Bahan Makanan

Mengenal Empat Jenis Beras dan Kandungan Gizinya  

Tidak kalah dengan beras putih sebagai jenis beras yang paling banyak dikonsumsi, beras merah, coklat dan hitam memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi.

  1. 0 Komentar
  2. 3 Dibagikan
null

Beras merupakan komoditas pertanian yang menjadi makanan pokok, terutama di Indonesia. Beras yang ditemukan dipasaran dan dijual ke masyarakat, merupakan hasil pengolahan gabah. Gabah sendiri berasal dari biji padi yang telah dipisahkan dari tanaman padi (Oryza sp.).

Dari Padi Menjadi Beras

Tanaman padi berasal dari Asia bagian timur dan India bagian utara. Padi dapat tumbuh di daerah dengan letak geografis 30° Lintang Utara (LU) sampai 30° Lintang Selatan (LS), dengan ketinggian 2500 m diatas permukaan laut.

Di Indonesia, padi beradaptasi dan mampu dibudidayakan di daerah dengan  ketinggian 0-1500 m dpl dan suhu optimum untuk pertumbuhan padi antara 30-37° C.

Setelah proses panen padi, biji padi atau gabah dipisahkan dari jerami padi. Proses pemisahan dilakukan dengan cara memukul-mukul seikat padi dengan tujuan gabah terlepas. Selain dengan cara memukul tersebut, bisa juga dengan bantuan mesin pemisah gabah. Kemudian, gabah yang terlepas dikumpulkan dan dijemur hingga kering.

Gabah yang telah kering tersebut dapat langsung ditumbuk atau digiling hingga kulit gabah (sekam) menjadi terkupas, inilah yang dalam pengertian sehari-hari, disebut beras. Gabah yang hanya terkupas bagian kulit luarnya (sekam), disebut beras pecah kulit (brown rice) sedangkan beras yang mengalami penyosohan sehingga kulit arinya terkelupas disebut beras giling.

Beras Secara Biologi

Secara biologi, beras yang merupakan bagian dari gabah, umumnya yang terdiri dari, 1) aleuron: lapisan terluar yang sering ikut terbuang dalam proses pemisahan kulit, 2) endosperma: bagian yang paling banyak mengandung pati dan protein, 3) Embrio: cikal bakal tanaman baru. 

Gabah mengandung dua penyusun utama, diantaranya bagian yang dapat dimakan atau kariopsis (disebut beras pecah kulit/brown rice) sekitar 72-82%, dan kulit gabah atau sekam sekitar 18-28%.

Sebagai kebutuhan utama, bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, beras merupakan sumber kalori karena mengandung protein, vitamin (terutama pada bagian aleuron), mineral, dan air.

Diketahui pati beras dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu amilosa dan amilopektin. Komposisi kedua golongan pati ini menentukan transparan atau tidaknya beras dan tekstur nasi (lengket, lunak, keras, atau pera). Beras pera memiliki kandungan amilosa lebih dari 20% yang membuat butiran nasinya terpencar-pencar, tidak berlekatan dan keras.

Diektahui juga, bahwa beras dalam produk nasi akan menyuplai kalori sebesar 60-80% dan protein sebesar 45-55%.

Beragam Jenis Beras dan Kandungan Gizinya

Beras dipasaran, dapat ditemukan beragam jenisnya. Beragam jenis beras yang ada, kandungan gizi dan manfaatnya bagi kesehatan juga berbeda-beda. Berikut empat jenis beras beserta kandungan gizinya.

1. Beras Putih (Oryza sativa)

Beras putih merupakan makanan pokok terpenting warga dunia. Umumnya dimanfaatkan terutama untuk diolah menjadi nasi. Jenis beras ini yang paling mudah dicerna dan memiliki kandungan serat yang lebih sedikit dibandingkan jenis beras lainnya.

