Agribisnis

Ditengah Virus Corona, Ini Komoditas Pertanian yang Permintaanya Lesu dan Naik

Sebab virus corona, harga empon-empon, jahe, temulawak, kunyit, dan kencur mengalami kenaikan permintaan.

  1. 0 Komentar
  2. 10 Dibagikan
Lapak pedagang, di pasar Muara Karang, Jakarta.

Pasar dalam negeri yang menyerap komoditas pertanian adalah pasar urban atau perkotaan, baik sebagai bahan makanan, bahan baku obat dan produk kecantikan, maupun produk industri olahan.

Naik, Turun Komoditas Pertanian

Imbas mewabahnya virus corona, permintaan komoditas pertanian dari daerah urban mengalami gejolak, ada yang naik, ada yang turun. Komoditas pertanian yang menjadi bahan baku makanan hotel, café, restoran otomatis mengalami penurunan permintaan bersama dengan pemberlakuan physical distancing untuk meredam penyebaran virus corona.

Di Jakarta, penurunan tingkat hunian hotel sebagai dampak merebaknya virus corona sudah dimulai dari pertengahan Februari, sebesar 60,5% (18/02/2020. Kompas). Pada akhir Maret ini, berdasarkan informasi yang dihipun dari berbagai media, tingkat hunian hotel di Bali hampir menyentuh 0%, di Lombok hanya 10%, di Samarinda anjlok sampai 75%, dan di makasar hanya 30%. Begitu juga dengan tingkat pengunjung café, restoran, dan grosir mall di berbagai kota mengalami tingkat penurunan pengunjung.

Komoditas Pertanian yang Mengalami Kelesuan Imbas Virus Corona

Imbas mewabahnya virus corona (Covid-19), berdasarkan pemberitaan berbagai media, berikut komoditas pertanian yang mengalami kelesuan.

1. Kentang

Di daerah Ciwidey, Bandung serapan komoditas kentang pada masa panen yang tadinya berkisar 4 sampai 10 ton sekali panen, kini hanya 2 sampai 3 ton per hari, (26/03/2020, Detikcom).

2. Tomat, kol, labu siam, sawi dan wortel

Masih di Ciwiday, Bandung, komoditas diatas, tomat, kol, labu siam, sawi dan wortel yang tadinya 4 – 10 ton, kini hanya 2-3 ton sekali kirim per hari, (26/03/2020, Detikcom). Di daerah lain, seperti malang pedagang grosir tradisional mengurangi stok komoditas diatas.

3. Kopi

Di Bener Meriah, Aceh, dampak Virus Corana (Covid-19), harga beli kopi dari petani anjlok berkisar Rp 8.000 sampai Rp 10.000 per bambu untuk kopi gelondongan. Sementara untuk kopi gabah berkisar Rp 20.000 sampai Rp 25.000 per bambu, (23/03/2020, Harianrakyataceh).

Sementara itu, di Mandailing Natal, Sumatra Utara pengusaha kopi mengalami penurunan penjualan hingga 50%, (22/03/2020, Sidaknews).

Komoditas Pertanian yang Mengalami Kenaikan Imbas Virus Corona

Ditengah kelesuan itu beberapa komoditas pertanian ada yang mengalami kenaikan signifikan. Komoditas-komoditas pertanian tanaman obat dan rempah terutama yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh mampu mencegang paparan virus corona mengalami kenaikan drastis. Komoditas itu diantaranya, yaitu:

1. Jahe dan Kencur

Sejak merebaknya virus corona harga jahe dan kencur di pasaran naik. Di kota Semarang harga jahe sempat naik sampai 50 ribu per Kg, sebelum turun menjadi 20 ribu per Kg. Sedangkan untuk harga kencur sudah mencapai 70 ribu per Kg, (25/03, Antara).

Di Kab. Lebak, Banten harga jahe merah mencapai 100 ribu per Kg, dimana harga sebelumnya hanya 40 ribu per Kg, (26/03/2020, Netralnews).

2. Temulawak & Kunyit

Di daerah Klaten, Tawa Tengah harga temulawak dan kunyit yang tadinya 7 ribu per kilo naik menjadi 12 ribu per kilo karena banyak dicari, (22/03/2020, RRI).

3. Jambu Biji Merah

Di Kab. Magetan permintaan jambu biji merah meningkat tiga kali lipat, dari biasanya 10 kilogram perhari, mencapai 25 kilogram perhari, (20/03/2020, PojokSatu).

Secara keseluruhan komoditas rempah dan tanaman obat dalam yang termasuk empon-empon (tanaman rimpang, jahe, kunyit, temulawak, kencur, dan lainnya) mengalami kenaikan permintaan.

Batasan Informasi Harga

Harga komoditas pertanian bergerak dinamis, perubahannya per hari bahkan bisa per jam, perkembangan harga komoditas pertanian bukan harga standar nasional. Harga diatas merupakan harga dampak perkembangan virus corona terhadap harga komoditas pertanian dari pemberitaan berbagai media.

  1. 0 Komentar
  2. 10 Dibagikan
Referensi

0 Komentar