Agribisnis

Kunci Sukses Agribisnis Tanaman Sayuran

Produktivitas menjadi faktor utama dalam usaha menanam sayuran. Bibit, pupuk, pengolahan tanah, pengendailan hama adalah diantaranya.

  1. 0 Komentar
  2. 8 Dibagikan
null

Salah satu kebutuhan pokok yang paling sering dikonsumsi masyarakat adalah sayur-mayur atau sayuran. Sebagai bahan makanan sayuran menjadi paling banyak dicari karena kandungannya yang merupakan sumber nutrisi dan gizi, disamping juga mudah untuk diolah.

Kelompok Tanaman Sayuran

Berbagai jenis sayuran yang dihasilkan dari tanah Indonesia merupakan sumber kekayaan kuliner. Setiap hari, dengan mudah dan murah kita dapat memilih menu makanan lauk dan sayuran yang berbeda-beda. Berdasarkan bagian yang dipanen atau yang dikonsumsi, tanaman sayur dikelompokkan menjadi 6, yakni:

  • Sayuran buah, seperti; cabe, tomat, terong, timun dsb.
  • Sayuran daun, seperti; sawi, bayam, Kangkung, dsb
  • Sayuran batang/tunas, seperti; rebung bambu, asparagus
  • Sayuran umbi, seperti; wortel, kentang, bit, lobak, dsb.
  • Sayuran bunga, seperti; brocoli, kol bunga, dsb.
  • Sayuran polong, seperti; buncis, kacang panjang, kapri dsb

Disamping itu, tanaman sayuran juga dikelompokkan berdasarkan ketinggian tempat tumbuhnya, yakni;

  • Sayuran dataran tinggi, seperti wortel, lobak, kubis/kol, brocoli, kentang dsb.
  • Sayuran dataran rendah, bawang merah, oyong, dsb.
  • Sayuran dataran tinggi dan dataran rendah, seperti cabe, terong, kangkung, bayam

Manfaat dan Prospek Dari Tanaman Sayuran

Kebutuhan sayuran datang atas permintaan masyarakat, baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk pemenuhan bahan baku bisnis. Mulai dari Ibu-ibu rumah tangga yang mencari sayur untuk kebutuhan gizi keluarga, pelaku usaha makan yang mebutuhkan sayuran sebagai bahan baku usaha, sampai para pedagang sayur segar di pasar tradisional maupun supermarket.

Sebagai bahan pangan harian, permintaan sayuran akan terus meningkat seiring dengan penambahan jumlah penduduk. Apalagi pada segmen pasar bisnis, kafe, restoran dan bahan baku industri lainnya, sayuran dibutuhkan secara kontinyu. 

Dengan karakter produk dan pola permintaan itu banyak petani yang menjadikan sayur mayur sebagai peluang bisnis. Walau sudah banyak pelakunya, menanam sayuran menjadi salah satu prospek usaha tani yang masih feasible.

Kunci Sukses Dalam Produksi Tanaman Sayuran

Ketika kita mau memulai berbisnis tanaman sayur-mayur atau sayuran, tentunya ada kiat tertentu agar produksi tanaman sayuran yang kita budidayakan berhasil. Produktivitas merupakan faktor utama yang berpengaruh besar terhadap keberhasilan usaha menanam sayuran. Kunci sukses produktivitas dalam menanam sayuran, diantaranya:

1. Bibit

Ketika menanam tanaman sayuran apapupun, bibit yang berkualitas menjadi faktor penentu produktivitas. Biasanya, perlakuan atau pemeliharaan apapun yang akan diberikan kepada tanaman selama bibitnya tidak baik niscaya tidak akan membuahkan hasil yang maksimal.

Jadi sekali lagi kunci utama sukses menanam tanaman sayuran adalah mempunyai bibit yang berkualitas. Bibit berkualitas dapat berasal dari perbanyakan secara generatif atau vegetatif. Dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas, pelaku usaha penanaman sayuran dapat mengembangkan pembibitan sendiri.

2. Pupuk

Agar tanaman tumbuh subur dan memproduksi sayuran layak jual, maka penguasaan akan penghitunagn rasio pupuk yang dibutuhkan tanaman haruslah dikuasai. Selain itu juga,penting dikuasai  jenis pupuk apa yang disenangi oleh tanaman yang sedang ditanam dan kesuburan tanah tempat menanam.

Pengetahuan atas tingkat kesuburan tanah, kandungan tanah, dan struktur tanah menjadi penting sebagai dasar pemupukkan. Penggunaan pupuk yang presisi, efektif dan efisien, sesuai takaran, tidak hanya akan meningkatkan produktivitas tapi juga menhindari kerusakan tanah akibat kelebihan pemupukkan.

3. Pengolahan tanah

Bagian ini sangat penting dilakukan karena bertujuan untuk mengaktifkan mikroorganisme dan memperbaiki aerasi tanah, serta dapat mengendalikan hama dan penyakit yang berada dalam tanah. Tanaman sayuran yang ditanam harus disediakan media tanam yang sesuai dengan kebutuhan tanamannya.

4. Air

Seperti diketahui, tubuh tanaman mengandung lebih dari 90 % air.  Air merupakan kebutuhan dasar dan wajib dalam menanam tanaman sayuran.  Mekanisme ilmiahnya, air merupakan media transportasi unsur hara dari akar atau daun ke seluruh bagian tanaman. Jadi keberadaan dan ketersediaan air harus dipastikan terjaga selama penanaman tanaman sayuran.

5. Pengendalian hama dan penyakit

Selain dengan mengandalkan pestisida, perlu juga dikombinasikan dengan empat poin sebelumnya diatas. Karena, dalam pengendalian penyakit tanaman (Contoh disebabkan oleh cendawan), tidak bisa hanya mengandalkan fungisida saja, namun harus memulai pengelolaannya dari awal, yakni bagaimana mengatur jarak tanam, pemberian pupuk, pengolahan tanah dan sebagainya.

Dasar-dasar Bercocok Tanam dan Pengalaman Dalam Agribisnis Tanaman Sayuran 

Dengan mengetahui dasar-dasar bercocok tanaman sayur-mayur diatas, tentunya akan memberikan manfaat yang besar, seperti mendapat ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap tentang agribisnis tanaman sayuran. 

Dari pengetahuan dasar itu, dipadukan dengan pengalaman dapat dikembangkan untuk menentukan langkah bisnis, baik dari sisi produksi maupun dari sisi pasar, seperti pengaturan jadwal tanam, penentuan sayuran yang ditanam dan lainnya.

  1. 0 Komentar
  2. 8 Dibagikan
Referensi

Hendro Soenarjono. 1996. Menuju Sukses Usahatani Sayuran. Trubus

 

https://economy.okezone.com/read/2020/02/15/320/2169008/ingin-sukses-berbisnis-sayur-mayur-coba-tips-ini

 

https://www.agroniaga.com/kunci-sukses-mengambil-peluang-usaha-memproduksi-tanaman-sayur-sayuran/

0 Komentar