Bahan Makanan

Memperkenalkan Makanan, Buah dan Sayuran Pertama Bagi Si Kecil

Apel, wortel, pepaya, pisang, dapat menjadi makanan pertama untuk bayi, sebagai asupan tambahain gizi.

  1. 0 Komentar
  2. 12 Dibagikan
null

WHO menganjurkan pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama. Pada saat itu, si kecil dapat mulai diperkenalkan dengan makanan, sebagai kebutuhan tambahan energi maupun zat gizi, protein dan mikronutrisi.

Mengenalkan Makanan, Mulai Dengan MPASI

Untuk dapat terbiasa dengan makanan padat, bayi biasanya terlebih dahulu mengalami masa peralihan (penyapihan) dari ASI eksklusif ke makanan semi padat. Masa penyapihan (weaning period) ini dikenal sebagai proses dimulainya pemberian makanan khusus selain ASI secara bertahap sampai bayi dapat menerimanya dengan baik.  

Jenis, jumlah, frekuensi hingga tekstur makanannya pun tidak sembarangan. Makanan pertama yang diberikan pada bayi haruslah mudah dicerna, hambar tanpa gula atau garam yang dapat membahayakan ginjal bayi. Pada usia 4-6 bulan, bayi pun lebih beresiko mengalami alergi, terutama akibat makanan seperti kacang, telur, ikan, susu sapi, keju, maupun makanan yang mengandung gluten seperti roti.

Berdasar pada prinsip gizi seimbang, porsi terbesar MPASI adalah beras dan serealia, selanjutnya kelompok nabati (sayuran), buah-buahan, susu dan daging. Makanan berbentuk puree (bubur kental) buah atau sayuran tanpa campuran adalah pilihan yang tepat untuk dicerna oleh sistem pencernaan bayi serta sekaligus untuk mengetahui apakah ada jenis makanan yang tidak dapat ditoleransi dengan baik oleh si kecil.

Bahan Makanan MPASI 

Sesuai dengan rekomendasi dari AAP (American Academy of Pediatrics) pemberian makanan tanpa campuran/kombinasi untuk bayi paling tidak dilakukan selama 3 – 5 hari per jenis sebelum memberinya menu kombinasi. Itu dilakukan karena, ketika makanan mulai dicampur menjadi satu, akan lebih sulit mendeteksi efek dari makanan itu, seperti ketika bayi alergi, diare atau sembelit. Berikut bahan makanan MPASI yang dapat diolah dengan tanmpa kombinasi/campuran bahan makanan lainnya.

1. Apel

Buah ini dapat menjadi kesukaan si kecil karena rasanya yang manis. Kandungan kalium, kalsium, magnesium, fosfor, vitamin A dan C serta mineral lainnya yang terdapat pada apel sangat baik bagi pertumbuhan bayi. Kandungan pectin, serat larut yang terdapat pada apel juga dapat membantu melawan sembelit. Meskipun tekturnya agak kasar, namun puree apel mudah dicerna, sehingga tidak menyebabkan alergi khusus pada bayi.

2. Pisang

Buah satu ini telah lama dikenal sebagai makanan bayi paling mudah dan murah. Teksturnya yang lembut dan halus sangat mudah dilumatkan dan dikonsumsi oleh si kecil. Pisang juga mengandung vitamin A dan C yang baik untuk kesehatan kulit bayi, akan tetapi hindari pisang memberikan pisang bagian tengah pada bayi karena dapat memicu sembelit.

3. Pepaya

Sama dengan pisang, buah pepaya juga merupakan pilihan yang cukup mudah dan murah. Pepaya bagus dikonsumsi sebagai makanan pendamping ASI karena kaya akan folat, serat dan vitamin A, C dan E. Kandungan serat dan enzim papin dalam pepaya juga bagus untuk pencernaan si kecil.

4. Wortel

Sayuran yang terkenal kaya akan vitamin A (betakaroten) yang bagus untuk mata ini juga mengandung vitamin B, C dan kalsium. Kandungan antioksidan dalam wortel juga dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi, dengan rasa manis alami yang disukai si kecil.

5. Daun Bayam

Sayuran kaya akan zat besi ini berguna untuk menunjang pembentukan sel darah merah sehingga membantu si kecil berkembang secara optimal. Seratnya yang mudah dicerna juga membantu si kecil mendapatkan vitamin B, C, kalsium, fosfor dan folat yang berperan penting dalam tubuhnya.

6. Brokoli

Ketika usia bayi memasuki 9 bulan, brokoli yang telah direbus hingga lunak dapat diperkenalkan sebagai camilan. Biasanya si kecil menyukainya karena bentuk dan rasanya yang unik. Brokoli kaya akan asam folat, kalsium, tinggi serat dan juga dipercaya mampu menangkal radikal bebas penyebab kanker.

Konsultasikan Ke Dokter

Selain pemilihan bahan makanan, cara pengolah, durasi dan waktu pemberian makanan MPASI pada bayi juga harus diperhatikan. Untuk memastikan pemberian makanan MPASI dengan benar, ibu bayi dapat berkonsultasi dengan dokter atau pakar gizi.

  1. 0 Komentar
  2. 12 Dibagikan
Referensi

Annabel Karmel. Parents.com. Superfoods for Babies: 6 Months and Older. Diakses 22 November 2019. (https://www.parents.com/)

 

IDAI. Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia. Buku Pedoman "Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI)". (http://www.idai.or.id/)

0 Komentar