AgTech

Atasi Banjir Dengan Teknologi Biopori, Mudah, Murah Dan Mengurangi Sampah

Lubang biopori buatan, selain sebagai resapan air untuk atasi banjir, juga mengurangi sampah.  

 

  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
Sumber foto: greenvillage.id

Awal tahun 2020, beberapa daerah di Indonesia, khususnya Jabotabek kembali dilanda bencana banjir. Penyebab banjir, diantaranya tingginya konsumsi air tanah penduduk, permukaan tanah yang sudah banyak diaspal, dan berkurangnya jumlah tanaman yang berfungsi untui mengaliri air masuk ke dalam tanah.

Dua itu menyebabkan ketersediaan air tanah yang semakin menipis, menjadi masalah terbesar dan perlu dicarikan solusi untuk mencegah banjir kembali.

Lubang Resapan Biopori

Menurut Asian Cities Climate Change Resilience Network (ACCCRN) dan Mercy Corps Indonesia, solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan air tanah yaitu dengan membuat lubang resapan biopori yang bahan utamanya adalah sampah organik.

Lubang biopori adalah lubang berbentuk silindris yang dibuat secara vertikal ke tanah, yang berfungsi untu meresapkan air ke dalam tanah dan dapat digunakan untuk membuat kompos. Diketahui, lubang biopori ada 2 tipe, lubang biopori alami dan lubang biopori buatan.

Biopori Alam

Biopori Alam, yaitu lubang-lubang kecil pada tanah yang terbentuk karena aktivitas organisme yang hidup dalam tanah seperti cacing, rayap atau pergerakan akar-akar tanaman yang dalam tanah.

Lubang alami yang dibuat oleh organisme itu otomatis berisis udara sehingga dapat menjadi jalur mengalirnya air. Dengan adanya itu air hujan mudah meresap ke dalam tanah, menjadi air tanah.

Lubang biopori alam ini sudah semakin berkurang akibat lahan terbuka di bumi yang sudah sangat berkurang.

Biopori Buatan

Biopori Buatan atau disebut juga lubang resapan biopori merupakan hasil adopsi teknologi biopori alami yang diterapkan pada kawasan atau lahan sempit.

Biopori buatan adalah lubang sikindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 100 cm atau tidak melebihi kedalaman muka air tanah.

Untuk menghidupkan mikroorganisme atau fauna tanah (cacing, serangga tanah) lubang yang telah dibuat diisi dengan sampah organik.

Mikroorganisme pada lubang biopori buatan berfungsi membentuk pori-pori atau terowongan dalam tanah (bipori) yang dapat memperlancar resapan air ke dalam tanah secara horizontal. 

Langkah-langkah Membuat Lubang Biopori

ilustrasi conto lubang resapan biopori

Sumber: http://sda.pu.go.id/bwssulawesi2/cara-membuat-biopori/

Dengan membuat lubang resapan biopori, tentunya sebagai peran serta dalam berpartisipasi untuk mencegah banjir maupun untuk menjaga keseimbangan lingkungan dapat dilakukan melalui pekarangan rumah dan lingkungan sekitar tempat tinggal kita.

Berikut langkah-langkah mudah yang dapat dilakukan untuk membuat lubang resapan biopori:

1. Persiapan Alat, Tempat, dan Tanah

Siapkan beberapa peralatan, seperti:

  • alat bor biopori atau sekop untuk membuat lubang,
  • pipa yang panjang dan diameternya disesuaikan dengan lubang yang akan dibuat,
  • penutup lubang biopori yang ukurannya sama dengan diameter pipa,
  • semen dan pasir jika diperlukan, serta
  • sampah organik seperti tumbuhan, ranting, atau dedaunan (bukan sampah makanan).

Tentukan lokasi yang sesuai untuk membuat lubang biopori seperti di sekitar pekarangan rumah, kantor, atau di lahan dekat rumah sehingga mudah untuk merawatnya.

Gunakan tanah yang tidak lempung dan cadas, tujuannya agar air meresap dengan baik dan sebaiknya terdapat pohon di dekat lubang.

2. Buat Lubang Biopori

  • Buat lubang vertikal berdiameter 10-25 cm dengan kedalaman 1 meter.
  • Masukkan pipa ke lubang tersebut.
  • Taruhlah sampah organik ke dalam pipa
  • Tutup dengan penutup lubang di atas pipa.
  • Perkuat tepi lubang di permukaan dengan adukan semen dan pasir.

3. Pemeliharaan

  • Lakukan pemeliharaan Biopori secara rutin.
  • Sampah organik yang diletakkan di dalam lubang biopori akan mengalami proses penguraian selama 2-3 bulan, sehingga sampah organik tersebut harus diambil kembali lalu diganti dengan yang baru.
  • Sampah organik yang telah terurai dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos.
  • Pastikan juga lubang biopori di permukaan tetap terbuka sehingga air selalu bisa masuk ke dalam lunbang tersebut.

Manfaat Lubang Resapan Biopori

Beberapa maanfaat dalam penggunaan biopori bagi lingkungan sekitar, diantarny:

  • Meningkatkan daya resap air.
  • Mencegah banjir.
  • Meningkatkan kualitas air tanah.
  • Sebagai tempat pembuangan sampah organik.
  • Mampu menguvah sampah organik menjadi pupuk kompos.
  • Penunjang aktivitas mikroorganisme dan fauna tanah (seperti cacing, serangga tanah) serta akar-akar tanaman.
  • Dapat mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air.
  • Membantu mencegah terjadinya pemanasan global.

Lubang biopori bisa menjadi salah satu jawaban untuk mencegah masalah banjir dengan manfaatnya untuk kelestarian alam. Lubang biopori juga dapat dibuat di setiap lahan dan dapat dilakukan oleh setiap individu.

Selain itu, langkah pembuatan biopori termasuk mudah dan murah. Sehingga diharapkan peran serta dari seluruh masyarakat dalam mengimplementasikan teknologi biopori, sehingga kelestarian lingkungan bisa tercapai. 

  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
Referensi

https://smartcity.jakarta.go.id/blog/436/biopori-solusi-untuk-mencegah-banjir-dan-kekeringan

 

Karuniastuti N. 2019. Teknologi Biopori Untuk Mengurangi Banjir dan Tumpukan Sampah Organik. Forum Teknologi 4(2): 60-68

0 Komentar