Insan

Joker, Kesadaran & Manfaat Bercocok Tanam Bagi Kesehatan Mental

Belajar dari Joker, untuk menjaga kesehatan mental, salah satunya adalah dengan bersentuhan langsung dengan alam, dan bercocok tanam.

  1. 0 Komentar
null

“Joker” berhasil menyita perhatian publik dengan menempati urutan pertama box office, meraup pendapatan sampai 1,3 triliun, dan meraih award. Film Hollywood, garapan Todd Phillips yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix bercerita tentang latar belakang sosok Joker sebagai ikon kejahatan.

Kepribadian Joker

Lahir dari DC Comics, Joker merupakan tokoh antagonis, sebagai antihero dari superhero, Batman. Di film Joker garapan Todd Phillips sosok Joker merupakan jelmaan dari salah satu orang penduduk Gotham City, bernama Arthur Fleck (Joaquin Phoenix). Dari cerita, dan nuansa dalam film itu, Joker sebagai sebuah kepribadian, ia lahir dari tekanan-tekanan hidup, sistem sosial yang tidak berkeadilan, masyarakat yang apatis dan penuh curiga, dan kehidupan individualis yang tidak menghargai sesama.

Suara bising berita televisi yang diperdengarkan secara keras, sebuah ruangan sempit di lingkungan kumuh yang penuh dengan perenungan, close up perlakuan jahat, dan latar cerita dan citra-cita masa kecil yang suram menjadi penggambaran sempurna bagaimana sosok orang yang pada dasarnya penyayang (Arthur Fleck), mengalami ketidakseimbangan jiwa dan pikiran, karena kekecewaan dan tekanan (baik secara fisik maupun psikis), berubah menjadi sosok penuh dendam dan kebecian. 

Sampai pada moment dimana ia harus memutuskan menjadi baik, (pribadi yang penuh cinta dan kasih sayang), tapi tertindas dan teraniaya, atau menjadi jahat (pribadi yang putus asa, menyimpan dendam dan kebecian), melawan dan membalas perlakuan tidak adil dan kejam terhadapnya, Arthur Fleck akhirnya memutuskan untuk menjadi Joker.

Mental Illness dan Sentuhan Alam

Sebelum menjadi Joker, Arthur Fleck diceritakan mengidap penyakit kejiwaan (mental illness). Dalam film Joker, mental illness menjadi salah satu yang melatarbelakangi lahirnya sosok Joker. Belajar dari Joker, untuk menjaga kesehatan mental, salah satunya adalah dengan bersentuhan langsung dengan alam.

Penyakit kejiwaan disebabkan oleh terjadinya gangguan kognisi yang berpengaruh terhadap prilaku. Secara definisi, penyakit kejiwaan atau sakit jiwa merupakan gangguan mental yang berdampak kepada mood, pola pikir, hingga tingkah laku secara umum. Seseorang disebut mengalami sakit jiwa, jika gejala dan tanda gangguan jiwa yang dialami membuatnya tertekan dan tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara normal.

Berbagai faktor yang mempengaruhi kesehatan mental, diantaranya faktor sosial, ekonomi, psikologis, fisiologis, perilaku, lingkungan, genetik, dan pengaruh epigenetik. Dalam kontek itu, sakit kejiwaan dapat disebabkan diantaranya, dikarenakan perubahan demografi seperti pertambahan jumlah penduduk, perubahan sosial yang menyebabkan stress dan kesepian, perubahan fisik yang menua, dan perubahan lingkungan alam.

Penelitian menunjukan bahwa bersentuhan langsung dengan alam berpengaruh positif terhadap kesehatan mental. Pengaruh positif itu diantaranya, meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan daya ingat dan atensi, impulse inhabitation, dan meningkatkan kreativitas serta imjainasi. Bersentuhan langsung dengan alam juga berpengaruh positif terhadap kebahagiaan, interaksi sosial, kohesi dan keterikatan, serta dalam memahami arti dan tujuan hidup.

Itulah mengapa ada liburan, dan wisata alam semakin banyak digemari. Ritme, rutinitas, berbagai target pekerjaaan, dan tuntutan atas pemenuhan kebutuhan hidup seringkali membuat pola hidup menjadi tidak seimbang. Wisata alam dapat me-refresh keadaan psikis, atau setidaknya dijadikan sebagai pelampiasan menghilangkan penat. 

Manfaat Bercocok Tanam Bagi Kesehatan Mental

Sebagai kegiatan yang berinteraksi langsung, bekerjasama dengan alam, mengolah dan merawat unsur-unsur alam, bercocok tanam tentunya mempunyai pengaruh positif lebih besar dari sekedar berada ditengah alam, melihat dan menikmati keindahan alam.

Manfaat bercocok tanam bagi kesehatan mental tidak hanya sebatas menikmati dan mengagumi kebesaran alam sehingga memunculkan kesadaran akan penerimaan diri atas berbagai situasi dan keadaan, memunculkan kesadaran mengenai arti dan tujuan hidup, serta imajinasi dan inspirasi positif lainnya. 

