Budidaya

Potensi Budidaya Lobster Air Tawar Jenis Cherax Di Indonesia

Cherax atau lobster air tawar dapat diandalkan sebagai pengganti budidaya udang payau yang telah menurun saat ini, bahkan dengan risiko yang jauh lebih rendah, namun keuntungan lebih besar.

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
null

Lobster air tawar merupakan salah satu komoditas udang konsumsi yang mulai populer. Lobster air tawar dapat ditemukan hidup di danau, rawa, atau sungai. Lobster air tawar memiliki nilai harga jual yang tinggi dipasaran. Tingginya harga lobster air tawar dikarenakan tingginya permintaan pasar lokal dan luar negeri, sementara pembudidayaan masih terbatas.

Lobster Air Tawar Jenis Cherax

Di Australia konsumsi lobster air tawar sudah populer sejak tahun 1975. Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir Australia telah membudidayakan dan mengekspor lobster air tawar ke berbagai negara. Di Indonesia, keberadaan Cherax ini masih tergolong sedikit, baik kegiatan budidaya maupun aktivitas konsumsinya.

Menurut Holthuis (1949) dan Riek (1968), Cherax diklasifikasikan ke dalam filum Arthropoda, Klas  Crustacea dan genus  Cherax. Ada tiga spesies dari genus Cherax yang diketahui bisa dibudidayakan diantaranya yaitu :

  1. Cherax quadricarinatus/ red claw,
  2. Cherax destructor/ yabbie, dan
  3. Cherax  tenuimanus/ marron.

Genus Cherax merupakan udang air tawar yang mempunyai bentuk seperti lobster karena memiliki capit besar dan kokoh, serta rostrum picak berbentuk segitiga yang meruncing. Di Indonesia, jenis udang ini belum banyak dikenal masyarakat karena menurut Sabar (1975), genus Cherax masih hidup liar di sungai-sungai di Papua.

Habitat dan Penyebaran 

Jenis lobster air tawar dari genus Cherax, awalnya dketahui banyak terdapat di daerah Australia, Papua dan pulau-pulau di sekitarnya. Hingga kini telah diketahui bahwa di Papua terdapat 12 spesies, di Papua New Guinea ada dua spesies sedangkan di Australia ada 27 spesies. Di Papua, setiap spesies Cherax memiliki nama lokal yang berbeda-beda, antara lain Udi, Obawo, Dede, Murido, Talia, Bopa, dan Juri.

Diketahui, lobster air tawar dapat hidup di daerah dataran rendah maupun dataran tinggi. Lobster kelompok Cherax cenderung bersembunyi di celah dan rongga bebatuan, potongan pohon dan di antara akar tanaman rawa.

Pertumbuhan optimum Cherax adalah pada kisaran suhu 21-29 derajat Celcius. Suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi akan mengganggu pertumbuhan dengan kecenderungan membenamkan diri dalam lumpur atau menjadi tidak aktif.

Kondisi kualitas air optimal untuk Cherax jenis red claw meliputi: oksigen > 1 mg/L, kesadahan dan alkalinitas 20-300 mg/L, dan pH 6,5-9,0. Jenis  lobster red claw dewasa menunjukkan toleransi terhadap kadar oksigen terlarut sampai 1 mg/L, tetapi red claw muda lebih rentan. Lobster jenis red claw juga toleran terhadap konsentrasi amonia terionisasi sampai 1,0 mg/L dan nitrit sampai 0,5 mg/L dalam jangka waktu yang pendek.

Potensi dan Pengembangan

Berdasarkan beberapa penelitian, lobster Cherax quadricarinatus (red claw) memiliki nilai ekonomis paling tinggi dibandingkan jenis lobster air tawar lainnya yang telah dibudidayakan, seperti marron (Cherax tenuimanus) dan yabbie (Cherax destructor).

1. Potensi Budidaya

Kelebihan lobster red claw ini antara lain adalah kecepatan tumbuhnya yang jauh lebih besar dibandingkan jenis lobster air tawar lainnya. Berdasarkan ukuran, lobster air tawar red claw dapat mencapai ukuran panjang 30 cm dan bobot 500--600 gram. Produktivitasnya per are dan pertahunnya lebih besar, proporsi daging lebih banyak, rasa dagingnya lebih enak, toleransi lingkungan lebih tinggi, masalah penyakit relatif sedikit, mudah dijual hidup dan dikapalkan ke seluruh dunia, dan pasar terbuka lebar.

2. Potensi Pasar

Permintaan tertinggi lobster air tawar untuk keperluan konsumsi diantaranya dari Jepang, Malaysia, Hongkong, Cina, Taiwan, Korea, dan Singapura. Selain itu, Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Belanda, Jerman, Belgia, Selandia Baru, dan Australia menjadikan lobster air tawar sebagai makanan favorit karena keyakinan lebih menyehatkan daripada makanan laut.

3. Potensi Produk

Lobster air tawar jenis red claw memiliki ukuran tubuh yang lebih besar sehingga kandungan dagingnya lebih  banyak. Tekstur dagingnya lebih kenyal dan rasanya lebih gurih daripada lobster air laut. Kandungan lemak, kolesterol, dan garamnya lebih rendah sehingga aman dikonsumsi oleh semua konsumen.

Selain itu, tidak sedikit orang yang percaya bahwa daging lobster air tawar dapat meningkatkan vitalitas dan gairah seksual kaum wanita. Kandungan seng yang cukup tinggi dapat memacu produksi libido dan meningkatkan aktivitas sperma kaum.

Cherax Red Claw Di Indonesia

Dengan segala kelebihannya ini, tidaklah mengherankan apabila red claw memasuki pangsa pasar dunia, dengan harga jual yang cukup menjanjikan. Jenis red claw dapat dijadikan salah satu komoditas budidaya yang prospektif mengingat negara Indonesia memiliki potensi lahan perairan yang cukup luas dan faktor lingkungan yang cukup baik.

Jika dibandingkan dengan udang lainnya seperti udang windu atau udang galah, lobster air tawar lebih mudah dibudidayakan. Teknik budidayanya relatif sederhana dan tidak memerlukan lahan yang luas, karakternya tidak mudah stres dan tidak mudah terserang penyakit. Asalkan kebutuhan pakan, oksigen, dan kualitas air terpenuhi maka lobster air tawar dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cepat.

Jika dilihat dari kondisi lingkungan alam, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan budidaya lobster air tawar. Iklim dan siklus musim memungkinkan lobster air tawar dapat dibudidayakan sepanjang tahun.

Cherax dapat diandalkan sebagai pengganti budidaya udang payau yang telah menurun saat ini, bahkan dengan risiko yang jauh lebih rendah, namun keuntungan lebih besar.

 

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
Referensi

Patasik Samuel. Pembenihan Lobster Air Tawar Lokal Papua (Jakarta penebar Swadaya, 2004).

 

Sukmajaya, Y dan Suharjo. Mengenal lebih Dekat Lobster Air Tawar, Komoditas Perikanan Prospektif. (Agromedia Pustaka Utama, Sukabumi, 2003).

 

Susanto, N. Prospek Pengembangan Berbagai Jenis Lobster Air Tawar Sebagai Biota Akuakultur di Indonesia. (FMIPA Universitas Lampung,2010).

 

Titin Kurniasih.LOBSTER AIR TAWAR (Parastacidae: Cherax), ASPEK BIOLOGI, HABITAT, PENYEBARAN, DAN POTENSI PENGEMBANGANNYA. Balai Riset Perikanan Budidaya, Bogor

0 Komentar