Bahan Makanan

Campoleh atau Alkesa, Buah Langka Seperti Buah Sawo yang Kaya Manfaat

Campoleh, atau alkesa, dikenal juga sawo belanda, buah langka dengan kandungan vitamin C, protein dan karbohidrat tinggi, dengan berbagai manfaat.

 

  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
Campoleh atau alkesa (tengah) diantara buah langka lainnya, pada event pertanian.

Sebelum ini, nama buah campoleh mungkin hanya dikenal oleh masyarakat melalui label sirup legendaris asli produksi Cirebon, itupun dengan ejaan lama, “Siroop Tjap Buah Tjampolay”. Namun, sebagian besar dari masyarakat bahkan belum pernah melihat apalagi merasakan bagaimana sebenarnya bentuk dan rasa dari buah tersebut karena saking langkanya.

Berbagai Nama dan Manfaat Campoleh

Tjampolay (Pouteria compechiana) atau dikenal dengan campoleh atau sawo walanda oleh masyarakat Sunda, adalah buah yang sangat unik secara bentuk dan rasa. Buah ini sangat mirip dengan sawo berwarna oranye berkulit tipis dan halus, tapi tidak seperti sawo pada umumnya karena bentuknya lonjong, melengkung dengan ujung runcing mengerucut, daging buahnya yang juga berwarna oranye pun sangat lembut dan manis seperti ubi cilembu.

Tidak heran jika ada juga yang menyebut buah ini dengan Sawo Ubi atau Sawo Mentega. Di negara asalnya Amerika Tengah dan Meksiko Selatan sana, buah ini dikenal dengan nama Canistel, Egg Fruit atau Yellow Sapote.

Sebanyak namanya, manfaat buah campoleh ini rupanya tidak kalah banyaknya. Hasil analisis kimia yang dilakukan di Kuba dan Filipina menunjukkan bahwa buah yang matang mengandung nutrisi seperti serat, kalsium, fosfor, besi, karoten thiamin, riboflavin, niasin, Vitamin C, serta energi karena mengandung lemak, protein, konsentrasi karbohidrat yang tinggi dan air. Bahkan di Meksiko dan Kuba, kulit buahnya biasa digunakan sebagai obat penurun panas.

Di negara lain, buah yang juga disebut alkesa ini seringkali dicampur dengan garam, lada, sari jeruk, mayones, dijadikan selai untuk mengoles roti, dan juga dimanfaatan sebagai bahan campuran milkshake serta eskrim selain hanya dimakan langsung.

Bahkan kayunya yang bertekstur halus, keras, kuat dan berat juga bagus untuk membuat papan atau balok. Di Amerika Tengah, lateks-nya juga disadap untuk campuran bahan permen karet.

Saatnya Membudidayakan Kembali Campoleh

Meskipun sangat banyak manfaatnya, namun buah campoleh sangat langka, hanya dikenal sebagai buah jadul yang dulu pernah ada dan sekarang diabadikan dalam sebuah label produk sirup oleh-oleh khas Cirebon.

Padahal, buah yang sudah ada dari jaman penjajahan Belanda ini semakin langka karena semakin sedikit daerah di Indonesia yang membudidayakannya. Bagi yang sempat mengenalnya, campoleh seolah menjadi buah “endemik” tanah Priangan, karena sekarang memang hanya ditemukan di daerah Jawa Barat dan sekitarnya.

Ditengah semakin langkanya, tentunya hal ini sebenarnya juga dapat menjadi peluang bagi para petani muda untuk memulai budidaya serta aktif mempopulerkan campoleh beserta manfaat olahannya di nusantara meskipun pasarnya masih belum pasti.

  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
Referensi

Dede Irfan. (2018). Pengaruh Konsentrasi Bahan Penstabil dan Gula Terhadap Karakteristik Fruit Leather Buah Campolay (Pouteria campechiana). Tugas Akhir. Program Studi Teknologi Pangan. Fakultas Teknik. Universitas Pasundan, Bandung.

 

Neng Linda Ratna Dewi. (2014). Pengujian Aktivitas Antioksidan dan Penetapan Kadar Karotenoid Total Serta β-Karoten Pada Ekstrak Etanol dan Produk Olahan Daging Buah Sawo Mentega (Pouteria campechiana). Skripsi. Program Studi Farmasi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Islam Bandung

 

Rufaidah, M. (2017). Pengaruh Karakteristik Pektin dan Gula Stevia Terhadap Karekteristik Selai Campolay (Pouteria campechiana). Tugas Akhir. Program Studi Teknologi Pangan. Fakultas Teknik. Universitas Pasundan, Bandung.

0 Komentar