Budidaya

Metode dan Cara Kerja Pembukaan Lahan yang Ramah Lingkungan

Tujuan penyiapan atau pembukaan lahan prinsipnya adalah suatu kegiatan pembersihan dan pembukaan areal, serta pengendalian kesuburan tanah agar tercipta kondisi lahan yang optimum.

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan

Merujuk pada pemberitaan media, kebakaran hutan dan lahan yang sedang terjadi terjadi khususnya di Sumatera (September 2019), terindikasi disebabkan karena "praktik" land clearing dengan cara pembakaran lahan. Pembakaran hutan atau lahan yang disenggaja biasanya ditujukan untuk pembukaan lahan baru atau peremajaan.

Pembakaran lahan untuk pertanian atau perkebunan termasuk dalam teknik land clearing yaitu teknik pembakaran terkendali. Namun, teknik ini sangat tidak dianjurkan. Adapun land clearing dengan teknik pembakaran  terkendali dapat dilakukan dengan syarat hanya diijinkan pada masyarakat lokal yang tidak berbadan hukum, luas lahan 1-2 Ha, kondisi tidak memungkinkan jika tidak menggunakan api, dan dilakukan dengan sangat hati-hati.

Land Clearing Sebagai Upaya Penyiapan Lahan 

Land clearing merupakan salah satu tahapan dalam budidaya, yaitu sebagai kegiatan awal, penyiapan lahan. Sebelum memulai budidaya komoditas pertanian tertentu, penyiapan dan pembukaan lahan menjadi salah satu proses yang vital. 

Tujuan penyiapan atau pembukaan lahan, baik untuk pertanian, maupun untuk penanaman tanaman hutan dan perkebunanan, prinsipnya adalah suatu kegiatan pembersihan dan pembukaan areal, serta pengendalian kesuburan tanah agar tercipta kondisi lahan yang optimum untuk kegiatan usaha tani. 

Target yang ingin dicapai dalam usaha pembukaan lahan yaitu bibit yang ditanaman dalam usaha tani memperoleh ruang dan tempat tumbuh yang optimal.

Syarat dan Pertimbangan Pembukaan Lahan

Dalam usaha pembukaan lahan, beberapa syarat yang perlu dipenuhi diantaranya yaitu lahan yang akan dibuka bukana real yang terlindungi atau bukan termasuk areal konservasi. Untuk keberlanjutan tanaman yang akan ditanamn nanti, maka pembukaan lahan dilakukan di areal yang dekat dengan sumber air, perlu memperhatikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Lebih lengkap, untuk menghindari erosi dan hilangnya top soil, serta longsor, maka perlu perlu pertimbangan yang komperhensif dari kajian keilmuan lainnya, seperti Agronomi, Agroklimat, Meteorologi, dan Hirdrologi.

Pembukaan Lahan yang Ramah Lingkungan

Umumnya, kegiatan pembukaan lahan dilakukan dengan cara pembakaran karena dari segi biaya lebih murah, lebih mudah dan cepat. Namun, akibat dari pembukaan lahan dengan cara pembakanran lebih banyak menimbulkan kerugian, baik dari aspek keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkaitan dengan Sumber Daya Alam (SDA). 

Definisi dari metode pembukaan lahan yang aman dan ramah lingkungan adalah suatu cara yang dianggap dapat menimbulkan kerusakan minimal terhadap lingkungan. Namun, prosedur terkait metode pembukaan lahan yang aman dan ramah lingkungan belum ada standar yang baku baik secara nasioanl maupun internasional. 

Dalam upaya meminimalisir kerusakan dan kerugian pada saat pembukaan lahan berbagai metode dan perangkat teknologi ramah lingkungan terus dikembangkan. Beberapa cara atau metode untuk pembukaan lahan yang aman dan ramah lingkungan, diantaranya:

1. Manual

Umumnya, pembukaan lahan yang aman dan ramah lingkungan untuk perladangan masyarakat dilakukan secara manual karena lahan yang diolah biasanya tidak terlalu luas (< 5 Ha). Alat-alat seperti gergaji, kapak, parang, cangkul, bajak, dan garu, merupakan alat manual yang digunakan untuk pembukaan lahan. Alat-alat manual tersebut berfungsi sebagai berikut:

