Agro Ekonomi

Meng-Upgrade Usaha Tani Ditengah Perubahan Fundamental Pada Industri Retail Makanan

Perubahan fundamental pada industri retail makanan menumbuhkan peluang bagi usaha tani, diantaranya terbukanya akses pasar dan penumbuhan bisnis lainnya.

  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
null

Baru-baru ini, masyarakat bisnis dikejutkan oleh berita penutupan gerai swalayan 26 gerai Giant dan PHK 532 karyawannya. Dari keterangan yang disampaikan pada media, retailer yang masuk dalam salah satu unit bisnis Hero ini, tidak lagi sanggup menopang kerugian operasional beberapa tahun terakhir yang utamanya disebabkan oleh penurunan penjualan pada bisnis makanan.

Fakta Perubahan Pada Industri Retail Makanan

Sebelumnya, banyak perusahaan sudah ancang-ancang menyambut perubahan industri sebagai dampak dari perkembangan penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat massif dan cepat, menjadi pemicu disrupsi teknologi disegala bidang.

Termasuk juga industri retail dan makanan, menyambut industri 4.0 perusahaan-perusahaan, terutama perusahaan besar sudah banyak yang melakukan penyesuaian dan penguatan di berbagai lini bisnis, seperti membentuk tim pemasaran digital, memperkuat manajemen operasional dengan membangun basis data, bahkan, ada yang melakukan perubahan arah atau orientasi bisnis.

Namun, siapa sangka perubahan pada industri retail dan makanan, tetaptnya industri retail makanan akan sangat cepat dan sangat fundamental, seperti yang terjadi sekarang ini. 

Perubahan Fundamental Pada Industri Retail Makanan

Perubahan cara konsumen mendapatkan makanan, perubahan belanja atau pembelian makanan dari yang tadinya dengan cara belanja atau membeli langsung, bergeser ke cara mendapatkan makanan melalui layanan online, baik layanan on demand, toko online, dan layanan online pembelian langsung ke produsen atau petani, dan kecenderungan konsumen lebih memilih makan diluar rumah seperti cafe sehingga tidak men-stock makanan merupakan perubahan fundamental yang mengubah lanskep industri retail makanan.

Jika dilihat lebih dalam, kehadiran layanan pembelian online sebagai hasil inovasi teknologi informasi dan komunikasi diatas bukan penyebab perubahan fundamental, yaitu perubahan prilaku konsumen pada industri rital makanan. 

Kehadiran layanan pembelian atau belanja makanan online diatas lebih sebagai pemicu saja. Perubahan prilaku konsumen sebagai perubahan fundamental pada industri retail makanan disebabkan oleh adanya pandangan konsumen mengenai cita rasa makanan yang berubah.

Nilai-nilai yang termasuk pada perubahan pandangan cita rasa makanan konsumen, diantaranya cara cara mendapatkan makanan, bagaimana makanan dihidangkan atau disajikan, cara menikmati makanan, dan kebermanfaatan makanan baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi non kesehatan.

Nilai-nilai pada pandangan cita rasa makanan konsumen ini terbentuk dari berbagai faktor, diantaranya social, ekonomi, budaya bahkan teknologi itu sendiri yang saling berelasi berpengaruh terhadap pembentukan nilai baru.

Ini yang harus menjadi acuan dan harus segera disikapi oleh pengusaha tani. Dalam keadaan demikian, struktur industri retail makanan mengalami perubahan, baik secara sektoral, dari sisi value chain-nya, tingkat persaingannya, dan lainnya mengacu pada kerangka berfikir 5 forces porter.

Kesempatan Usaha Tani Pada Perubahan Industri Retail Makanan

Dengan keadaan tersebut dan kehadiran teknologi informasi dan komunikasi, khususnya teknologi digital, usaha tani lebih mudah mengakses pasar sehingga dapat menawarkan langsung cita rasa makanan baru kepada konsumen.

Usaha tani yang tadinya dibatasi oleh sekat spesialisasi ladang dan tanaman, sekarang berpotensi menjual hasil panennya yang berupa bahan makanan ke konsumen langsung, melalui layanan penjualan makanan atau bahan makanan online.

Bahkan usaha tani berpeluang besar memenuhi perubahan nilai cita rasa makanan dari konsumen melalui pengolahan hasil panen, atau hasil produksi, mengolah bahan makanan menjadi makanan jadi yang khas, yang mengandung nilai-nilai cita rasa makanan diatas dan dapat membentuk sistem distribusi sendiri, tidak tergantung pada sistem distribusi yang ada.

