Budidaya

Mengenal Jamur dan Jamur Shitake Sebagai Bahan Pangan Fungsional

Sebagai bahan pangan fungsional jamur memiliki fungsi obat. Pada jamur shitake, kahsiatnya diantaranya menghambat pertumbuhan kanker, obat penyakit jantung dan kencung manis, antivitus dan lainnya.

  1. 0 Komentar
  2. 12 Dibagikan
null

Jamur sebagai pangan alternatif pengganti protein hewani semakin digemari masyarakat urban. Bahkan di luar negeri sudah ada restoran khusus denga menu jamur. Permintaan jamur sebagai bahan pangan terus meningkat seiring dengan penyebaran pengetahuan masyarakat mengenai jamur yang tidak hanya bergizi tinggi tapi juga juga bermanfaat bagi kesehatan.

Jamur Sebagai Bahan Pangan

Secara awam jamur dapat dibedakan menjadi dua, jamur yang dapat di konsumsi dan jamur yang tidak dapat dikonsumsi. Jamur yang tidak dapat dikonsumsi bukan berarti tidak bisa dimakan, tapi karena memiliki rasa yang tidak enak atau dapat sebagai obat dimana mengkonsumsinya harus dengan takaran, atau aturan tertentu supaya aman, tidak menyebabkan keracunan.

Jamur sebagai bahan pangan memiliki nilai lebih dari sekedar kandungan nutrisi. Karena itu, jamur termasuk bahan pangan bernilai ekonomi tinggi. Rasa, dan aroma, yang khas dari jamur menyajikan kenikmatan tersendiri, disamping nilai lebih lainnya, yaitu dapat bernilai atau berfungsi sebagai obat.

Oleh karena itu, jamur dikategorikan sebagai pangan fungsional, yaitu  pangan olahan yang mengandung satu, atau lebih komponen fungsional (Bioactive compounds), yang berdasarkan kajian ilmiah, yaitu pembuktian uji klinis, benar-benar mempunyai fungsi fisiologis yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Jamur termasuk bahan pangan yang rendah lemak, tapi memiliki kanudngan protein tinggi. Kandungan lemak jamur umumnya hanya sekitar 2%-8% berak kering. Kandungan protein jamur sekitar 20%-30% protein kasar (dari presentase berat kering jamur). Kandungan nilai karbohidrat yang rendah, membuat jamur dapat dijadikan makanan ideal bagi penderita diabetes.

Jamur Shitake

Indonesia merupakan salah satu tempat tumbuh berbagai jenis jamur terbesar di dunia. Dari sekitar 1,5 juta spesies jamur, sekitar 200 ribu diantaranya ditemukan di Indonesia. Jamur yang popular dibudidayakan dan dikonsumsi masyarakat Indonesia diantaranya, jamur kancing (Agaricus  bisporus), jamur merang (Volvariella volvaceae), jamur kuping (Auricularia auricular), jamur  payung shitake  (Lentinus  edodes), dan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus), jamur kuping putih (Tremella fuciformis) dan jamur maitake (Grifola frondosa).

Dari jenis jamur itu, jamur shitake merupakan jamur konsimsi yang memiliki nilai ekonomi tinggi, banyak peminatnya, tapi masih sedikit yang membudidayakannya. Jamur Shitake, atau jamur payung, jamur kayu coklat, atau dinenal juga Chinese black mushroom, atau black forest mushroom, merupakan jamur kayu, yang biasa hidup dan tumbuh di batang kayu glondongan yang sudah kering, akar dan dan ranting.

Ada tiga jenis bibit jamur shitake, yaitu jamur yang dapat membentuk pada suhu diatas, 20 derajat celcius, 15-10 derajat celcius, dan pada suhu dibawah 10 derajat celcius. Untuk bidudaya jamur shitake di Indonesia, bibit jamur yang ideal tentunya yang dapat membentuk tubuh budah dengan suhu diatas 20 derajat celcius. Adapun daerah yang ideal, adalah daerah yang memiliki suhu dingin, seperti lembang, di Bandung, dan Batu di Malang.

Karakteristik alamiah jamur shiitake tumbuh pada bagian kayu yang sudah lapuk anggota suku Fagaceae. Tapi, budidaya jamur shitake dapat dengan menggunakan media dengan bahan nutrisi tambahan. Selain ciri komposisi media dan kelembaban, suhu turut berperan sebagai bagian dari faktor penentu keberhasilan budidaya jamur shitake.

Khasiat Jamur Shitake Sebagai Pangan Fungsional

Batang jamur shitake memiliki kandungan vitamin B komplek yang sangat baik. Sebaiknya, ketika memasak jamur ini batangnya jangan dibuang, karena dapat dibuat sebagai bahan kaldu memiliki kenikmatan yang khas. Sebagai bahan pangan fungsional, khasiat jamur shitake diantaranya:

  • Ekstrak jamur shitake memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan kanker 72-92%.
  • Ekstrak jamur shitake dapat mengobati penyakit jantung dan kencing manis.
  • Kandungan protein dan polisakarida pada jamur shitake dapat berkhasiat sebagai antivirus.
  • Jamur shitake juga dapat menetralkan pengaruh negatif dari rokok dan ahlkohol.

Penelitian menunjukan persentasi wanita penderita kanker uterus atau indung telur lebih di Jepang rendah dibanding di Inggris dan Amerika Serikat, karena salah satunya wanita di Jepang sering mengkonsumsi jamur shitake.

img: Majur Shitake di TEI 2019
  1. 0 Komentar
  2. 12 Dibagikan
Referensi

Netty Widyastuti. Limbah Gregaji Kayu Sebagai Bahan Formula Media Jamur Shitake. Pusat teknologi Bioindustri, BPPT. J. Tek. Ling. Vol.9 No.2 Hal. 149-155. Jakarta, Mei 2008. ISSN 1441-318X

 

Fajri. 2010.  Ekstrasi dan Penentuan Kadar Senyawa β-1,3;1,6-D-Glukan Dari Jamur Shitake (Lentinula edodes). FST, UIN Syarif Hidayatullah 

 

YB Subono dan HJD Latupapua. Pengaruh Bobot dan Komposisi Media, Rangsangan Suhu dan Kimiawi Terhadap Pembentukan Tubuh Buah Jamur Shitake (Lentinus edodes). Balitbang Mikrobiologi, Puslitbang Biologi – LIPI Bogor. SERITABIOLOGI Vol ,4 No, 4 JULIIIQQ8. (https://media.neliti.com/media/publications/67950-ID-none.pdf)

 

Sumiati, E dan G.A. Shopa. 2009. Aplikasi Jenis Bahan Baku Utama dan Bahan Adaptif Terhadap Kualitas Media Bibit Induk Jamur Shiitake. Badan Penelitian Tanaman Sayuran. J. Hort. 19(1):49-58, 2009.

 

Sri Listiyowati. Jamur Pangan Sebagai Alternatif Pengganti Daging Sapi dan Efeknya Terhadap Budidaya Jamur Di Indonesia. Prodi Biologi, Sekolah Pascasarjana IPB. Makalah Falsafah Sains (PPS702).

 

Admin Pangan Fungsional. Apa itu Pangan Fungsional?. Diakses 15 November 2019. (https://kanalpengetahuan.tp.ugm.ac.id/)

0 Komentar