Bahan Makanan

Mengenal Microgreen, Sayuran Muda Kaya Nutrisi & Manfaatnya Bagi Kesehatan

Dengan manfaat mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes dll, microgreen bukan jenis tanaman sayuran baru, tapi lebih pada cara atau teknik mengkonsumsi sayuran baru

  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
null

Sebagai negeri agraris, Indonesia merupakan gudangnya sayuran. Suhu udara, kondisi dan kesuburan tanah, penyinaran cahaya matahari, curah juhan dan lainnya yang berbeda-beda di setiap daerah, membuat tanah Indonesia dapat ditanami berbagai jenis sayuran.

Di dunia restoran sendiri sudah tidak asing lagi istilah western food dan oriental food sebagai kategori makanan luar negeri, namun bahan makanannya, khususnya sayuran tidak perlu impor, cukup mendatangkan benih atau bibitnya, dapat ditanam di Indonesia.

Lain halnya dengan istilah microgreen, mungkin di Indonesia belum banyak yang mengenalnya. Tapi, perlahan microgreen menempati posisi tersendiri untuk segmen tertentu, dan sudah banyak dimintai, khususnya di masyarakat urban, sebagai sayuran sehat dan bergizi tinggi.

Pengertian & Berbagai Sayuran Microgreen

Kemunculan microgren sebagai salah satu istilah dalam sayuran tergolong baru. Microgreen mulai popular secara global baru sekitar pada tahun 2010. Aslinya, microgreen sudah dikenal sejak tahun 80-an sebagai hidangan yang disajikan oleh koki, di San Francisco, Amerika Serikat. Baru pada tahun 90-an, microgreen mulai terkenal dan dan menjadi kata baru.

Microgreen bukan jenis tanaman sayuran baru, tapi lebih pada cara atau teknik mengkonsumsi sayuran baru. Definisi microgreen ditujukan untuk tanaman sayuran yang sudah biasa di konsumsi seperti, pak choi, daun ketumbar, kol, kemangi, kangkung, yang dikonsumsi ketika tanaman itu masih sangat muda, atau masih pada fase bibit. 

Microgreen merupakan gabungan kata dari bahasa Inggris, micro dan green, yang maknanya merujuk pada bibit sayuran. Secara teknis, microgreen adalah fase perumbuhan tanaman antara fase kecambah dan baby green. Misalnya, satu sayuran fase kecambahnya 2-5 hari, fase baby green 3 – 4 minggu, fase microgreen-nya 7 – 14 hari. 

Sebagai salah satu jenis sayuran, microgreen adalah sayuran yang dibudidayakan dengan masa panen antara fase kecambah dan baby green. Setiap sayuran dapat dibudidayakan untuk menjadi sayuran microgreen. Tidak hanya tanaman sayuran, tanaman herbal pun dapat dibudidayakan untuk dijadikan sayuran microgreen.

Sayuran microgreen yang popular diantaranya, lobak, brokoli, salad air, bayam, sawi hijau, kemangi, seledri, wortel, kubis, parsley, bunga matahari, selada, daun mint, tanaman ketumbar, bit, dan mizuna. Beberapa tanaman yang dipetik ketika masih dalam fase microgreen dapat tumbuh kembali, selanjutnya menjadi tanaman sayuran pada umumnya.

Kandungan & Manfaat Microgreen

Sebagian besar kandungan microgreen adalah nutrisi. Kandungan nutrisi pada jenis sayuran microgreen berbeda-beda. Tapi, sayuran microgreen umumnya banyak mengandung kalsium, zat besi, magnesium, seng, dan zat tembaga yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

Microgreen juga banyak mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral lebih tinggi dari sayuran biasa. Hasil penelitian menyatakan kandungan vitamin dan antioksidan sayuran microgreen 40% lebih tinggi dari sayuran biasa.

Mengkonsumsi sayuran berhubungan dengan penurunan tingkat terserang risiko penyakit. Begitu juga microgreen, seperti sayuran pada umumnya, bahkan mungkin lebih berkhasiat, berikut beberapa manfaat mengkonsumsi microgreen.

1. Penyakit jantung

Microgreens kaya sumber polifenol, kelas antioksidan yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa microgreens dapat menurunkan trigliserida dan kadar kolesterol LDL "buruk".

2. Penyakit Alzheimer 

Sebagai makanan kaya antioksidan, termasuk yang mengandung polifenol dalam jumlah tinggi, manfaat microgreen dapat dihubungkan dengan tingkat risiko penyakit Alzheimer yang lebih rendah.

3. Diabetes 

Antioksidan dapat membantu mengurangi stres yang dapat mencegah gula memasuki sel dengan benar. Hasil studi laboratorium, fenugreek microgreens muncul untuk meningkatkan penyerapan gula seluler sebesar 25-44%.

4. Kanker 

Buah dan sayuran yang kaya antioksidan, terutama yang kaya polifenol, dapat mengurangi risiko berbagai jenis kanker. 

Lalab dan Prilaku Konsumsi Microgreen Di Indonesia

Walaupun tampak menjanjikan, perlu diperhatikan bahwa setudi tentang manfaat atau efek microgreen bagi kesehatan sangat terbatas. Adapun, manfaat microgreen lebih mengacu pada manfaat atau efek konsumsi sayuran biasa pada kesehatan.

Msayarakat Indonesia ini sudah terbiasa dengan konsumsi sayuran muda. Salah satu prilaku konumsi sayuran Indonesia diantaranya lalaban, yaitu sayuran yang dimakan mentah dengan sambal. Sayuran yang dipetik lebih awal dari umur ideal tanaman diantaranya, daun kencur. Walau sudah melewati tahap microgreen tapi intinya sama. Bedanya, microgreen dipetik berdasrakan umur tanaman, di Indoensia lebih mengacu pada tanda-tanda fisik tanaman.

 

  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
Referensi

Linda Clarie. Grwoherbsgarden. What Are Microgreens? Everything You Need to Know about Microgreens. Diakses Kamis, 31 Oktober, 2019. (https://growherbsgarden.com)

 

Mircoveggy. What does microgreen mean? A short on-point explanation. Diakses Kamis, 31 Oktober, 2019. (https://www.microveggy.com)

 

Alina Petre. Healthline. Microgreens: All You Ever Wanted to Know. Diakses, 1 November 2019. (https://www.healthline.com)

0 Komentar