AgTech

Dampak Negatif dan Cara Mengurangi Penggunaan Pestisida

Peran pestisida dalam produktivitas pertanian cukup vital, tapi  berdampak negatif pada kesuburan tanah, lingkungan dan ekosistem.

  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
Ilustrasi

Dampak dari kepentingam agroindustri yakni mengarahnya pada pola pertanian monokultur, yang mengakibatkan timbulnya berbagai jenis Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Hal tersebut sebelumnya bukan menjadi masalah namun menjadi kendala saat ini, salah satunya akibat pengaruh penggunaan pestisida terhadap lingkungan pertanian.

Pestisida dan Peranannya Dalam Pertanian

Umumnya, pestisida yang beredar di lapangan bersifat sintetik kimiawi, artinya suatu bahan aktif kimia yang berfungsi untuk mengendalikan perkembangan dan pertumbuhan dari OPT, seperti hama, penyakit, dan gulma.

Berdasarkan sifat ketahanannya di lingkungan, pestisida dibagi menjadi dua golongan:

  • Pestisida yang resisten: berpengaruh terhadap lingkungan, meninggalkan residu yang terlalu lama, dan dapat terakumulasi dalam jaringan melalui rantai makanan, contohnya DDT, Cyclodienes, Hexachlorocyclohexane (HCH), dan endrin.
  • Pestisida yang kurang resisten: keefektifannya sesaat saja dan cepat terdegradasi di tanah, contohnya Disulfoton, Parathion, Diazinon, Azodrin, dan Gophacide.

Peranan pestisida dalam bidang pertanian merupakan sarana yang berguna untuk membasmi OPT, terkait dengan efisiensi waktu, biaya, dan tenaga. Sampai saat ini hanya pestisida masih diandalkan karena sangat efektif melawan OPT, terutama menyelamatkan kehilangan hasil produksi pertanian.

Sisi Negatif Pestisida 

Beberapa hasil penelitian, menyebutkan bahwa bahan-bahan kimia pertanian dari penggunaan pestisida, memang membuat produksi pertanian meningkat, membuat pertanian lebih efisien. Tapi, pada aplikasinya, penggunaan pestisida di bidang pertanian hanya sekitar 20% yang tepat sasaran, sisanya jatuh mencemari tanah dan lingkungan, bahkan membahayakan manusia.

Apalagi penggunaan pestisida secara berlebihan, tanpa panduan dan takaran/dosis terjadi hampir berlaku umum. Salah satu yang biasa terjadi, seperti tindakan mencampur beberapa jenis pestisida untuk membasmi OPT. Kenyataan itu membuat dampak negatif pestisida menjadi tak terhindarkan, dimana berakibat pada:

  • Menurunkan kesuburan tanah
  • Sumber air menjadi tercemar
  • Terjadinya resistensi OPT terhadap pestisida
  • Pertumbuhan tanaman menjadi abnormal
  • Terbentuknya residu pestisida pada tanaman

Sisi negatif pestisida dapat ditekan dengan penggunaan yang proporsional dengan menerapkan prisnsip kehati-hatian, memperhitungkan berbagai aspek, seperti lingkungan, ekosistem, dan mausia sendiri.

Upaya Mengurangi Penggunaan Pestisida

Untuk mengurangi peranan pestisida, dibutuhkan penerapan usaha intensifikasi pertanian yang menerapkan berbagai teknologi, seperti penggunaan pupuk, varietas unggul, perbaikan pengairan, dan pola tanam. Pengurangan peran pestisida sudah harus dilakukan pada saat pembukaan lahan baru.

Pembukaan lahan baru akan membawa perubahan pada ekosistem yang sering kali diikuti dengan timbulnya masalah serangan OPT. Adapun cara mengurangi penggunaan pestisida kimiawi, diantaranya:

  1. Penggunaan Varietas yang Tahan atau Toleran Serangan Hama
  2. Pemilihan Waktu yang Tepat
  3. Pemilihan Lokasi yang Tepat
  4. Melakukan Rotasi Tanaman atau Pergiliran Tanaman
  5. Pengaturan Jarak Tanam
  6. Penyiangan Gulma
  7. Melakuan Pengamatan Rutin terhadap Hama Penyakit
  8. Pemanfaatan Musuh Alami
  9. Penggunaan Tanaman Perangkap dan Penghadang Hama
  10. Penggunaan Pestisida Alami

Selain itu, pengarahan penggunaan pestisida yang lebih tepat kepada para penggunaan dalam hal pemberian dosis, waktu aplikasi, cara kerja yang aman, akan mengurangi ketidakefisienan penggunaan pestisida pada lingkungan dan mengurangi sekecil mungkin pencemaran yang terjadi.

Upaya mengembangan obat pertanian untuk OPT yang efektif dan ramah lingkungan juga perlu digalakkan, sehingga banyak alternatif bagi pengguna. Di masa kini dan masa yang akan datang, diharapkan penggunaan pestisida akan berkurang.   

  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
Referensi

Sofia D. Pengaruh Pestisida Dalam Lingkungan Pertanian. Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.

 

Ratnasari D. 2015. Sinar Tani. http://kalteng.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi-mainmenu-47-47/artikel/608-bijak-menggunakan-pestisida-kimia

 

http://kalteng.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi-mainmenu-47-47/artikel/608-bijak-menggunakan-pestisida-kimia

0 Komentar