AgTech

Apakah Tumbuhan Mempunyai Kecerdasan?

Berbagai kajian dan penelitian terbaru menunjukan tumbuhan mempunyai kesadaran, bahkan kecerdasan, walau berbeda dengan organisme lainnya, seperti kelompok binatang.

  1. 0 Komentar
  2. 3 Dibagikan
null

Pada sebagian masyarakat petani kita, terutama di desa masih banyak yang menjalankan tradisi, upacara atau ritual penanaman atau panen. Tradisi bertani, upacara atau ritual sebelum memulai penanaman di berbagai daerah mempunyai nama dan cara sendiri, di Gowa dikenal Sampulo Rua, di Sulawesi Selatan ada Mappalili, suku Dayak menyambutnya dengan tarian topeng Hudoq, di Solok, Sumatera Barat ada namanya Nandabiah Kabau Nan Gadang, dan di Jawa Tengah dimulai dengan ritual Wiwitan atau Mimiti.

Tradisi Memulai Musim Tanam Pada Masyarakat Petani

Tradisi-tradisi itu bukanlah ungkapan kemeriahan belaka. Upacara atau ritual mengawali musim tanam pada masyarakat petani di berbagai daerah itu merupakan ungkapan rasa syukur sekaligus juga memohon ijin, dan perlingdungan kepada Tuhan YME, dan merupakan ungkapan komitmen kerja sama antara manusia dengan alam, tanah, tumbuhan, dan lainnya serta manusia dengan sesamanya, bersama-sama membangun, memperindah kehidupan sesuai fungsi dan peranannya masing-masing sesuai dengan ketentuan Tuhan YME.

Petani-petani kita memperlakukan tanaman tidak sebagai obyek pasif, seperti benda habis pakai lalu dibuang. Perlakuan petani-petani kita terhadap tanaman adalah menyayangi, merawat dan menjaga, sebagai sesama mahluk hidup, sebagai mitra dalam kehidupan. Hubungan antara petani dan tanamannya seperti teman, bahkan kadang lebih terlihat seperti bapak-anak. 

Itu bukan romantisme belaka. Itu tersirat pada tradisi atau upacara pengusiran hama yang masih berlaku di beberapa daerah. Tradisi itu menunjukan, menjaga tanaman yang telah ditanam tujuannya bukan sekedar untuk memenuhi hasil panen melimpah, tapi juga pemenuhan komitmen pada saat menanam, komitmen membangun, memperindah kehidupan.

Perkembangan Penelitian Mengenai Kecerdasan Tumbuhan (Plant Intelligence)

Belajar dari itu, kita sering lupa bahwa tumbuh termasuk tanaman, juga merupakan mahluk hidup, seperti binatang, dan manusia (dalam kontek mahluk). Bahkan sekarang ini, menurut ilmuan yang mendalami penelitian di bidang tumbuhan diketahui ternyata tumbuhan memiliki kecerdasan.

Di daerah selatan perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, tepatnya dikabupaten Cilacap sebelah barat, petani disana ketika akan memulai penanaman di sawah, terlebih dahulu menjalankan tradisi, ritual “Mimiti”. Pada ritual itu, setelah berdoa, petani seperti melakukan monolog. Dalam “monolog” itu, tanaman diidentikan atau dikonotasikan sebagai mahluk hidup dengan nama Pohaci, dan bumi atau tanah dinamakan sebagai Indung Tani.

Sayang tradisi-tradisi itu tidak dikembangkan menjadi sebuah penelitian sehingga mandek hanya diakui sebagai mitos atau cerita rakyat, tidak sampai menjadi kebenaran ilmiah. 

Berbeda dengan apa yang ada pada masyarakat Indonesia, merujuk pada artikel yang ditulis oleh Michael Pollan, 2013, di The New Yorker dengan judul "The Intelligent Plant", ketertarikan akan penelitian dan kajian yang lebih dalam mengenai kecerdasan tumbuhan salah satunya dipicu oleh terbitnya buku yang berjudul “The Secret Life of Plants” karya Peter Tompkins dan Christopher Bird, pada tahun 1973.

Pada masa itu, ditengah zaman baru yang sedang bergerak menjadi arus utama, “The Secret Life of Plants” mendapatkan banyak kritik dari para ilmuan dan dianggap pseudoscientific. Namun, sisi-sisi pembahasan buku best seller itu, berhasil membangkitkan imajinasi publik tentang tumbuhan.

Sekarang kecerdasan tumbuhan telah menjadi bidang penelitian atau kajian baru, dan sedang berkembang menjadi cabang keilmuan baru dengan nama “plant neurobiology”, atau neurobiologi tumbuhan. Dikalangan ilmuan dan akademisi, plant neurobiology atau neurobiologi tanaman sebagai cabang keilmuan baru masih dalam perdebatan. Namun, itu justru menambah antusiasme para peneliti untuk mengetahui dan menguak lebih dalam bagaimana dan sejauh mana kecerdasan pada tumbuhan bekerja.

