Digital

F2C, dan F2B Proven Sebagai Bisnis Model Ecommerce Pertanian

F2C (Farm to Consumer) dan F2B (Farm to Business) sebagai model bisnis ecommerce pertanian. Selain itu, F2Cy (Farm to Community) menjadi bisnis model alternatif .

  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
null

Istilah bisnis model B2C (Business to Consumer), B2B (Business to Business), B2G (Business to Government), tentunya sudah tidak asing lagi bagi pelaku usaha. Model bisnis tersebut mengacu pada relasi produsen – konsumen.

Model Bisnis

Produsen diwakili oleh kata “business”, sebagai entitas yang menawarkan produk atau barang dan jasa ke konsumen. Sedangkan kata konsumen diwakili oleh “consumer”,  “busines”, dan “government”, yang merupakan segmentasi konsumen berdasarkan entitas pasar. “Consumer” merupakan entitas pasar rumah tangga, “business” entitas pasar bisnis dan “government” adalah entitas pasar pemerintah.

Model bisnis B2C artinya usaha yang pasarnya rumah tangga. Model bisnis B2C identik dengan penjualan retail. Model bisni B2B artinya usaha yang pasarnya usaha lainnya, bisa perusahaan, pedagang kaki lima, distributor, atau koperasi dan lainnya. B2B identik dengan penjualan grosir. B2G artinya bisnis yang pasarnya pemerintah. B2G identik dengan kontraktor dan tender.

Bersama dengan kehadiran ecommerce atau sistem jual-beli online, model bisnis terebut berkembang. Diantaranya, model bisnis C2C (Consumer to Consumer), entitas rumah tangga sebagai penyedia barang dan jasa menawrakan langsung ke pasar rumah tangga. Model bisnis C2B (Consumer to Business) entitas rumah tangga sebagai penyedia barang dan jasa menawarkan langsung ke entitas bisnis, dan banyak lagi pengembanganya.

Model Bisnis Ecommerce Pertanian

Kehadiran ecommerce atau sistem jual-beli online intinya, memungkinkan produsen atau penyedia barang dan jasa menawarkan secara langsung ke konsumen akhir, tanpa melewati banyak perantara. Pun demikian dengan kehadiran ecommerce atau sistem jual-beli onlien untuk bidang pertanian.

Bersama dengan kehadiran ecommerce dibidang pertanian muncul model bisnis baru yang berbeda sistem tata niaga pertanian sebelumnya (offline). Jika tadinya produk dari ladang atau produk petani untuk sampai ke tangan konsumen harus melewati banyak perantara, sekarang memungkinkan produk dari ladang atau petani dijual langsung ke konsumen akhir.

1. F2C

Model bisnis F2C (Farm to Consumer), produk komoditas pertanian dari ladang atau petani ditawarkan langsung ke konsumen rumah tangga. Melalui sistem jual-beli online baik marketplace atau toko online (online store) produk dari ladang atau produk petani dapat ditawarkan langsung ke konsumen rumah tangga. 

2. F2B

Model bisnis F2B (Farm to Business), produk komoditas pertanian dari ladang atau petani ditawarkan langsung ke konsumen bisnis. Melalui sistem jual-beli online baik marketplace atau toko online produk dari ladang atau produk petani dapat ditawarkan langsung ke konsumen bisnis, entitas bisnis, perusahaan dan lainnya. 

3. F2Cy

F2C dan F2B menjadi model bisnis baru yang sudah terbukti dapat berjalan untuk ecommerce komoditas pertanian. Dalam implementasinya, ada ecommerce dengan satu bisnis model atau lebih dari satu bisnis model.

Selain dua model bisnis tersebut, Model bisnis Farm to Community (F2Cy) juga potensial dikembangkan untuk segmen komunitas, belanja rame-rame, belanja satu kantor atau lainnya. F2Cy sangat sesuai dengan karakteristik produk komoditas pertanian yang penjualannya tidak terlepas dari economic of scale.

Akan Terus Berkembang

Tidak menutup kemungkinan, model bisnis ecommerce produk komoditas pertanian berkembang lagi sesuai dengan segmentasi konsumen.

img feature: genagraris.id
  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
Referensi

0 Komentar