan kalsium.
  • Kunyit diakui membawa banyak manfaat pada tubuh, diantaranya ramuan anti peradanagan tubuh, mengobati asam lambung, mengurangi produksi gas pada pencernaan, meredakan sakit perut akibat irritable bowel syndrom, mengurangi mual, dan meredakan diare.

2. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb)

  • Tanaman asli Indonesia ini mengandung banyak senyawa kimia yang dibutuhkan tubuh.
  • Sebagai obat tradisional terpenting, rimpang temulawak paling banyak digunakan sebagai bahan ramuan obat-obatan tradisional.
  • Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor rimpang temulawak ini.
  • Kandungan rimpang temulawak yang sangat bermanfaat bagi penambah daya tahan tubuh (immunomodulator) diantaranya yaitu pati  (60%), kurkumin (1,6-2,2%), dan minyak atsiri (1,5%). Minyak atsirinya mengandung phelandren, kamfer, turmerol, borneol, sineal, dan xanthorrhizol. Kurkumin bersama dengan xanthorrhizol diduga menyebabkan khasiat obat.
  • Diantaranya pada rimpang temulawak, terdapat zat turmerol dan fellandrean yang dikenal dengan minyak menguap. Temulawak juga mengandung kurkuminoid. Kurkuminoid terdiri atas desmetoksikurkumin dan kurkumin. Kurkumin berfungsi sebagai acnevulgaris, sebagai anti radang (anti inflamsi) dan anti hipototoksik (anti keracunan empedu) dan menetralkan racun, menurunkan kolesterol, dan meningkatkan sekresi empedu.

3. Jahe (Zingiber officinale)

  • Tanaman ini merupakan salah jenis rimpang untuk obat tradisonal dan juga untuk bumbu masakan.
  • Sejumlah manfaat jahe bagi kesehatan karena mengandung senyawa kimia zingirona, ginerol, dan zingiberol, yakni senyawa yang berperan atas efek immunomodulator. Artinya, bisa dikatakan senyawa tersebut dapat sebagai peningkat sistem imun atau daya tahan tubuh.
  • Manfaat rimpang jahe lainnya diantaranya yaitu mengatasi batuk, membangkitkan nafsu makan, mengatasi mulas, perut kembung, obat gatal, dan salesma.
  • Selengkapnya tentang kandungan gizi dari rimpang jahe dapat dilihat pada tautan berikut ini: https://genagraris.id/post/kandungan-gizi-dan-manfaat-jahe-bagi-kesehatan

Potensi Rempah Indonesia Sebagai Obat Fitofarmaka Penangkal Virus Corona

Beberapa peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menyatakan juga bahwa dalam kaitannya dengan COVID-19, penggunaan tanaman rimpang seperti kunyit, temulawak atau jahe baik secara tunggal maupun gabungannya bisa membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh karena fungsinya sebagai imunomodulator. Untuk itu, pemanfaatan kunyit, temulawak atau jahe sebagai jamu, obat herbal terstandarkan, atau suplemen minuman adalah aman.

Manfaat kurkumin terhadap penyembuhan Covid-19 tentu masih memerlukan pembuktian melalui penelitian lanjutan yang panjang. Atas potensi itu, tidak ada salahnya jika pihak seperti peneliti, industri farmasi, ahli kesehatan, dan lainnya mencoba mengembangkan tanaman – tanaman diatas hingga menjadi obat fitofarmaka sebagai antivirus terhadap Covid-19 atau virus corona yang memenuhi standar mutu dan diakui di dunia internasional.

Semoga ditengah musibah wabah virus corona ini, tanaman-tanaman tradisonal asli Indonesia ini bisa memberikan harapan dalam mencegah maupun mengobati dari paparan virus corona ini.

  1. 0 Komentar
  2. 3 Dibagikan
Referensi

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200304095129-20-480360/peneliti-unair-harap-empon-empon-bisa-jadi-antivirus-corona

 

https://www.itb.ac.id/news/read/57446/home/manfaat-kunyit-dan-temulawak-terhadap-penanganan-covid-19

 

Moghadamtousi SZ, Kadir HA, Hassandarvish P, Tajik H, Abubakar S, Zandi K. A review on antibacterial, antiviral, and antifungal activity of curcumin. Biomed Res Int. 2014;2014:186864. doi:10.1155/2014/186864

 

Rosidi A, Kohomsan A, Setiawan B, Briawan D. Potensi Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) Sebagai Antioksidan

 

Ulfah NN, Mutakin M. Review: Aktivitas Antivirus Ekstrak Lima Tanaman Rimpang Terhadap Penghambatan Virus Influenza H5N1 Dengan MEtoe In Vitro. Farmaka 15 (3): 153-160

0 Komentar