AgTech

Mengenal dan Menelusuri Perkembangan Greenhouse Di Era Pertanian Pintar

Greenhouse atau Glasshouse, teknologi tempat bercocok tanam yang terdiri dari structural design, atap dan penutup, dan environment control terus dikembangkan sebagai tumpuan pertanian modern.

  1. 0 Komentar
  2. 12 Dibagikan
null

Sebagian besar wilayah di Indonesia sudah memasuki musim penghujan. Memasuki musim penghujan berarti juga musim bercocok tanam. Bersama datangnya hujan dan perubahan kelembaban, suhu, angin, dan lainnya memicu perkembangbiakan organsime lainnya, termasuk yang berpotensi menjadi hama, dan pathogen penyakit tanaman.

Untuk melindungi tanaman dari penyebaran hama dan penyakit, petani di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya petani sayuran, dan hortikultura biasanya membangun greenhouse sebagai tempat bercocok tanam beberapa jenis tanaman.

Petani biasanya membangun greenhouse untuk jenis tanaman tertentu yang secara hitung-hitungan ekonominya masuk. Di Indonesia, greenhouse merupakan salah satu alternatif perangkat medium bercocok tanam dimana metode bercocok tanamnya biasanya dengan teknik hidropinik, aeropinik, dan lainnya.

Greenhouse atau Glasshouse

Greenhouse merupakan salah satu teknologi pertanian yang mengalami perkembangan pesat. Berawal dari greenhouse, berbagai pengaplikasian dengan perangkat teknologinya melahirkan teknik bercocok tanam indoor farming, vertical farming, roof top farming dan lainnya.

Mengacu pada Encyclopedia Britannica, greenhouse atau glasshouse adalah bangunan yang didesain untuk melindungi tanaman dari cuaca panas dan dingin yang berlebihan. Tujuan utama dari greenhouse adalah untuk membentuk kondisi ideal yang tidak bergantung pada lokasi, iklim dan cuaca, serta kondisi lingkungan lainnya.

Perkembangan Greenhouse

Greenhouse sudah dikembangkan sejak abad ke-17 di Eropa. Pada awalnya, greenhouse dibangun dari bahan bangunan seperti rumah, batu dan lainnya, ada jendelannya, didalamnya juga terdapat perangkat penghangat ruangan. 

Seiring perkembangan industri logam dan plastik, material konstruksi dan bentuk greenhouse mengalami perubahan sampai pada perkembangan seperti tren sekarang ini, berbahan plastik, aluminium, baja dan lainnya yang lebih adaptif untuk berbagai lokasi, mudah dipasang dan dintegrasikan dengan teknologi lainnya.

Kemampuan atau kegunaan greenhouse mengalami peningkatan, dari yang tadinya hanya melindungi tanaman, menjadi medium untuk menstimulus tanaman dengan berbagai rekayasa didalamnya, seperti, suhu dan kelembaban, air, penyinaran tanaman, kesuburan dan lainnya. Teknik bercocok tanam dengan greenhouse juga mengalami peningkatan, meliputi teknik hidroponik, tissue culture (kultur jaringan), dan transplantasi, dan lainnya.

Dengan teknik bercocok tanam baru itu, dan pengembangan perangkat lainnya sampai pada pertanian presisi dan pertanian pintar, greenhouse telah berevolusi menjadi sebuah medium atau tempat bercocok tanam (ladang berkebun, atau sawah) modern. Teknik bercocok tanam ini, secara umum dikenal dengan pertanian indoor. Pertanian indoor telah menjadi penopang pertanian Eropa dan Amerika Serikat, sebagai solusi mengatasi kelangkaan pangan dan penyediaan pangan sehat.

Teknologi Greenhouse

Di Amerika Serikat dan Eropa, greenhouse menjadi teknologi yang paling cepat diadopsi dengan tujuan meningkatkan produktivitas, dibanding teknologi peternakan dan pertanian konvensional. Ini kaitannya dengan manfaat atau kelebihan greenhouse sebagai medium atau tempat bercocok tanam, yang diantaranya:

  • Menghemat penggunaan air dibanding dengan bercocok tanam di area terbuka;
  • Penyinaran matahari pada tanaman dapat diatur secara merata, dan dikelola disesuaikan dengan kebutuhan tanaman;
  • Suhu dan kelembaban dapat dikontrol.

Pengembangan teknologi greenhouse tidak berhenti di titik sebagai medium bercocok tanam. Tren inovasi teknologi greenhouse di Amerika Sertkat dan Eropa ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja, meningkatkan produktivitas dan efisiensi, dan meningkatkan margin laba.

Secara spesifik inovasi teknologi greenhouse mengarah ke automasi produksi, meliputi transplanter, seeder dan konveyor; perangkat lunak greenhouse untuk inventory, logistik, dan perlindungan tanaman; inovasi struktur material dan material penutup; inovasi irigasi terterkendali; dan inovasi media tanam seperti pengisi pot, pengisi baki, dan mixer tanah.

Dengan pengembangan mengarah ke integrasi teknologi greenhouse terlihat semakin rumit. Tapi, pada dasarnya komponen utama greenhouse dapat dikelompokan kedalam tiga bagian:

1. Desain struktural (structural design)

Merupakan seluruh komponen pada struktur dasar yang didesain dengan fungsi untuk melindungi tanaman dari kerusakan yang disebabkan oleh angina, hujan, suhu panas atau dingin. 

2. Atap & penutup

Merupakan komponen pelindung greenhouse, dapat berbahan polyethylene film, atau lainnya, sebagai dinding dana atap, untuk melindungi tanaman dari hama dan penyakit, memfilter sinar ultraviolet, asap dan lainnya.

2. Environment Control

Merupakan komponen sistem pengendalian, atau pengkondisian environment seperti, suhu dan kelembaban dan lainnya, terdiri dari sistem sensor, perangkat stimulator pengatur suhu ruangan, seperti mesin pendingin, perangkat penyinaran, seperti lampu LED, perangkat pengendali, dan lainnya.

Smart Greenhouse

Pengembangan teknologi greenhouse terkini, ketiga komponen itu diintegrasikan dengan sistem irigasi dan fretrigasi, dioperasikan secara digital (smart farming) dengan sistem yang tertakar dan terukur (precision farming).

Img Feature: Ilustrai. Budidaya tanaman kangkung darat.
  1. 0 Komentar
  2. 12 Dibagikan
Referensi

Lloyd Phillips, Farmer’s Weekly. Latest trends in greenhouse technology. Diakses 5 November 2019. (https://www.farmersweekly.co.za)

 

Encyclopaedia Britannica. Greenhouse. Diakses 5 November 2019. (https://www.britannica.com/topic/greenhouse)

 

Anil Kumar, G.N. Tiwari , Subodh Kumar dan Mukesh Pandey, Science Alert. Role of Greenhouse Technology in Agricultural Engineering. International Journal of Agricultural Research. Volume 1 (4): 364-372, 2006. Diakses 5 November 2019. (https://scialert.net)

 

Cassandra Smallman on Link Green. Three Greenhouse Technologies that Increase Production. Diakses 5 November 2019. (https://www.linkgreen.ca)

0 Komentar