Upgrade Usaha Tani Dalam Rangka Menangkap Peluang Perubahan Pada Industri Retail Makanan 

Sesuai dengan judul artikel ini, untuk memanfaatkan peluang atas perubahan yang terjadi pada industri makanan retail, usaha tani harus di upgrade menjadi usaha yang kompatimbel untuk berkembang sesuai karakteristiknya. Mengacu pada definisi usaha tani sebagai usaha mengolah lahan dan dengan sumberdaya lainnya sebagai input untuk menghasilkan produk komoditas pertanian, yang utamanya bahan pangan, berikut adalah langkah atau cara yang dapat ditempuh dalam meng-upgrade usaha tani.

1. Membentuk Fungsi Manajemen pada Rumah Tangga Tani

Usaha tani dijalankan oleh rumah tangga tani, yang merupakan keluarga tani, terdiri dari orang tua (bapak-ibu) dengan usia diatas 35 tahun, dan anaknya. Dulu, semua anggota keluarga rumah tangga tani sebagai pengelola usaha tani dioptimalkan diladang atau untuk urusan ladang, dan ketika waktu senggang menjadi buruh tani (untuk rumah tangga tani yang lahannya kurang dari 2,5ha).

Untuk mengoptimalkan usaha tani, dapat diterampkan fungsi manajemen sederhana dengan pembagian kerja usaha tani pada anggota keluarga tani. Misal, jika keluarga tani sebagai pelelola usaha tani terdiri dari lima anggota keluarga, 2 orang tua dan 5 anak, dapat dapat dibentuk fungsi manajemen sesuai keahliannya, 2 anggota keluarga mengurusi penjualan atau pemasaran dan pengolahan, 2 anggota mengurusi ladang atau produksi on farm, 1 anggota keluarga mengurusi keuangan.

Pembentukan fungsi manajemen pada rumah tangga tani itu dikasudkan membangun kegiatan usaha tani yang berlandaskan kaidah-kaidah manajemen operasional walapun senderhana. Misal, operasional ladang dijalakan dengan pertimbangan input dan hasil produksi, atau hasil panen.

2. Bekerjasama Antar Usaha Tani

Mengingkat kemampuan produksi usaha tani mempunyai keterbatasan dari sisi kuantitas dan kuntinyuitas, secara bisnis akan lebih feasible jika antar usaha tani bekerja sama dalam satu kelompok atau wadah tertentu.

Antar usaha tani diikat oleh kerjasama bisnis dengan prinsip saling mendukung yang dapat mengacu pada fungsi produksi atau bisnis dengan kekuatan untuk membantu kelemahan satu sama lain. Misal, usaha tani A kuat dilahan dan produksi on farm, usaha tani lainnya kuat di pemasaran dan pengolahan, bekerjasama menembus pasar perkotaan untuk satu produk tertentu, menambal kelemahan dengan kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing usaha tani.

3. Memanfaatkan Internet dan Teknologi Digital, Serta Gunakan Teknik-teknik Pengembangan Usaha Terbaru

Dalam rangka mengkapitalisasi peluang perubahan pada bisnis retail makanan yang sedang terjadi, usaha tani yang mempunyai produk baik produk jadi, atau setengah jadi (sebagai bahan baku industri lain) lebih berpeluang untuk mengembangkan bisnisnya.

Oleh karena itu, kesadaran akan penerapan teknik bisnis, seperti pengemasan produk, dan pemanfaatan internet sebagai sarana penjualan berpeluang besar meningkatkan pertumbuhan bisnis usaha tani. Produk merupakan pangkal dari kesadaran pengelolaan bisnis yang profesional. Dengan adanya produk, kesadaran pengelolaan usaha tani sebagai sebuah bisnis akan berkembang.

Menafaatkan celah atau Menjadi Landasan Pacu

Dengan adanya perubahan fundamental pada bisnis retail makanan celah-celah bisnis yang tadinya tertutup, seperti rantai distribusi, sistem penjualan, dan akses pasar menjadi terbuka karena pada setiap lini kegiatan bisnisnya diharuskan menyesuaikan jika ingin diterima oleh konsumen.

Salah satu celah bisnis dari perubahan fundamental yang terjadi pada industri retail makanan memungkinkan usaha tani ber-partner dengan korporasi atau ber-partner langsung dengan konsumen. Jika ini tidak disikapi dengan meng-upgrade usaha tani menjadi sebuah bisnis profesional, dengan pengelolaan yang tertata dan produk kompatibel dengan perubahan pasar, maka peluang tersebut akan diisi oleh usaha lainnya, dan usaha tani akan tetap menjadi landasan pacu pada bisnis retail makanan.

img feature: GenAgraris.ID 
  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
Referensi

0 Komentar