Tradisi

Kandungan & Khasiat Bawang Merah Sebagai Obat Tradisional

Selain berjasa dalam kelezatan masakan, dalam tradisi leluhur bawang merah juga digunakan sebagai obat herbal.

  1. 0 Komentar
  2. 1 Dibagikan
null

Bawang merah (Allium ascalonicum) adalah tanaman tertua dari silsilah tanaman yang dibudidayakan oleh manusia, diperkirakan berasal dari kawasan Asia, kemudian menyebar ke seluruh dunia. Kemudian dengan pengembangan dan pembudidayaan yang serius, bawang merah telah menjadi salah satu tanaman komersial di berbagai negara di dunia dan menjadi salah satu komoditas strategis di Indonesia.

Bawang Merah Sebagai Obat Tradisional

Selain berjasa dalam kelezatan masakan, bawang merah juga telah lama dipercaya oleh leluhur sebagai salah satu obat herbal tradisional yang mumpuni. Bawang merah memang dikenal sebagai bahan obat tradisional yang digunakan secara tunggal ataupun dipadukan dengan bahan obat herbal lainnya yang memiliki fungsi saling menguatkan dan melengkapi.

Kandungan zat gizi dalam umbi bawang merah seperti Vitamin C, Vitamin B1, B2, B3, B6, B9, Vitamin A, Vitamin E, Vitamin K serta mineral lainnya dapat membantu sistem peredaran darah dan sistem pencernaan tubuh. Itu yang memungkinkan organ-organ dan jaringan tubuh dapat berfungsi dengan baik.

Senyawa kimia aktif seperti anilin dan alisin yang terkandung dalam bawang merah juga memiliki efek farmakologi, yaitu efek terhadap pencegahan, perawatan, dan pengobatan penyakit. Senyawa itu berperan dalam menetralkan zat-zat toksik yang berbahaya, dan membantu mengeluarkannya dari dalam tubuh.

Dalam hal ini, manfaat yang cukup penting dari umbi bawang merah adalah peranannya sebagai antioksidan alami, yang mampu menekan efek karsinogenik dari senyawa radikal bebas.

Menurut Ngurah Nala dalam bukunya Usada Bali, beberapa penyakit yang diterapi dengan bawang merah diramu dengan bahan-bahan lainnya adalah: penyakit pusing (vertigo), bisul, batuk kronis, batuk kering, batuk sesak, disentri, sembelit, susah tidur (insomnia), pilek untuk anak-anak dan bayi, serta kencing manis (diabetes mellitus).

Bahkan menurut penelitian, bawang merah mengandung kuersetin, antioksidan yang kuat yang bertindak sebagai agen untuk menghambat sel kanker. Satu setengah sampai tiga setengah ons bawang segar apabila dikonsumsi secara teratur mengandung kuersetin yang cukup sebagai perlindungan terhadap kanker.

Bawang kaya akan flavonoid yang telah diketahui untuk mendeaktifkan banyak karsinogen potensial dan pemicu tumor seperti menganggu pertumbuhan sel sensitif estrogen pada kanker payudara.

Khasiat Menurunkan Suhu Tubuh

Selain beberapa penyakit yang tersebut diatas, bawang merah juga dikenal sebagai penurun suhu tubuh tradisional yang tak kalah ampuh dengan obat antipiretik seperti parasetamol dan ibuprofen.

Untuk penggunaanya, bawang merah akan diiris tipis atau digerus kemudian diborehkan pada perut dan punggung untuk memberikan efek panas pada kulit.  Ketika kulit hangat menyentuh yang hangat maka akan terjadi perpindahan panas melalui evaporasi (berkeringat), sehingga perpindahan energi panas berubah menjadi gas, kemudian mengakibatkan penurunan suhu pada tubuh.

Gerakan kerokan atau kerokan dengan menggunakan bawang merah disertai pijatan yang lembut pada bagian tubuh juga dipercaya dapat bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, mengeluarkan hormon endorfin pada penderita masuk angin dan mengurangi intensitas nyeri otot.

Kerokan Bawang Merah yang Aman Bagi Bayi

Karena khasiatnya itu, pada masyarakat dulu bawang merah juga digunakan sebagai penurun panas untuk bayi yang sedang sakit. Biasanya, ibu membalurkan bawang merah dengan cara sebagai alat kerokan, untuk menurunkan suhu tubuh bayi yang sedang sakit.

Tidak ada yang salah dengan cara itu. Namun, yang perlu diperhatikan, borehan bawang merah dan panas yang dihasilkan oleh gerusan bawang merah juga mampu membakar kulit bayi yang masih sensitif. Aroma bawang merah yang kuat juga terkadang tidak nyaman bagi penciuman bayi.

Atas dasar itu, Prof. Dr. Didik Gunawan Tamtomo, Guru Besar Universitas Sebelas Maret, Surakarta, menganjurkan untuk tidak berlebihan dalam memborehkan bawang merah pada tubuh bayi.

Ibu juga harus dapat menyesuaikan kekuatan kerikan dengan kondisi anak. Sebab anak usia di bawah umur juga masih memiliki jaringan kulit yang lemah dan rentan terhadap tekanan-tekanan kuat, apalagi bayi.

Selain bawang merah harus dipotong kecil-kecil, mengeriknya juga tidak boleh terlalu lama dan harus hati-hati agar kulit bayi tidak terbakar dan iritasi, Ibu juga harus tetap waspada terutama jika si kecil memiliki alergi terhadap bawang.

  1. 0 Komentar
  2. 1 Dibagikan
Referensi

Dwi Ana Nawangsari, Indah Ikawati Setyarini, Perdana Adi Nugroho. 2008. Pemanfaatan Bawang Merah Sebagai Agen Ko-Kemoterapi. Makalah. Dalam : Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa IPA. Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada

 

I Wayan Redi Aryanta. 2009. Bawang Merah dan Manfaatnya bagi Kesehatan. Jurnal Widya Kesehatan Vol. 1 (1). Universitas Hindu Indonesia

 

Etika Dewi Cahyaningrum. Pengaruh Kompres Bawang Merah Terhadap Suhu Tubuh Anak Demam. Prosiding : Seminar Nasional dan Presentasi Hasil-Hasil Penelitian Pengabdian Masyarakat. STIKES Harapan Bangsa Purwokerto

 

Rachmad, Dr. Sri Suryani, DEA, Dr.Paulus Lobo Gareso, M.Sc.  Penentuan Efektivitas Bawang Merah dan Ekstrak Bawang Merah dalam Menurunkan Suhu Badan. Jurnal Penelitian Program Studi Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, UNHAS Makassar

0 Komentar