Tradisi

Melawan Virus dan Bakteri Jahat dengan Suplemen Alami dari Ibu Bumi

Herba mengkudu, jahe, meniran, bawang putih untuk meningkatkan daya tahan tubuh, agar terhindar dari virus.

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
Banner Foto

Dalam sebuah kegiatan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga telah menghimbau masyarakat Indonesia untuk menjaga daya tahan tubuh karena virus akan kalah apabila tubuh kita memiliki imunitas yang tinggi.

Pentingnya Sistem Imun Tubuh 

Dunia saat ini sedang dikejutkan oleh hadirnya coronavirus yang menginfeksi lebih dari 4000 orang di seluruh dunia, bahkan sekitar 100 orang diantaranya meninggal dunia. Ditengah agresifitas penyebarannya, salah satu pencegahan dan penanganan intensif yaitu dengan meningkatkan sistem imun tubuh.

Apalagi sebenarnya, ibu Bumi di Nusantara telah menyiapkan suplemen-suplemen alami yang berkhasiat untuk menjaga daya tahan tubuh kita tetap stabil, hingga mampu melawan virus yang akan menyerang tubuh yang lebih mudah lemah di musim pancaroba.

Tanaman Herba Sebagai Immunomodulator 

Berikut adalah beberapa tanaman herbal yang mudah ditemui serta berkhasiat sebagai immunomodulator untuk menjaga dan meningkatkan sistem imun tubuh kita agar tidak mudah kalah oleh virus dan bakteri jahat, yaitu :

1. Jahe

Konsumsi ekstrak jahe dalam minuman fungsional dan obat tradisional dapat meningkatkan daya tahan tubuh yang direfleksikan dalam sistem kekebalan dengan memberikan respon kekebalan terhadap mikroba pangan yang masuk ke dalam tubuh.

Jahe mampu menaikkan aktivitas sel “natural killer” (NK) dalam mengenali sel targetnya. Peningkatan aktivitas NK membuat tubuh tahan terhadap serangan virus karena sel ini secara khusus mampu menghancurkan sel yang terinfeksi oleh virus.

2. Meniran

Meniran biasanya digunakan secara tradisional sebagai obat gonorrhea, infeksi saluran kencing, sakit perut, sakit gigi, demam, batu ginjal, diuretic, diabetes dan disentri. Komponen aktif Flavonoid dalam meniran bersifat immunomodulator, komponen ini dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh hingga mampu menangkal serangan virus, bakteri atau mikroba lainnya.

Seperti halnya jahe, ekstrak meniran dapat memodulasi sistem imun dengan meningkatkan sel sitotoksik seperti sel pemusnah alami NK. Karenanya ekstrak meniran dapat digunakan sebagai terapi penunjang untuk beberapa penyakit infeksi virus.

3. Mengkudu

Beberapa penelitian ilmiah membuktikan bahwa jus mengkudu mampu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan membantu memperbaiki kerusakan sel. Salah satu penelitian yang memperkuat pernyataan tersebut adalah laporan penelitian dari Hirazumi (1996) yang menyebutkan bahwa jus buah mengkudu berfungsi sebagai immunomodulator yang mempunyai efek anti kanker.

Berbagai penelitian lanjutan juga menyimpulkan bahwa senyawa kimia dari ekstrak air buah mengkudu dapat mempengaruhi sistem imun dan proses inflamasi. Kandungan Flavonoid dan Tannin dalam mengkudu merupakan komponen dari senyawa fenol yang bersifat sebagai antioksidan, antibakteri, anti-inflamasi, dan anti kanker.

4. Bawang Putih

Bawang putih memiliki banyak peran bagi kesehatan diantaranya dapat menghambat dan membunuh bakteri, jamur, menurunkan (tekanan darah, kolesterol darah, dan gula darah), mencegah penggumpalan darah, dan mengandung sifat anti-tumor.

Bawang putih juga berperan sebagai imunostimulan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit potensial dan menjaga kesehatan melalui peningkatan monosit dan aktivitas fagositosis dan meningkatkan level antibodi.

Bawang putih juga dianggap sebagai antioksidan yang efektif untuk melindungi sel terhadap kerusakan radikal bebas, serta dapat membantu mencegah beberapa jenis kanker, penyakit jantung, stroke dan infeksi virus.

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
Referensi

Dia Faroka, Sri Rahayu, Muhaimin Rifa'i. 2013. Profil Gr-1 dan CD34 Mencit yang Diinfeksi Staphylococcus aureus Pacsa Pemberian Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia). The Journal of Experimental Life Science Vol. 3 (1). Graduate Program, Universitas Brawijaya Malang

Ilham Firdaus Rizky Perkasa, Victoria Yulita Fitriani, Arsyik Ibrahim. 2016. Aktivitas Imunoglobulin M (IgM) Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Terhadap Tikus Putih (Rattus Norvegiens). Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 (6). Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman Samarinda

Oki Sandra Agnesa, Herawati Susilo, Sri Rahayu Lestari. 2017. Aktivitas imunostimulan ekstrak bawang putih tunggal pada mencit yang diinduksi Escherichia coli. Jurnal Pharmaciana Vol. 7 (1). Program Magister Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Malang

Rochmah Kurnijasanti. 2007. Kajian Aktivitas Imunostimulan dari Ekstrak Air Bawang Putih (Allium sativum). Majalah Ilmu Faal Indonesia Vol. 7 (1). Departemen Kedokteran Dasar Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga Surabaya

Thineshini Devagaran, Ajeng Diantini. 2012. Senyawa Immunomodulator Dari Tanaman. eJournal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol. 1 (1). Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Bandung

0 Komentar