Agribisnis

Mengapa Hidroponik? Berikut Adalah 4 Keunggulan Utama Hidroponik

Sebagai sistem pertanian di mana air yang diberi nutrisi, berikut adalah keunggulan utama dari teknik tanam hidroponik.

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
null

Hidroponik

Bagaimana jika kita tidak membutuhkan tanah untuk menanam? Bagaimana jika ternyata yang kita butuhkan hanya air? Sistem hidroponik adalah sistem pertanian di mana air yang diberi nutrisi dan media tanam (bahan untuk akar tumbuh di sekitar, seperti rockwool atau pasir) digunakan sebagai pengganti tanah untuk menanam.

Pompa dan tabung menyirkulasikan air, dan beberapa jenis pencahayaan buatan (seperti panel lampu LED atau lampu neon T5) bertindak sebagai sinar matahari untuk pertanian dalam ruangan.

Ketika ketersediaan lahan dan sumber air yang dapat digunakan untuk produksi pertanian terbatas, maka sistem hidroponik dapat menjadi solusi alternatif dalam teknik pertanian modern. Berikut adalah keunggulan utama dari teknik tanam hidroponik.

1. Tidak Membutuhkan Ruang Lahan yang Besar dan Luas

Tentunya karena jumlah ruang yang diperlukan untuk menghasilkan produk yang tumbuh secara hidroponik jauh lebih sedikit. Sistem Berkebun Hidroponik mengklaim bahwa hanya ¼ ruang pertanian tradisional yang digunakan untuk hidroponik.

Gotham Greens, sebuah taman hidroponik di New York City beroperasi di atap rumah kaca. Gotham Greens, menurut sebuah artikel di The New York Times, sistem hidroponik menghasilkan makanan tanpa rasa hanyalah mitos belaka, karena biasanya hasil pertanian hidroponik dikonsumsi oleh restoran dan supermarket sepanjang tahun.

Bahkan seorang profesor teknik pertanian dan perancang hidroponik dari Universitas Arizona, Gene A. Giacomelli, menekankan bahwa perlunya “memberi makan lebih banyak orang dengan sumber daya yang lebih sedikit” dan menurutnya hidroponik dapat memberikan solusi itu.

2. Membutuhkan Air yang Lebih Sedikit

Alasan kuat lain untuk mengadopsi sistem pertanian hidroponik adalah bahwa sistem ini menggunakan air 90% lebih sedikit daripada pertanian tanah. Pertanian menyedot 70% dari air tawar yang tersedia di Bumi, tentunya hal ini sangat besar.

Terlebih lagi dengan sistem tertentu, seperti yang ada di Belanda (dan sekarang juga ada di bagian dunia lainnya), air dapat didaur ulang antara 2-3 kali, sehingga menjadi sangat efektif di wilayah yang sering dilanda kekeringan panjang.

3. Produksi Maksimal dan Konstan (Dapat Diatur)

Dengan menggunakan sistem hidroponik, produksi juga tumbuh sekitar 30-50% lebih cepat dibandingkan dengan sistem pertanian tradisional. Hal tersebut disebabkan oleh akar tanaman yang tidak harus bekerja untuk mmenemukan mineral dari tanah. Bahkan tanaman pun tumbuh dengan lebih sehat karena nutrisi air yang kaya serta pH yang telah seimbang.

4. Mengurangi Pestisida

Hidroponik juga memungkinkan tanaman menghasilkan lebih banyak. Hidroponik secara signifikan juga mengurangi penggunaan pestisida, karena hama, jamur, dan penyakit tanaman cenderung tidak meresap kedalam sistem.

Semua Bisa Menanam

Kini kita dapat menanam sayuran sendiri secara hidroponik di rumah atau apartemen. Kitapun dapat membuat sistemnya secara mandiri dengan berkreasi menggunakan bahan daur ulang.

Tetapi jika itu terlalu repot, jangan khawatir, karena banyak penyedia alat pertanian hidroponik yang dapat kita beli secara online. Dan, yang menyenangkan dari hidroponik ini adalah, bahwa siapa pun dengan atau tanpa pengalaman berkebun dapat menggunakannya — selama tersedia air.

img feature: produk hidroponik, di salah satu pameran di Jakarta. GenAgraris.ID
  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
Referensi
Rachel Scherman. 2017. Why Hydroonics Gardening Systems Are the Future of Agriculture. 

0 Komentar