Bahan Makanan

Melirik Sepotong Tempe Jadi MPASI Murah Bergizi Tinggi

Berdasarkan sejumlah riset yang menyatakan bahwa tempe mengandung nutrisi yang mampu mendukung pertumbuhan bayi.

  1. 0 Komentar
  2. 12 Dibagikan
null

Tempe telah lama dikenal sebagai makanan rakyat yang murah meriah dan mudah ditemukan, baik di pasar tradisional maupun supermarket. Meskipun tidak digolongkan sebagai makanan mewah oleh masyarakat di Indonesia, namun tempe memiliki kandungan gizi yang sangat mewah hingga diakui oleh dunia.

Tempe, Sumber Protein Nabati

Sayangnya, bahan pangan hasil dari olahan kacang kedelai ini jarang dilirik sebagai bahan pembuatan MPASI, padahal tempe merupakan sumber protein nabati yang tak kalah bergizi dari protein yang berasal dari hewani, seperti ikan salmon, daging atau telur. Dan tercukupinya kebutuhan protein pada anak menjadi salah satu alternatif untuk menekan kasus gizi buruk.

Berbeda dengan tahu yang berasal dari bubur kedelai, tempe dibuat dengan fermentasi biji kedelai yang menggunakan beberapa tipe kapang yang dikenal sebagai ragi tempe. Nantinya, kapang tersebut akan menghidrolisis senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh tubuh. Kemudian, ketika sudah melewati proses fermentasi, biji kedelai akan menjadi padat dan menempel satu sama lain.

Tempe Sebagai Bahan MPASI Bergizi Tinggi

Tempe memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan kacang kedelai. Karena beberapa zat gizi tempe bahkan tidak ditemukan pada kacang kedelai, enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tempe selama proses fermentasi juga menyebabkan protein, lemak dan karbohidrat menjadi lebih mudah dicerna dan cocok untuk pencernaan bayi.

Berdasarkan sejumlah riset yang menyatakan bahwa tempe mengandung nutrisi yang mampu mendukung pertumbuhan bayi, tempe memanglah dianjurkan sebagai makanan pendamping ASI (MPASI) untuk bayi.

Tidak hanya berupa irisan padat saja, tempe juga dapat diolah menjadi tepung yang kemudian difomulasikan dengan bahan pendukung lain, serta dirancang sebagai makanan tambahan untuk mengatasi gangguan pencernaan (diare) dan efektif untuk memperbaiki status penderita gizi buruk, bahkan menghentikan infeksi saluran cerna anak pada usia 6-24 bulan.

Tempe & Pencegahan Stunting

Kandungan vitamin B12 yang terdapat pada tempe, namun tidak terdapat pada kacang kedelai biasa, terbukti dapat mencegah bayi terkena stunting, yaitu gagal tumbuh atau perawakan kerdil akibat kekurangan asupan nutrisi yang juga bisa berdampak pada penurunan kognitif. Tentunya tetap harus memperhatikan kombinasi asupan protein nabati dan hewani, juga nutrisi dari bahan makanan lain yang seimbang untuk dapat memaksimalkan perkembangan serta pertumbuhan bayi dan anak.

  1. 0 Komentar
  2. 12 Dibagikan
Referensi

Anisah Ardiana, Retno Purwandari. 2011. Pengaruh Pemberian Tahu-Tempe Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi Penderita Gizi Buruk di Kabupaten Jember. Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 6 (2).

 

Dedes Swarinastiti, Galuh Hardaningsih, Rina Pratiwi. 2018. Dominasi Asupan Protein Nabati  Sebagai Faktor Resiko Stunting Anak Usia 2-4 Tahun. Jurnal Kedokteran Diponegoro Vol 7 (2). Inka Alvira

 

Pradhita. 2012. Pengaruh Pemberian Biskuit Tempe Terhadap Status Gizi Balita Tuberkolosis di Beberapa Kecamatan Terpilih Jakarta Timur Tahun 2012. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

 

Mariyam, Arfiana, Tuti Sukini. 2017. Efektivitas Konsumsi Nugget Tempe Kedelai Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang. Jurnal Kebidanan Vol 6 (12).

0 Komentar