  • Parang digunakan untuk pembabatan semak.
  • Gregaji dan kampak digunakan untuk penebangan pohon. Metode penebangan pohon diantaranya, dipilih pohon ekonomis , arah tebang memperhatikan topografi.
  • Pembongkaran tongga dengan menggunakan kampak
  • Pengolahan tanah dengan mengunakan bajak,garu, cangkul
  • Pembuatan lobang tanam dengan menggunakan cangkul

2. Mekanis

Pembukaan lahan mekanis adalah dengan menggunakan perlengkapan dan peralatan modern. Alat-alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan secara mekanis diantaranya chainsaw, bulldozer, dan traktor. Alat-alat manual tersebut berfungsi sebagai berikut:

  • Bulldozer berfungsi untuk pembuatan jalan rintisan, perobohan pohon, dan pengumpulan kayu.
  • Chainsaw berfungsi untuk penebangan, pemotongan, perencekan pohon.
  • Traktor berfungsi untuk merumpuk cabang dan ranting yang dipotong, serta untuk pegolahan tanah.

Metode Kerja Pembukaan Lahan yang Ramah Lingkungan

Sedangkan untuk metode kerja yang terdiri dari berbagai kegiatan dalam pembukaan lahan yang aman dan ramah lingkungan, diantaranya:

1. Pembuatan Batas lahan

  • Perlu batas-batas yang jelas untuk mengetahui batas lahan satu dengan lainnya.
  • Batas dapat berbentuk sekat bakar jalur hijau atau jalan yang mengelilingi lahan yang dapat berfungsi sebagai peyangga atau melokalisir api liar.
  • Apabila sekat bakar tersebut digunakan sebagai jalan batas lahan maka perlu dipelihara dari rumput-rumput yang tumbuh sehingga bersih dari bahan bakar.

2. Penebasana      

  • Dilakukan pada semak belukar dan padang alang-alang (Imperata cylindrical).
  • Bagian tumbuhan seperti daun, dahan, dan ranting dikubur untuk bahan organic, yang pada saatnya akan berfungsi sebagai pupuk.

3. Penebangan

  • Penebangan dan pemanfaatan kayu pada lahan yang banyak ditumbuhi pohon, seperti bekas kebun karet.
  • Jika masih ada tunggak (akar tumbuhan), maka dapat menggunakan jamur pelapuk jenis Trametes sp. untuk melapukan tunggak dengan tungguk kayu keras dan jenis jamur Pleurotus sp. untuk tunngak dengan tunggul kayu lunak.
  • Tujuan penghancuran tunggak yaitu untuk memperluas daerah perakaran di dalam tanah.
  • Tanah yang terbebas dari akar-akr tumbuhan lain akan menghasilkan pertumbuhan baik bagi bibit yang ditanam nanti.

4. Pembersihan Lahan

  • Areal penanaman dibersihkan dari limbah penembangan yang tersisa dengan cara pemidahan manual ke tempat yang tidak ditanami.
  • Limbah hasil pembukaan lahan tanpa bakar memiliki potensi untuk dimanfaatkan seperti limbah berupa kayu berdiameter batang besar dapat dimanfaatkan untuk bahan baku kayu gergajian dan kayu lapis, serta peralatan rumah tangga.

Implementasi Lapangan

Dalam upaya pembukaan lahan yang aman dan ramah lingkungan memiliki cukup banyak aspek serta teknik yang dapat digunakan di lapangan. Dalam pelaksanannya dapat dilakukan modifikasi sesuai kondisi yang dihadapi tanpa mengurangi pencapaian tujuan yang ditetapkan dalam pembukaan lahan yang aman dan ramah lingkungan.

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
Referensi

Nurindah. 2009. Konsep dan Implementasi Teknologi Budidaya Ramah Lingkungan Pada Tanaman Tembakau, Serat, dan Minyak Industri. Buletin Tanaman Tembakau, Serta, dan Minyak Industri 1 (1): 41-53

Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Departemen Kehutanan. 2007. Penyiapan Lahan Tanpa Bakar untuk Penanaman.

Wahyu Catur Adinugroho & INN Suryaputra. Diakses September 2019. Seri Pengelolaan Hutan dan Lahan Gambut: Strategi Pencegahan Hutan dan Lahan Gambut. Weatland.

0 Komentar