Kewirausahaan

Kewirausahaan, Merdeka dari Tahayul Standar Hidup, Mencari dan Menemukan Estetika Kehidupan

Kewirausahaan itu adalah dorongan yang kuat dari dalam diri untuk, 1) bebas dari tahayul standar-standar hidup...

  1. 0 Komentar
  2. 4 Dibagikan
null

Pada masa memerintahan SBY, sempat ada program diversifikasi pangan. Bahkan, pada saat itu sempat ada pemerintah daerah yang mencanangan tidak makan nasi untuk hari-hari tertentu. Namun, sepertinya program itu menguap, tidak gagal dan tidak berhasil. 

Standar Enak dan Lezat

Lebih lanjut, pembahasan diversifikasi pangan ini bukan programnya, atau berhasil-gagalnya, tetapi lebih pada melihat pola makan, konsumsi makanan masyaraat selain nasi. Sajian makanan selain nasi jika disajikan ala western akan lebih mudah diterima, tetapi tidak ketika disajikan ala tradisional.

Apakah memang tingkat kelezatannya berbeda? Atau sudah terbentuk standar-standar tentang makanan dipikiran sebelum makanan tersaji yang secara bawah sadar mempengaruhi selera akan kelezatan setiap makanan?

Pertanyaan pertama jawaban pastinya relatif. Pertanyaan kedua jawabannya ada di marketing dan promosi. Tujuan utama promosi makanan adalah untuk mempengaruhi persepsi konsumen terhadap produk makanan. 

Persepsi yang Terpatri Didalam Pikiran

Promosi produk makanan dikatakan berhasil jika mampu membentuk persepsi standar makanan atas produk tersebut sebagai makanan yang enak atau lezat dipikiran bawah sadar konsumen. Begitu juga untuk produk-produk lain. 

Persepsi standar produk tersebut secara kolektif dan akumulatif pada akhirnya menjadi standar hidup yang diyakini bersama. Seperti, tidak kenyang kalau tidak makan nasi, atau standar lainnya yang secara psikologi mengandung sifat menekan pikiran, dan tubuh mengharuskan. 

Harus ini, harus itu, harus sesuai dengan keyakinan standar-standar yang dibangun dari kegiatan promosi merupakan nalar manusia yang lepas dari jiwa kewirausahaan. Dan paradoknya, standar itu juga terbangun atau berasal dari kegiata kewirausahaan.

Almarhum Bob Sadino merupakan contoh konkrit orang dengan jiwa kewirausahaan. Penampilannya nyentrik, celana pendek, alas kaki sandal, dan lainnya. Banyak contoh pelaku wirausaha lainnya yang nyentrik atau lebih tematnya unik. 

Walau tidak semua penampilan atau prilakunya nyentrik atau unik, kebanyakan pelaku wirausaha menunjukkan satu prilaku atau penampilan yang berbeda. Keunikan pelaku wirausaha seolah merupakan pernyataan bahwa ia adalah orang yang merdeka dari tahayul standar-standar hidup masyarakat pada umumnya.

Merdeka, Mencari dan Menemukan Estetika

Lebih jauh lagi, kegiatannya dalam berusaha memang ditujukan untuk menemukan estetika-estetika dalam setiap kegidupan. 

Ini secara teori sering dinyatakan dalam prinsip-prinsip kewirausahaan, seperti kreatif-inovatif, mampu menghadapi tekanan, tidak suka dengan zona nyaman, dan sebagainya.

Namun sebelum itu, apa yang membuatnya berpemahaman dan berketetapan melakoni prinsip kewirausahaan itu adalah dorongan yang kuat dari dalam diri untuk, 1) bebas dari tahayul standar-standar hidup, 2) menyelami dan memahami ide dasar atau falsafah berbagai feonomena, kejadian dan perbedaan didalam kehidupan, 3) mencari untuk menemukan estetika-estetika kehidupan.

img: edit.GenAgraris.ID
  1. 0 Komentar
  2. 4 Dibagikan
Referensi

0 Komentar