Kepemimpinan

Pemimpin dengan 'Kesadaran' Mendalam

Pemimpin dengan tingkat ‘kesadaran’ mendalam ia akan memiliki kecerdasan emosional yang bagus, sense of social terasah.

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
null

Leiden is lijden!

Menjadi pemimpin bukanlah sekedar menduduki jabatan, mempunyai kewenangan dan pengikut atau anak buah, bukan juga tentang prestis, pengakuan, apalagi kekayaan. "Leiden is lijden!", kata ini dilontarkan oleh salah satu bapak bangsa, ditanamkan kepada anak didiknya, dijalani dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, cerminan dari orang yang berjiwa besar dan pemimpin sesungguhnya. "Leiden is lijden!", atau “Memimpin adalah menderita!”, H. Agus Salim.

Begitu juga menjadi pemimpin di sebuah perusahaan, eksekutif, manajer atau atau apapun levelnya, target kinerja merupakan output, gaji atau pendapatan merupakan imbalan dari jerih payahnya atas kesabaran, keteladanan, kerelaan, ketangguhan dan kecakapan kerja mengelola dan mengorganisir orang-orang didalam perusahaan untuk berkerja dan bergerak maksimal dan harmonis satu tujuan.

Kecakapan mengelola dan mengorganisasi atau kecakapan manajerial meliputi keterampilan dan keahlian teknis, keterampilan interpersonal dan lainnya merupakan tolak ukur yang menjadi syarat utama bagi pemimpin perusahaan apapun levelnya.

Untuk itu seorang pemimpin di perusahaan biasanya dibekali dan digembleng seputar kecakapan manajerial. Namun, dalam pengembangan diri seorang pemimpin ada aspek yang bisa dikembangkan dengan pembelajaran memalui bantuan atau dipandu dari luar seperti training kepemimpinan, traniang organisasi, traning manajemen dan lainnya, dan ada aspek yang pengembangannya hanya ditentukan oleh seorang pemimpin itu sendiri.

'Kesadaran' atau Consciousness

Keterampilan, keahlian dan kemampuan praktis lainnya yang melekat pada seorang pemimpin hanya aspek permukaan. Jauh didalam diri seorang pemimpin ada namanya ‘kesadaran’ yang lebih menentukan dan menjadi pangkal dari intelektualitas, kapabilitas, dan kredibilitas seorang pemimpin.

Pemimpin dengan tingkat ‘kesadaran’ mendalam ia akan memiliki kecerdasan emosional yang bagus, sense of social terasah, ‘will being’-nya menjadi naluri yang tajam dalam melihat permasalahan dan menemukan solusi yang bertanggung jawab, sehingga ia menjadi teladan bagi pengikut atau karyawannya.

Pemimpin perusahaan dengan tingkat ‘kesadaran’ mendalam, ia akan berusaha mengembangkan karyawannya, merasa bertanggung jawab atas kemampuan dan kinerja karyawannya, memberikan otonomi dan mencontohkan dengan sikap cara kerja manajerial, menghargai semua yang ada dilingkunganya dengan tetap memegang prinsip dan ketegasan yang bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai perusahaan.

Seringkali seorang pemimpin didalam perusahaan mengalami dilema batasan antara apa yang menyangkut perusahaan, pribadi dan umum atau kepentingan perusahaan, kepentingan personal, atau kepentingan umum. Pada saat itu ‘kesadaran’ menjadi sangat menentukan. Pemimpin dengan ‘kesadaran’ mendalam akan mampu melihat batasan, apa yang seharusnya dan apa yang tidak seharusnya. Pemimpin dengan ‘kesadaran’ mendalam akan bijak pada pijakan yang benar. Berpegang pada apa yang benar, bertindak dengan mengacu kebijaksanaan, yaitu keselamatan perusahaan dan lingkungan yang diutamakan.

Pemimpin Sejati

Pemimpin adalah ia yang mampu mengenali, memahami dan menampung berbagai macam manusia, kecemasannya, kegelisahaanya, kebutuhannya, kemampuannya, kelemahannya, keunggulannya, kegembiraanya dan lainnya, memikul dan mengangkat derajat manusia dengan memanusiakan manusia. Ia adalah orang yang “meniadakan diri” untuk kepentingan keselamatan orang banyak, termasuk juga perusahaan.

Adalah sepenuhnya benar jika H. Agus Salim menyatakan ‘Memimpin adalah menderita”. Pemimpin adalah Ia yang bersedia dan sanggup menanggung penderitaan orang banyak, apa yang menjadi penderitaan karyawan adalah penderitaanya. Psikis dan fisiknya mengalami dan menyelami penderitaan orang banyak, setiap karyawannya, tetapi Ia adalah orang yang batinya sepenuhnya bahagia, karena dipenuhi cinta dan kasih sayang.

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
Referensi

0 Komentar