Lapisan luar (aleuron) dan lapisan tengah yang mengandung serat tinggi pada beras putih sudah hilang akibat proses penggilingan. Itu menyebabkan kandungan gizi beras putih lebih rendah dibanding beras lainnya. Diketahui beras putih mengandung aleuron sedikit dan kandungan amilosa hanya sekitar 20%.

Beras putih paling banyak dan paling mudah ditemukan dipasaran Indonesia, jenis diektahui ada beberapa macam, diantaranya:

  • Sentra ramos: paling banyak beredar di pasaran karena menjadi banyak favorit masyarakat dan harganya yang relatif lebih murah dibaanding jenis beras putih lainnya.
  • IR 42: tekstur beras sedikit keras dan kering sehingga biasanya lebih cocok untuk dijadikan nasi goreng, nasi uduk dan lontong.
  • Pandan wangi: jenis beras putih dengan aroma seperti pandan.
  • Batang lembang: dikenal juga dengan nama beras Jepang, yang memiliki hasil tekstur yang sangat pulen setelah dimasak.
  • Menthik susu: beras putih organik yang sangat kaya nutrisi dan mineral.
  • Menthik wangi: jenis beras putih organik yang mengandung gula rendah, sehingga sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.

2. Beras Merah (Oryza nivara)

Selain mengandung karbohidrat, lemak, protein, serat dan mineral, beras merah mengandung zat penting yang disebut antosianin.  Antosianin adalah pigmen merah yang terkandung pada lapisan kulit beras, atau dijumpai pula pada setiap bagian gabah dan berfungsi sebagai antioksidan.

Beras merah memiliki tekstur yang lebih keras dibanding beras putih, namun kaya manfaat untuk menjaga jumlah zat besi dalam tubuh dan membantu mengatur gula darah dan insulin.

3. Beras Cokelat

Beras ini memiliki tekstur lebih kasar dengan kekhasan fisik sesuai namanya, yaitu berwarna coklat. Beras coklat mengandung fitonutrien, lemak esensial, magnesium, mineral dan vitamin. Jika dikonsumsi beras ini akan membuat perut terasa kenyang lebih lama.

Selain itu, manfaat untuk kesehatan yaitu menurunkan kadar diabetes, meminimalisir risiko kanker dan mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh.

4. Beras Hitam (Oryza sativa indica)

Merupakan varietas lokal yang mengandung pigmen, berbeda dengan beras putih atau beras warna lainnya. Beras hitam memiliki kulit beras, aleuron dan endosperm yang berwarna merah-biru-ungu pekat dan tidak lengket setelah dimasak. Warna tersebut menunjukkan adanya kandungan antosianin.

Beras hitam mempunyai kandungan serat pangan (dietary fiber) dan hemiselulosa, serta kandungan gizi seperti vitamin E, zat antiinflamasi, dan antioksidan yang baik bagi tubuh. Beras ini cukup langka dan memiliki nilai jual tinggi karena kandungan gizi yang lebih tinggi.

Konsumsi Empat Jenis Beras

Diantara kemepat jenis beras itu, beras putih dan beras merah paling populer sebagai konsumsi pokok. Beras merah biasanya dikonsumsi dengan tujuan utama kesehatan. Untuk beras hitam, karena keberadaannya sangat terbatas pembeliannya pun biasanya berdasarkan pesanan. 

 

  1. 0 Komentar
  2. 3 Dibagikan
Referensi

HERNAWAN E, MEYLANI V. 2016. ANALISIS KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA BERAS PUTIH, BERAS MERAH, DAN BERAS HITAM (Oryza sativa L., Oryza nivara dan Oryza sativa L. indica). Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada 15 (1)

 

Azis A, Izzati M, Haryanti S. 2015. Aktivitas Antioksidan Dan Nilai Gizi Dari Beberapa Jenis Beras Dan Millet Sebagai Bahan Pangan Fungsional Indonesia. Jurnal Biologi 4 (1): 45-61

 

 

0 Komentar