Budidaya

Mengenal Alang-alang Sebagai Gulma dan Pengendaliannya

Sebagai gulma, pengendalian alang-alang, dapat dengan teknik, perebahan, mekanis, kultur tekenis, dan pengendalian terpadu. 

  1. 0 Komentar
  2. 7 Dibagikan
Gulma di ladang singkong.

Alang-alang merupakan salah satu tumbuhan yang keberadaanya tidak diharapkan ketika bercocok tanam. Bukan tanpa manfaat, tapi propagasi dan daya adaptasi tumbuhan alang-alang sehingga mudah berkembang sangat menggangu tanaman utama, seperti tanaman padi.

Alang-alang (Imperata cylindrica), tumbuhan yang tidak asing bagi petani ini, dikenal dengan nama yang berbeda, diberbagai daerah. Di daerah Jawa Barat (Sunda) alang-alang dikenal dengan nama eurih, di Mandura disebut lalang atau kaut, di Sumatera Barat (Minang) dikenal dengan nama hilalang.

Alang-alang masuk dalam kelompok tumbuhan gulma, bangsa rumput yang dapat menggangu tanaman utama. Tapi, selain itu alang-alang juga merupakan tanaman herba yang bermanfaat bagi kesehatan.

Alang-alang Sebagai Gulma

Alang-alang merupakan tanaman berumpun yang rimpangnya tumbuh memanjang dan bercabang-cabang di tanah pada kedalaman 0-20 cm. Alang-alang berakar serabut, tumbuh dari pangkal batang dan ruas-ruas pada rimpang.

Selain daya adaptasi dan tingkat regeneratif yang sangat cepat, zat alelopati yang dikeluarkan akar rimpang alang-alang yang menjadi pengganggu tanaman utama, karena menghambat tumbuh kembang tanaman lainnya.   

Tidak hanya itu, yang menjadikan alang-alang sebagai gulma salah satunya kemampuannya dalam berkompetisi. Alang-alang mempunyai daya adaptasi di lingkungan atau lahan yang tidak mendukung, dan mempunyai kemampuan berfotosinesa yang sangat baik.

Pengendalian Gulma Alang-alang

Karena itu, sebagai gulma keberadaan alang-alang sulit dikendalikan, cepat menjadi banyak, dan cepat tinggi. Keberadaannya menghalangi tanaman utama secara fisik, dan secara kimiawi, penyerapan unsur-unsur pertumbuhan tannaman utama didalam tanah menjadi terganggu.

Menurut Balit Karet Sembawa (1996), pengendalian alang-alang dapat dilakukan dengan teknik perebahan, mekanis, kultur teknis, kimia dan terpadu, seperti dibawah ini.

A. Teknik Perebahan

  • Daun dan batang alang-alang yang telah direbahkan akan kering dan mati tanpa merangsang pertumbuhan tunas dan rimpang,dan dapat berfungsi sebagai mulsa.
  • Perebahan dapat menggunakan papan, potongan kayu atau drum.
  • Setelah alang-alang terkendali,lahan siap untuk usaha tani dengan tahap-tahap perebahan tersebut .

B. Teknik Mekanis

  • Dilakukan dengan pengolahan tanah dengan membajak atau mencangkul .
  • Penebasan dengan alat yang dapat mengurangi persaingan alang-alang dengan tanaman pokok tetapi hanya bersifat sementara dan harus sering diulangi minimum sebulan sekali .
  • Setelah alang-alang terkendali, lahan siap untuk ditanami .

C. Teknik Kultur Teknis

  • Penggunaan tanaman penutup tanah leguminosa(PTL).Jenis-jenis PTL yang sesuai meliputi Centrosema pubescens,Puerariajavanica, P. triloba, C.mucunoides, Mucuna spp.,dan Stylosantehes guyanensis.
  • Semprot alang-alang dengan herbisida dengan model lorong,lebar lorong 2m.,jarak antar lorong 4 m.
  • Apabila alang-alang sudah kering ,buat dua alur tanaman sedalam 5 cm.,jarak antar alur 70 cm.
  • Gunakan PTL sesuai rekomendasi daerah setempat,kebutuhan benih 2 kg/ha.
  • Benih dicampur pupuk SP-36 sebanyak 24 kg/ha kemudian ditaburkan di dalam alur .
  • Tutup alur dengan tanah setebal 1 cm .
  • Alang-alang akan mati oleh tajuk PTL.
  • Metode ini lebih tepat untuk lahan yang sudah ada tanaman pokoknya .

D. Teknik Pengendalian Terpadu

  • Semprot alang-alang yang sudah tumbuh dengan herbisida sistemik.
  • Rebahkan alang-alang yang sudah mati dan kering.
  • Tanam tanaman semusim dengan cara tugal sebagai pre-crop-ping.
  • Bersamaan dengan itu lahan siap ditanami tanaman penaung dan tanaman pokok dengan tahab-tahab seperti yang telah diuraikan.

Pada pengendaliannya, alang-alang yang mati selain dibakar dapat juga dimanfaatkan sebagai mulsa untuk konserfasi lahan, atau sebagai bahan pupuk kompos.

  1. 0 Komentar
  2. 7 Dibagikan
Referensi

Ir. Bukti Hasiholan, M.Si. Strategi Kultur Tehnis Pengelolaan Gulma Perkebunan. Jurnal Stindo Profesional Vol.3 No 3 Mei 2019. I S S N : 2443 – 0536.

 

Triharyanti, Nurul (2019). Uji Aktivitas Trombolistik Ekstrak Etanol Akar Alang-alang (Imperata cylindrica (L.)). Terhadap Presentase Lisis Bekuan darah dan Penerunan Jumlah Trombosit Secara Ex Vivo. Skripsi thesis, Universitas Setia Budi.

 

Tri Tugi Astuti, (2017). Pemanfaatan Akar Alang-alang (Imperata cylindrica) Sebagai Adsorben Untuk Menurunkan Kadar Maknesium Dalam Air Sadah dan Aplikasinya. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

 

Balai Penelitian Sembawa.

 

0 Komentar