Kecerdasan tumbuhan sebagai bidang kajian keilmuan baru pertama kali diperkenalkan pada tahun 2006. Stefano Mancuso, Elizabeth Van Volkenburgh dari University of Washington, dan Frantisek Baluska dari the University of Bonn pada artikel dengan judul ”Trends in Plant Science” dengan tesis sensor diri (self-censorship) mengenalkan kata neurobiologi tumbuhan (plant neurobiology). Argumentasi artikel itu intinya bahwa perilaku mengagummkan yang diamati pada tanaman sekarang ini tidak dapat sepenuhnya dijelaskan oleh mekanisme genetika dan biokimia.

Ide mengenai kecerdasan tumbuhan sudah menjadi perenungan ilmiah sejak tahun 1800-an. Ahli botani asal Italia, Federico Delpino sudah menuliskan ide kecerdasan tumbuhan pada tahun 1867. Pada tahun 1880, Charles Darwin dalam bukunya yang berjudul “The Power of Movement in Plants” juga menyinggung mengenai ide kecerdasan tumbuhan.

Selain nama-nama itu, Cleve Backster juga menjadi penelitian yang mengilhami pendalaman ide dan penelitian tentang kecerdasan tumbuhan. Hasil pengujian dan penelitiannya dikenal dengan sebutan “Backster effect”. Sebelum “The Secret Life of Plants”, Cleve Backster telah melakukan penelitian salah satunya mengenai respon tanaman terhadap telur pecah, dan udang yang digoreng yang ditulis di International Journal of Parapsychology, pada tahun 1968.

Neurobiologi Tumbuhan, Kecerdasan Tumbuhan dan Kesadaran Tumbuhan

Saat ini, neurobiologi tumbuhan belum mempunyai dasar empiris yang kuat untuk menjadi cabang keilmuan baru. Namun, sudah terbukti secara empiris bahwa tumbuhan bukan organisme pasif. Berdasarkan pada berbagai penelitian, penetapan karakteristik prilaku tumbuhan sudah berkembang, meliputi komunikasi, pemblajaran, problem solving, serta ingkatan dan daya ingat.

Bahwa kecerdasan tumbuhan dapat dikategorikan sebagai sistem neuro, meliputi emosi sebagai bentuk respon atas perubahan lingkungan, sejauh mana dan bagaimana sistem kerjanya, apakah satu level dengan binatang, itu masih memerlukan penelitian yang lebih mendalam. Tapi, dari karakteristik prilaku tumbuhan terbaru menunjukan tumbuhan juga mempunyai kesadraan (consensuses), dimana sistem dan mekanisme kerjanya berbeda dengan binatang, dan manusia.

Mungkin kesadaran (consensuses) yang dimiliki oleh tumbuhan tidak sesempurnam kesadaran manusia, dan yang dimiliki oleh binatang. “Tumbuhan sebagai organisme yang tidak bergerak, namun dapat bertahan dari kepunahan”. Kurang lebih itu salah satu poin dari agrumentasi Paco Calvo, dalam artikel yang berjudul “The Philosophy of Plant Neurobiology: a manifesto”. Itu merupakan salah satu bukti nyata diaman tanaman mempunyai awareness terhadap lingkungan, mampu membuat modeling keberadaanya dalam hubungannya didalam lingkungan, dengan organisme selain dirinya.

Mengenal Tumbuhan Sebagai Organisme Hidup

Tumbuhan tidak berjalan, itu bukan berarti tidak bergerak. Contohnya tanaman putri malu, daunnya merapat ketika ada sentuhan. Tumbuhan tidak mempunyai organ seperti binatang, tidak mempunyai mata, dan telinga, itu bukan berarti tumbuhan tidak melihat dan mendengar. Contohnya, akar tumbuhan, menyusup mencari ruang longgar disela-sela bebatuan. Tanaman kantung semar, menangkap serangga, menentukan waktu dan posisi yang tepat ketika menjerat mangsa dengan kantung jebakannya. 

Untuk itu, kita perlu mengenal tumbuhan lebih mendalam lagi, supaya kita lebih bijaksana memperlakukan tumbuhan. Sedangkan para leluhur telah memperlakukan tumbuhan sebagai mitra dalam kehidupan, jika kita sampai mempersepsikan tumbuhan layaknya benda mati yang tidak bergerak, berarti ada yang salah dengan hidup kita saat ini.

  1. 0 Komentar
  2. 3 Dibagikan
Referensi

Zack Sterkenberg, 28 March 2019. Are plants intelligent? Science is beginning to think so. https://www.ambius.com. Diakses, 11 Oktober 2019.

 

Michael Pollan, December 15, 2013. The Intelligent Plant. The New Yorker. https://www.newyorker.com. Diakses, 10 Oktober 2019.

 

Pri.org. New research on plant intelligence may forever change how you think about plants. https://www.pri.org. Diakses 11, Oktober 2019.

 

Pollan, Michael, 2006. The Omnivore’s Dilema. The Penguin Press. New York

 

Jesús Zamora Bonilla . Mapinginorance, Juni 2018. The not so secret life of plants (1): The emergence of plant neurobiology. https://mappingignorance.org. Diakses 13. Oktober 2013.

 

Paco Clavo. The philosophy of plant neurobiology: a manifesto. Minimal Intelligence Lab (MINT Lab), Departement of Philosophy, University of Murcia, spain.

0 Komentar