Bahan Makanan

Kandungan Gizi dan Manfaat Jahe Bagi Kesehatan

Jahe bermanfaat untuk bahan bumbu masakan, bahan obat herbal dan bahan minuman. Sebagai bahan obat herbal, jahe memiliki khasiat untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit.

 

  1. 0 Komentar
  2. 4 Dibagikan
null

Merebaknya kuman-kuman (seperti virus dan bakteri) disekitar kita, tentunya harus kita cegah agar kita selalu fit sehingga tetap bisa beraktivitas. Salah satu jenis tumbuhan rimpang yang banyak dimanfaatkan untuk kesehatan yakni jahe (Zingiber officinale).

Tentang Tanaman Jahe

Tanaman jahe berasal dari Asia Selatan, dan telah menyebar ke seluruh dunia. Sebagai jenis rempah-rempahan, awalnya, sejak abad ke-6 Sebelum Masehi, jahe dimanfaatkan sebagai penyedap makanan oleh masyarakat Cina.

Selanjutnya, pada abad pertama Sesudah Masehi, jahe dan rempah-rempah lainya mulai diperdagangkan di kawasan Mediterania oleh pedagang Arab, dan mulai dikenalkan oleh masyarakat Eropa melalui buku-buku resep masakan.

Jahe dimanfaatkan untuk kesehatan sebagai obat herbal pertama kali oleh masyarakat di Yunani. Saat itu, mereka memnafaatkan jahe sebagai obat untuk mengatasi penyakit vertigo, mual-mual, dan mabuk perjalanan. Selanjutnya, pada abad ke-16, jahe juga direkomendasikan untuk mengatasi wabah penyakit Plague.

Jenis, Kandungan, dan Manfaat Jahe

Saat ini, di Indonesia, ada tiga jenis jahe yang banyak dikembangkan secara intensif untuk tujuan obat herbal dan bumbu pelengkap, diantaranya yaitu:

  1. Jahe Merah (Jahe Sunti),
  2. Jahe Gajah, dan
  3. Jahe Emprit.

Ketiga jenis jahe tersebut diketahui memiliki kandungan penting yaitu minyak atsiri. Jahe merah (Jahe Sunti) memiliki kandungan minyak atsiri sebesar 2,58 - 2,72%, Jahe Gajah memiliki kandungan minyak atsiri 0,82 - 1,68% , dan Jahe Emprit memiliki 1,5 – 3,3% minyak atsiri.

Zat-zat aktif dalam minyak atsiri, antara lain yaitu zingeberin, kamfer, lemonin, borneol, shogaol, gingerol, zingeron, dan zat-zat antioksidan alami lainnya. Lebih lanjut, senyawa kimia aktif yang juga terkandung dalam rimpang jahe diketahui memiliki kandungan yang bersifat an-inflamasi dan antioksidan, seperti gingerol, beta-caroten, capsaicin, asam cafeic, curcumin, dan salicilat.

Ketiga jenis jahe itu umumnya dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai bahan untuk minuman kesehatan. Kandungan gizi dari per 100 gram (g) rimpang jahe, diantaranya, yaitu:

  • Energi 79 kkal,
  • Karbohidrat 17.86 g, 
  • Serat 3,60 g,
  • Protein 3.57 g,
  • Sodium 14 mg,
  • Zat besi 1,15 g,
  • Potasium 33 mg, dan
  • Vitamin C 7.7 mg.

Selain itu, jenis zat gizi lainnya yang terkandung dalam rimpang jahe walau dalam kuantitas rendah yaitu Magnesium, Fosfor, Zeng, Folat, vitamin B6, vitamin A, Riboflavin, dan Niacin.

Kandungan minyak atsiri dan nutrisi lainya pada rimpang jahe tersebut memiliki berbagai manfaat sebagai obat herbal, bumbu pelengkap, dan bahan minumnan, yang berfungsi, diantaranya:

  1. Meredakan nyeri dan sakit pegal-pegal
  2. Menghilangkan mual
  3. Melawan peradangan rematik dan osteoarthritis
  4. Kaya antioksidan untuk perangi resiko penyakit kronis
  5. Mengendalikan kadar gula darah diabetes
  6. Menurunkan berat badan
  7. Mengendalikan penyakit jantung, Alzheimer, kanker
  8. Mengatasi ganguan pencernaan

Khasiat pada jahe yang bersumber dari kandungan gingerol yang bersifat anti-inflamasi dan antioksidan yang sangat kuat, diketahui yang sangat berperan dalam mengatasi berbagai penyakit tersebut. Misal, diketahui dapat menurunkan gula darah pada penderita diabetes tipe 2, menurunkan resiko penyakit jantung,, dan untuk mencegah penyakit kanker (terutama kanker pancreas, payudara, dan ovarium).

Selain itu, kandungan gingerol pada jahe juga dapat meningkatkan fungsi otak, mengatasi penyalit Alzheimer, dan membantu mengatasi resiko serangan berbagai penyakit infeksi.

Khasiat jahe juga salah satunya karena memiliki sifat anti-histamin yang biasa dimanfaatkan untuk menyembuhkan stres, alergi, kelelahan, dan sakit kepala, mengatasi gangguan tenggorokan, rasa mual saat mabuk laut, dan mengobati efek samping dari kemoterapi.

Jahe Merah Paling Berkhasiat

Dari ketiga jenis jahe tersebut, diketahui juga bahwa Jahe Merah yang paling banyak dipilih sebagai bahan baku obat tradisional karena kandungan minyak atsiri dengan zat gingerol dalam persentase yang tinggi dan oleoresin yang memberikan rasa pahit dan pedas lebih tinggi dibandingkan dengan Jahe Gajah dan Jahe Emprit. Jahe merah dimanfaatkan sebagai pencahar, anthelmintik, dan peluruh masuk angin.

Rimpang jahe merah berkhasiat menghangatkan badan, penambah nafsu makan, peluruh keringat, serta mencegah dan mengobati masuk angin. Jahe Merah juga berkhasiat mengatasi radang tenggorokan (bronchitis), rematik, sakit pinggang, impotensi, nyeri lambung, meningkatkan stamina tubuh, meredakan asma, mengobati kepala pusing,nyeri otot, dan melancarkan air susu ibu (ASI).

Membuat Minuman Jahe Merah Untuk Kesehatan 

Untuk memanfaatkan berbagai kandungan gizi yang tinggi pada jahe merah, biasanya seabagian orag mengkonsumsi jahe merah sebagai minuman bagi kesehatan. Berikut cara mudah untuk membuat minuman air jahe merah untuk kesehatan.

  1. Parut 1,5 sendok teh jahe segar
  2. Rebus 4 gelas air
  3. Tambahkan jahe ke dalam air
  4. Biarkan jahe meresap selama sekitar 5-10 menit
  5. Saringairnya untuk memisahkan parutan jahe
  6. Air jahe dapat diminum baik panas maupun dingin.

Untuk mengatasi berbagai penyakit, penggunaan jahe dapat digunakan tersendiri atau dikombinasukan dengan bahan lainnya. Disarankan juga, penggunaan jahe selalu pasa salah satu bumbu masakan alami.

  1. 0 Komentar
  2. 4 Dibagikan
Referensi

http://ojs.atmajaya.ac.id/index.php/damianus/article/view/273

 

Aryanta IWR. 2019. Manfaat Jahe Untuk Kesehatan. Widya Kesehatan 1(2): 39-43.

0 Komentar