Agribisnis

Potensi Ekspor Tanaman Hias Bambu Rezeki Atau Dracaena

Bambu rezeki, sesuai nama populernya lucky bamboo, merupakan jenis tanaman hias flora pembawa keberuntungan.

  1. 0 Komentar
  2. 1 Dibagikan
null

Florikultur atau cabang hortikultur yang mempelajari budidaya tanaman hias, menjadi bidang menarik bagi masyrakat yang memilki hobi dan menyukai seni dan tanaman, sehingga menghasilkan keindahan. 

Sesuai dengan namanya tanaman hias berfungsi sebagai penghias. Tapi, tujuannya bukan hanya untuk memberikan keindahan yang dapat dinikmati secara visual, tapi juga kesejukkan, kenyamanan dan kedamaian yang natural.

Tanaman hiasa disebut juga dengan istilah ornamental plant, tanaman atau penanamannya biasa ditempatkan di halaman maupun di dalam ruangan. Semakin banyakanya tanaman hias yang ditanam, udara menjadi semakin bersih dan semakin segar. Sehingga, menanam tanaman hias tidak hanya hobi tapi sudah menjadi kebutuhan. 

Tanaman Hias Bambu Rezeki

Salah satu jenis tanaman hias yang saat ini sedang popular dan mulai banyak dibudidayakan yakni bambu rezeki (Dracaena sanderiana) atau yang popular juga dengan sebutan tanaman pita (ribbon plant). 

Tanaman hias bambu rezeki berasal dari Kamerun, tumbuh dalam semak dengan batang ramping dan lentur serta daun memanjang. 

Tanaman hias bambu rezeki ini bukanlah termasuk kedalam kelompok tanaman bambu. Tanaman bambu rezeki ini termasuk kelompok tanaman lily yang memiliki habitat asli di daerah hutan tropis dan hidup di bawah naungan yang tidak mendapatkan sinar matahari langsung.

Budidaya mulai dilakukan oleh masyarakat Jepang dan Cina, yang percaya bahwa jenis tanaman hias ini merupakan flora pembawa keberuntungan. Karena itu, tanaman ini diberi nama bambu rezeki atau lucky bamboo.

Tanaman Bambu Rezeki Di Indonesia

Di Indonesia, daerah sentra tanaman hias bambu rezeki ini tersebar di beberapa wilayah antara lain di Jawa Barat (Sukabumi, Bogor, Cianjur), Jawa Timur (Kota Batu, Pasuruan), Jawa Tengah (Kabupaten Semarang). 

Salah satu yang sukses dalam budidaya bamboo rezeki adalah kelompok tani Alamanda, di Sukabumi. Kelompok tani Alamanda menanam bamboo rezeki pada lahan seluas 6 hektar 9ha) dan mengembangkan sistem inti-plasma, artinya kelopok tani Alamanda sebagai inti dan petani mitra sebagai plasmanya, berhasil ekspor ke mancanegara.

Budidaya Bambu Rezeki

Dalam memulai budidaya tanaman hias bambu rezeki ini, biasanya banyak ditanam sebagai komponen taman mau ditanam dengan menggunakan pot. Metode yang dapat dilakukan dalam budidaya tanaman hias bambu rezeki atau Draceana ini diantaranya yaitu:

1. Penanaman

  • Penyemaian menggunakan stek batang dengan panjang 20 cm pada media pasir basah.
  • Dua pilihan media tanam untuk bambu rezeki yaitu di air atau di tanah.
  • Penanaman pada media air, dibutuhkan kerikil untuk menopang batang bambu rezeki ini. Air perlu diganti satu minggu sekali agar bambu tidak busuk.
  • Penanaman pada media tanah, perlu dilakukan campuran media lain diantaranya, pasir, gambur, dan tanah untuk memastikan drainase terjaga, dengan pemberuan asupan, disiram air secukupnya untuk menjaga kelembaban.

2. Pemeliharaan

  • Kondisi air harus selalu terkendali dan lakuan pembersihan terhadap daun-daun kering dan tunas yang tidak dinginkan.
  • Untuk pencahayaan, tanaman hias bambu rezeki lebih menyukai lingkungan dengan kondsi cahaya terang atau di bawah naungan.
  • Penambahan air tidak boleh sampai jenuh karena menyebabkan akar tanaman menjadi busuk.
  • Bambu rezeki akan tumbuh optimal pada kondisi udara hangat dengan temperature antar 18.3-32.2o C, sehingga tidak baik ketika diletakkan di depan pendingin udara atau ventilasi pemanas.
  • Untuk menyuburkan tanaman hias ini, dapat ditambahkan pupuk cair setiap dua bulan sekali.

3. Pascapanen

Ruang lingkup pascapanen tanaman hias bambu rezeki meliputi:

  • Penerimaan hasil panen: menerima dan mencatat hasil panen bambu rezeki dari lahan usaha.
  • Sortasi: memilih batang bambu rezeki yang berkualitas dan sesuai dengan permintaan konsumen.
  • Perompesan atau trimming: membuang bagian batang dan daun bambu rezeki yang tidak diinginkan.
  • Pencucian: membersihkan batang bambu rezeki dari kotoran.
  • Grading: mengelompokkan batang bambu rezeki berdasarkan ukuran dan bentuk produk sesuai permintaan konsumen.
  • Perlakuan: terdiri dari tiga proses yaitu perendaman, pengakaran, dan pertunasan. Tujuannya untuk menghilangkan hama dan penyakti yang tertinggal serta menumbuhkan akar dan tunas.
  • Perangkaian: bertujuan untuk memberikan nilai tambah dan untuk meningkatkan daya saing produk pada tanaman hias bambu rezeki ini.
  • Pengemasan, pangawasan mutu, dan pelabelan: bertujuan untuk menjaga tnaman dari kerusakan, mempertahankan kaulitas sebelum dipasarkan, efisiensi pendistribusian, dan memeriksa ulang jumlah, kualitas, dan kelengkapan rangakaian tanaman hias ini distribusi serta memberi label berisi identitas produk.
  • Distribusi: mengangkut tanaman hias bambu rezeki yang sudah dikemas ke tempat pemasarn dengan teknik penanganan yang direkomendasikan yang bertujuan untuk mempertahankan kualitas dan kesegaran tanaman.

Penutup

Prosedur budidaya dan Pascapanen bambu rezeki diatas dapat menjadi acuan teknis dalam pengembangan bambu rezeki, yang bertujuan mempertahankan mutu dan meningkatkan daya saing produk, sehingga memberikan keuntungan ekonomis bagi petani atau pelaku usaha florikultura.

img: ilustrasi. tanaman hias.
  1. 0 Komentar
  2. 1 Dibagikan
Referensi

Dilla Permatasari, Rifansyah Randy B, Risal Akbar Mulya, Brando Renzo, Rio Satria Putra. 2014. MAKALAH TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN“METODE PENANAMAN BAMBU REZEKI DENGAN HYDROGEL. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya.

 

https://id.wikihow.com/Memelihara-Pohon-Bambu-Pembawa-Hoki

 

Direktorat Budidaya dan Pascapanen Florikultura, Dirjen Hortikultura, Kementrian Pertanian. 2015. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pascapanen Dracaena (Daun Potong). http://www.bimpapah.com/web/uploads/pdf/sop-pascapanen-dracaena.pdf

0 Komentar