Insan

Etos Kerja Petani Di Musim Kemarau

Dimusim kemarau daya hidup petani tetap menyala, etos kerja petani tetap terjaga. Ia menanam, kacang kedelai, kacang ijo, kacang tanah dan waluh.

  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
null

Agustus ini (2019), khususnya di Jawa, dalam penanggalan pranata mangsa (penanggalan untuk bertani pada masyarakat petani Jawa), memasuki mangsa ketelu atau musim ke-3. Pada musim ini, petani sudah mafum sebagai musim kemarau. 

Penanaman Lahan Sawah Kemarau

Untuk lahan sawah yang dialiri irigasi, yang bisa panen 4 kali dalam setahun, atau minimal 3 kali, sebelum memasuki musim kemarau khususnya di musim ke-3, lahan masih bisa ditanami padi, dan masih bisa panen.

Setelah panen, memasuki musim ke-3, menunggu musim penghujan petani biasanya menanam tanaman selain padi. Dalam waktu yang sangat singkat, dengan cekatan petani langsung menanami lahan sawah. Begitu padi dipanen, petani biasanya langsung membuat lubang tanam dan menanam benih, biji-bijian tanaman di sawah.

Itu dilakukan tanpa penggemburan tanah. Untuk mempersingkat waktu, sebelum tanah mengering, selagi tanah masih basah dan dapat ditanami, sembari panen, petani langsung menanam tanaman selingan pengganti padi yang dalam penumbuhannya tidak memerlukan air banyak.

Tanaman yang Biasa Ditanam Untuk Musim Kemarau

Tanaman selingan atau sela pengganti padi yang biasa ditanam di lahan sawah di daerah rendah pada musim kemarau, mangsa ke-3, diantaranya:

1. Kedelai

Dengan umur panen kurang lebih 2,5-3 bulan, kendelai menjadi tanaman yang biasa ditanam pada saat musim kemarau oleh petani sawah. Selain pertimbangan waktu dan perawatannya yang mudah, kedelai ditanam untuk bahan baku produk olahan, tempe dan tahu.

2. Kacang Ijo

Umur panen kacang ijo sama hampir sama dengan kedelai. Kacang ijo ditanam utamanya karena harganya yang lumayan bagus, sehingga dapat menjadi modal untuk memulai musim tanam berikutnya. Tapi, seringkali ketika panen harga jual kacang ijo jatuh. 

3. Waluh (Labu Kuning)

Waluh biasa ditanam petani ketika musim kemarau pada mangsa ketiga. Waluh cocok ditanam saat kemarau panjang sesuai dengan masa panen waluh, 4-5 bulan. Kelebihannya, tanaman waluh dapat dipanen lebih dari sekali. Biasanya, petani menyisakan hasil panen waluh untuk pembenihan.

4. Kacang Tanah

Seperti kacang ijo, petani menanam kacang tanah, sebagian untuk dijual sebagai modal tanam berikutnya, sebagian lagi untuk hidangan rumah. 

Adaptasi Musim Kemarau

Dalam penanamannya, jika sudah tidak ada waktu, dan tidak sempat membuat lubang tanam, biji, benih tanaman diatas disebar disawah. Jerami sisa panen padi dimanfaatkan untuk pupuk, sebagai humus dengan cara sebagian dibakar, abunya disebar, dan sisa jerami lainnya disebar juga, untuk melindungi biji benih yang ditanam.

Untuk benih, petani mendapatkannya dengan cara menyisihkan biji-bijian yang ditanam dari masa tanam sebelumnya, atau mebeli benih unggul.

Setelah menanam benih itu, karena musim kemarau, sambil menunggu, petani biasanya rajin kesawah untuk sekedar menengok pertumbuhan tanamannya, sembari merawat, melakukan penyiangan dan berhikmat untuk setiap tetes embun di pagi hari semoga cukup untuk memenuhi kebutuhan air tanamannya, setiap embusan angin semoga membawa kesuburan yang diserap oleh daun tanaman yang baru tumbuh.

Etos Kerja Petani 

Pada musim kemarau secara alami tanaman menyesuaikan keadaan dengan menggugurkan sebagian daunnya, tanpa menyurutkan daya hidupnya, akar-akar tetap merenggang, menyerap sari-sari tanah dengan sisa-sisa kandungan airnya.

Pun demikian dengan petani. Di musim kemarau, petani tidak lantas menganggur. Daya hidupnya tetap menyala, etos kerjanya tetap terjaga, tak sedikit pun meratapi keadaan, bahkan mampu menemukan kenikmatan kemarau yang tidak ada di musim penghujan. Ini, tercermin dari berbagai kegiatan petani di musim kemarau, sebagai berikut:

1. Mengoptimalisasi lahan pekarangan

Selama musim kemarau, selagi menunggu panen tanaman sela dan menunggu musim tanam padi, petani biasanya mengoptimalisasi pekaranagan. Waktunya dihabiskan banyak dihabiskan di pekarangan dan untuk merawat ternak. Optimalisasi lahan pekarangan diantaranya, pembersihan, panen dan penyiapan bibit atau benih buah dan umbi-umbian.

Optimalisasi bukan hanya panen umbi-umbian dan buah. Dahan dan ranting kering di musim kemarau dikumpulkan untuk bahan perapian, bahan bakar untuk memasak.

2. Mengusahakan penyiraman tanaman dengan membuat sumur

Disawah yang ditanami tanaman diatas, untuk penyiramannya petani biasanya membuat sumur. Penyiraman dilakukan pagi dan sore hari.

3. Membuat atau memperbaiki berbagai perkengkapan bertani

Pada musim kemaru sembari membersihkan lahan pekarangan, kayu tua dimanfaatkan, ditebang untuk memperbaiki cangkul, garuk, dan berbagai perlengkapan tani lainnya.

4. Waktu lebih untuk ternak

Ternak kambing, ayam, sapi, dan lainnya pada musim kemarau mendapatkan perhatian lebih. Pembersihan kandang, mencari rumput atau membawa ternak ke padang rumput. 

5. Membuat kinciran, menikmati embusan angin

Pada musim kemarau petani biasa membuat kinciran, sejenis bunyi-bunyian, baling-baling terbuat dari bambu. Di sawah, pada sore hari setelah melakukan penyiraman, petani basainya beristirahat menikmati suasana sore hari yang diiringi angin dengan bunyi kinciran sebagai musiknya.

  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
Referensi

0 Komentar