Lebih dari itu, bercocok tanam bermanfaat secara fisik maupun psikis. Dalam kegiatan bercocok tanam sistem indrawi, pikiran, dan tubuh bekerja untuk satu pembentukan kehidupan kecil dan terbatas. Unsur fisik dan psikis menyatu dalam kesadaran penerimaan berbagai batasan atas kemampaun yang dapat dilakukan oleh manusia, serta bekerja secara terpadu tidak ada unsur paksaan yang sifatnya mengekang antar satu dengan lainnya.

Bercocok tanam bukanlah pekerjaan yang monoton. Setiap proses dalam bercocok tanam merupakan aktivitas yang berbeda, dengan target dan teknik yang berbeda. Ritme yang terbentuk juga tidak dikontrol penuh oleh manusia, melainkan merupakan kerjasama antara manusia dengan alam. Dengan itu, sudah tentu keseimbangan pola hidup, pemikiran, dan pemahaman atas kehidupan tumbuh dengan sendirinya.

Pembelajaran dalam Kegiatan Bercocok Tanam

Secara sadar atau tidak dengan bercocok tanam kita dapat belajar berbagai hal, utamanya mengenai hidup dan kehidupan. Berikut berbagai pembelajaran dalam kegiatan bercocok tanam:

1. Belajar Pada Siklus Hidup Tanaman

Kepadatan aktivitas sehari-hari kadang menjadikan manusia hilang kemanusiannya, tidak sempat berfikir mendalam, seolah hidup hanya tuntutan, linier, dan dikendalikan penuh oleh manusia. Ketika bercocok tanam, proses penanaman sampai panen mengingatkan kembali tentang siklus hidup, bahwa sesuatu yang hidup ada siklusnya, tidak linier, dan banyak berbagi hal dalam kehidupan yang tidak bisa dikendalikan sesuai keinginan manusia.

2. Belajar Pada Cuaca

Cuaca merupakan faktor alam yang menjadi salah satu penentu dalam bercocok tanam, dimana keadaan suhu udara, kelembaban dan lainnya dinamis mengalami perubahan. Manusia tidak dapat mengontorl cuaca. Manusia hanya bisa menyesuaikan dengan keadaan cuaca.

Begitu juga ketika bercocok tanam, adaptasi bercocok tanam dengan cuaca merupakan pelajaran kreativitas mengenai penyesuaian terhadap keadaan. 

3. Pelajaran Pada Ekosistem

Tanaman merupakan bagian dari ekosistem, sistem kerja dengan hubungan timbal-balik antara mahluk hidup. Salah satu pelajaran yang dipetik dari ekosistem adalah pelajaran tentang perbedaan. Ekosistem mengajarkan kepada manusia mengenai perbedaan mahluk hidup, bentuk, karakter, cara kerja dan kesadarannya yang berbeda-beda dari setiap mahluk hidup, sesuai dengan tugas dan peranannya masing-masing.

4. Pelajaran Pada Hama Tanaman

Ketika bercocok tanam, disadari bahwa sebenarnya hama itu tidak ada. Dan, yang ada adalah ketidakseimbangan yang mengakibatkan populasi organisme tertentu berkembang biak masif sehingga menggagu organisme hidup lainnya. Pelajaran mendalam tentang itu, bahwa ketidakseimbangan merupakan bagian dari keseimbangan, dimana kehidupan tidak terlepas dari itu, dan yang diupayakan manusia adalah menghindari titik ekstrim. 

5. Pelajaran Pada Daun dan Ranting yang Menjadi Humus

Ahli biologi menyatakan 97,6% permukaan bumi yang membuat tanah subur merupakan humus, lumpur dan berbagai tumbuhan, rantin daun yang terurai. Pelajaran yang diambil dari humus adalah tidak ada sesuatu yang sia-sia.

6. Belajar Pada Organisme yang Tidak Terlihat

Keberhasilan bercocok tanam adalah ketika panen melimpah. Dalam prosesnya, seringkali terjadi peristiwa yang tidak terduga, seperti tanaman tiba-tiba terserang penyakit atau hama, atau lainnya yang sebab-sebabnya tidak mampu dilihat dengan mata telanjang.

Artinya, keberhasilan atau kegagalan bercocok tanam tidak hanya ditentukan oleh sesuatu atau faktor-faktor yang terlihat saja. Justru faktor yang tidak terlihat, seperti angin, mikro organisme, dan lainnya berpengaruh besar tergadap keberhasilan bercocok tanam.

Bercocok Tanam Meningkatkan Kecerdasan Berfikir dan Psikis

Tidak terbatas pada itu, masih banyak lagi pelajaran yang diambil dalam kegiatan bercocok tanam. Pelajaran bercocok tanam merupakan pelajaran peran dan posisi manusia dedalam kehidupan. Berbagai pelajaran yang terkandung dalam bercocok tanam membentuk kesadaran keseimbangan hidup dan kehidupan. Dengan memahami itu tentunya setiap individu manusia akan lebih mengerti dan mengenali dirinya, sehingga dapat memjadi lebih bijak, meningkatkan kecerdasan psikis, berfikir, dan kecerdasan emosi.

  1. 0 Komentar
Referensi

0 Komentar