Budidaya

Memilih Lahan Untuk Budidaya Kopi Arabika, Robusta, dan Liberika

Persyaratan tumbuh tanaman kopi, cuaca dan lahan berpengaruh besar pada produktivitas dan efektivitas budidaya. 

  1. 0 Komentar
  2. 6 Dibagikan
Penanaman kopi di Tasikmalaya Jawa Barat

Ditetapkan tahun 2018, Hari Kopi Nasional yang jatuh pada tanggal 11 maret lalu, gaungnya masih senyap. Selain memang hari peringatan yang terbilang masih muda, merebaknya coronavirus membuat setiap orang tertuju pada kejadian itu.

Hari Kopi Nasional tanggal 11 maret lalu, mengingatkan kembali akan potensi kekayaan alam Indonesia. Kopi menjadi salah satu keyakaan alam Indonesia. Komoditas pertanian ini menjadi komoditas penghasil devisa ke empat setelah sawit, karet, dan kakao.

Tidak hanya itu, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia, setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia, dimana sekitar 96%-nya dipasok dari perkebunan rakyat. Dengan itu, kopi merupakan komoditas yang berpengaruh besar teradap kesejahteraan rakyat.

Pengaruh Iklim dan Lahan Pada Tanaman Kopi

Tanah Indonesia menghasilkan tiga jenis kopi unggulan, yang umumnya ditanam oleh petani kopi, yaitu Robusta, Arabika, dan Liberika. Ketiganya tumbuh subur di Indonesia. Tentunya, jika sesuai dengan syarat tumbuh dan keadaan lahan yang mendukung.

Seiring dengan peningkatan permintaan kopi, tuntutan kualitas kopi juga meningkat. Untuk menghasilkan kualitas kopi yang baik dan produktivitas yang maksimal, budidaya tanaman kopi harus didukung dengan iklim dan lahan yang mendukung.

Tanaman kopi yang budidayakan di lahan dengan kelas lahan yang sesuai, produktivitasnya akan tinggi, Sebaliknya, jika dibudidayakan di lahan dengan kelas yang kurang sesuai atau margial, produktivitasnya akan rendah, dan memerlukan input yang banyak, atau kurang efisien.

Persyaratan Tumbuh Tanaman Kopi

Antara kegita jenis kopi, Arabika, Robusta, dan Liberika, mempunyai persyaratan tumbuh yang berbeda, utamanya untuk level ketinggian, jenis tanah dan lama bulan kering. Berdasarkan pedoman teknis buddaya kopi yang baik yang dituangkan didalam Permentan No 49, tahun 2014, berikut persyaratan tumbuh tanaman kopi.

1. Kopi Arabika

a. Iklim

  • Tinggi tempat 1.000 s/d. 2.000 m d.p.l.
  • Curah hujan 1.250 s/d. 2.500 mm/th.
  • Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) 1-3 bulan.
  • Suhu udara rata-rata 15-25 0

b. Tanah

  • Kemiringan tanah kurang dari 30 %.
  • Kedalaman tanah efektif lebih dari 100 cm.
  • Tekstur tanah berlempung (loamy) dengan struktur tanah lapisan atas remah.
  • Sifat kimia tanah (terutama pada lapisan 0 – 30 cm) :
  • Kadar bahan organik > 3,5 % atau kadar C > 2 %.
  • Nisbah C/N antara 10 – 12.
  • Kapasitas Pertukaran Kation (KPK)>15 me/100 g tanah.
  • Kejenuhan basa > 35 %.
  • pH tanah 5,5 – 6,5.
  • Kadar unsur hara N, P, K, Ca, Mg cukup sampai tinggi.

2. Kopi Robusta

a. Iklim

  • Tinggi tempat 100 s/d. 600 m d.p.l.
  • Curah hujan 1.250 s/d. 2.500 mm/th.
  • Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) + 3 bulan.
  • Suhu udara 21 – 24 0

b. Tanah

  • Kemiringan tanah kurang dari 30 %.
  • Kedalaman tanah efektif lebih dari 100 cm.
  • Tekstur tanah berlempung (loamy) dengan struktur tanah lapisan atas remah.
  • Sifat kimia tanah (terutama pada lapisan 0 – 30 cm) :
  • Kadar bahan organik > 3,5 % atau kadar C > 2 %.
  • Nisbah C/N antara 10 – 12.
  • Kapasitas Pertukaran Kation (KPK) > 15 me/100 g tanah.
  • Kejenuhan basa > 35 %.
  • pH tanah 5,5 – 6,5.
  • Kadar unsur hara N, P, K, Ca, Mg cukup sampai tinggi.

3. Kopi Liberika (Liberoid)

a. Iklim

  • Tinggi tempat 0 s/d. 900 m d.p.l.
  • Curah hujan 1.250 s/d. 3.500 mm/th.
  • Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) + 3 bulan.
  • Suhu udara 21 – 30

b. Tanah

  • Kemiringan tanah kurang dari 30 %.
  • Kedalaman tanah efektif lebih dari 100 cm.
  • Tekstur tanah berlempung (loamy) dengan struktur tanah lapisan atas remah.
  • Sifat kimia tanah (terutama pada lapisan 0 – 30 cm):
  • Kadar bahan organik > 3,5 % atau kadar C > 2 %.
  • Nisbah C/N antara 10 – 12.
  • Kapasitas Pertukaran Kation (KPK) > 15 me/100 g tanah.
  • Kejenuhan basa > 35 %.
  • pH tanah 4,5 – 6,5.
  • Kadar unsur hara N, P, K, Ca, Mg cukup sampai tinggi

Kopi Khas Indonesia

Daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia diantaranya, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Aceh, dan Jawa Timur. Walau memiliki persyaratan tumbuh tertentu, tanaman kopi bisa di tanam di sebagian besar wilayah di Indonesia. Tentunya, dengan konsekwensi produktivitas dan pemenuhan kebutuhan input yang linier dengan kondisi cuaca dan lahan.

Untuk rasa yang dihasilkan, setiap jengkal tanah Indonesia menghasilkan cita rasa kopi yang unik. Kopi yang dihasilkan memang menjadi kurang populer karena tidak biasa, tapi ini sekarang yang di ekporasi oleh pecinta kopi, dengan berbagai inovasi dari sisi penyajiannya.

  1. 0 Komentar
  2. 6 Dibagikan
Referensi

Permentan No.49, Tahun 2014, Tentang Pedoman Teknis Budidaya Kopi yang Baik. Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

 

Katalog 5504006. Statistik Kopi Indonesia 2018. BPS

 

Afra Augseti. Liputan6. 5 Negara Ini Jadi Produsen Kopi Terbesar di Dunia, Salah Satunya Indonesia. Diakses 18 Maret 2020. 

0 Komentar